Zona Selamat Sekolah di Sleman Dukung Perlindungan Pelajar di Jalan Raya

Risa Oktaviani Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Program Studi Ekonomi
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari risa oktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Keberadaan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Sleman perlu diimbangi dengan kedisiplinan pengendara, pemeliharaan fasilitas, dan edukasi keselamatan agar pelajar lebih terlindungi di jalan raya.

Setiap pagi, jalan di sekitar sekolah dipenuhi aktivitas. Anak-anak berjalan kaki, orang tua mengantar putra-putrinya, sementara kendaraan terus melintas untuk mengejar waktu. Di tengah kesibukan tersebut, ada satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian, yaitu keselamatan pelajar saat berada di jalan raya. Menurut saya, lingkungan sekolah seharusnya menjadi kawasan yang membuat anak-anak merasa lebih aman, bukan justru menghadirkan risiko ketika mereka hendak menyeberang jalan.
Salah satu fasilitas yang berperan dalam mendukung keselamatan tersebut adalah Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Fasilitas ini dilengkapi rambu dan marka jalan yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan pengendara serta mengendalikan kecepatan kendaraan di sekitar sekolah. Keberadaan ZoSS menjadi pengingat bahwa jalan bukan hanya ruang bagi kendaraan untuk bergerak, tetapi juga ruang yang digunakan oleh pejalan kaki, termasuk anak-anak yang belum sepenuhnya mampu memperkirakan bahaya lalu lintas.
Di Kabupaten Sleman, keberadaan ZoSS menjadi bagian dari upaya mendukung perlindungan pelajar. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan pada September 2026, pembangunan ZoSS pada tahun tersebut mencakup dua lokasi, yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sleman dan SD Negeri Ngangkrik di Triharjo. Pembangunan fasilitas ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keselamatan di lingkungan pendidikan. Namun, menurut saya, keberhasilan ZoSS tidak seharusnya hanya dinilai dari jumlah fasilitas yang dibangun, melainkan juga dari sejauh mana fasilitas tersebut berfungsi dan dipatuhi oleh pengguna jalan.
Rambu dan marka jalan memang penting, tetapi keberadaannya tidak akan memberikan hasil maksimal apabila pengendara mengabaikan peringatan yang disampaikan. Pengendara perlu membiasakan diri mengurangi kecepatan ketika memasuki kawasan sekolah, memperhatikan kondisi sekitar, dan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menyeberang dengan aman. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya berlalu lintas yang lebih bertanggung jawab.
Selain pengendara, orang tua dan pihak sekolah juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Anak-anak perlu dibiasakan memahami cara menyeberang jalan yang aman, mengenali rambu lalu lintas, serta tidak terburu-buru ketika berada di dekat kendaraan. Edukasi semacam ini sebaiknya dilakukan secara berulang, baik melalui pembelajaran di sekolah maupun melalui contoh perilaku orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, fasilitas keselamatan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman pelajar mengenai risiko di jalan raya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemeliharaan fasilitas ZoSS. Rambu yang sulit terlihat atau marka yang memudar dapat mengurangi efektivitas penyampaian informasi kepada pengendara. Oleh karena itu, pemantauan dan perawatan secara berkala perlu menjadi perhatian agar fasilitas yang telah dibangun tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Masyarakat juga dapat berperan dengan menyampaikan informasi apabila menemukan fasilitas keselamatan jalan yang rusak atau tidak lagi terlihat dengan jelas.
Pada akhirnya, keselamatan pelajar tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau Dinas Perhubungan. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman. ZoSS merupakan salah satu langkah penting, tetapi manfaatnya akan lebih terasa apabila didukung oleh fasilitas yang terawat, pengendara yang disiplin, serta edukasi keselamatan yang berkelanjutan.
Anak-anak merupakan pengguna jalan yang perlu mendapat perhatian khusus. Karena itu, setiap upaya untuk melindungi mereka harus dipandang sebagai investasi bagi keselamatan bersama. Bagi saya, keberhasilan ZoSS bukan sekadar terlihat dari rambu yang berdiri di depan sekolah, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memberikan ruang yang aman bagi pelajar dalam perjalanan mereka setiap hari.
