Diponegoro Dalam Kepungan Pahlawan Super: Refleksi 200 Tahun Perang Jawa

Keluarga besar SMA Islam Kepanjen, Guru Sejarah di SMAN 1 Ngantang dan anggota MGMP & AGSI
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Risang Tunggul Manik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tahun 1825 dimulailah Perang Jawa yaitu perang yang dipimpin oleh seorang pangeran bernama Diponegoro melawan penjajah Belanda. Di tahun ini yaitu 2025 tepatnya 200 tahun setelah Perang Jawa menjadi sebuah refleksi kepahlawanan Diponegoro, perlawanan sekarang bukanlah perlawanan melawan penjajahan Belanda. Namun perlawanan budaya asing dengan bermunculan tokoh pahlawan super dari dunia barat. Akankah Pangeran Diponegoro hanyalah sekedar pahlawan di ingatan bangsa namun hati, pikiran, dan perbuatan kita justru ke pahlawan super yang sedang populer di masa sekarang?

Sayangnya di masa sekarang Pangeran Diponegoro bisa jadi hanyalah sosok pahlawan yang terjebak sebagai ingatan kolektif nama jalan atau buku-buku sejarah tebal yang hampir jarang kita membacanya. Coba kita bertanya ke diri kita sendiri atau ke orang lain.
Adakah yang tahu bahwa tahun 2025 ini merupakan peringatan 200 tahun Perang Jawa?
Adakah yang tahu siapa nama asli Pangeran Diponegoro?
Coba kalau pertanyaan tersebut tentang siapa nama asli Superman? Bisa jadi semua pasti tahu nama aslinya adalah Clark Kent. sekaligus mengenal nama pahlawan super lainnya seperti Batman dengan nama aslinya Bruce Wayne, Iron Man dengan nama aslinya Tony Stark dan sebagainya.
Jika dibandingkan dengan Pangeran Diponegoro yang realistis sebenarnya para pahlawan super adalah tokoh fiktif khayalan belaka. Namun mengapa Pangeran Diponegoro kalah popular dari pahlawan super dari barat?
Pahlawan super adalah pahlawan yang memiliki kekuatan super, mereka sebegitu masifnya diperkenalkan di layar bioskop Indonesia. Mereka banyak dibicarakan di media sosial dan menjadi budaya populer dunia. Hanya saja mereka hanyalah tokoh fiktif dan kekuatan supernya ditunjukkan dengan manipulasi bantuan efek digital atau CGI (Computer-Generated Imagery).
Mari saatnya kita mengulas bahwa di balik kepungan para pahlawan super dari negeri asing, Pangeran Diponegoro tetap menjadi sosok pahlawan super asli dari Indonesia.
A. Pahlawan Lahir dari Pola Asuh yang Baik
Hampir semua pahlawan yang kita kenal berasal dari nilai-nilai keluarga yang baik. Contohnya Clark Kent (Superman) dengan ayah ibu angkatnya dan Peter Parker (Spiderman) dengan paman bibinya, di saat dewasa mereka bisa saja memilih kekuatan supernya menjadi jahat karena pengaruh keburukan yang merajalela. Namun nilai-nilai keluarga dengan pola asuh yang baik menjadi benteng kebaikan dari pengaruh buruk di masa depan.
Pangeran Diponegoro adalah contoh nyata pola pengasuhan yang baik. Pangeran Diponegoro dilahirkan dari kalangan keraton. beliau dilahirkan tahun 1785 dengan nama Bendara Raden Mas Mustahar. Beliau merupakan putra sulung Raden Mas Surojo yang nantinya menjadi Sultan Hamengku Buwono III dari istri kedua, yaitu Raden Ayu Mangkorowati yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur sekarang.
Sejak kecil hingga masa remajanya Pangeran Diponegoro memilih untuk tinggal di Tegalrejo bersama nenek buyutnya yang bernama Ratu Ageng yang tak lain adalah permaisuri dari Hamengku Buwono I. Ratu Ageng dikenal sebagai sosok yang tegas dan kritis, bahkan beliau keluar dari istana karena ketidakcocokannya dengan putranya (Hamengku Buwono II) yang saat itu dianggap mengabaikan ajaran agama.
Dari pengasuhan neneknya, Diponegoro kecil hingga remaja belajar menjadi karakter yang religius, berani dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.
B. Pahlawan Pada Umumnya Lahir di Jaman Penuh Kekacauan
Pahlawan lahir biasanya saat jaman kekacauan terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kekacauan tersebut terjadi akibat ketidakadilan penguasa atau ketidakberdayaan hukum dalam menghadapai kejahatan.
Dibandingkan dengan situasi kota Metropolis di cerita Superman, kota Gotham di cerita Batman atau New York di kota para Avengers.
Situasi di Jawa tahun 1800-an hingga menjelang 1825 bisa jadi lebih tinggi kekacauannya dan gila ketidakadilannya dibandingkan kota asal para pahlawan super sekarang. Berikut kekacauan yang terjadi yaitu:
1. Campur tangan kolonial Belanda terhadap pergantian raja atau sultan di Jawa sehingga mirip pemerintah boneka karena tunduk pada penjajah. Akibatnya muncul korupsi dan persekongkolan menjatuhkan para pejabat istana yang dianggap anti Belanda.
2. Beban pajak yang semakin berat dibebankan kepada rakyat seperti pemberlakuan pajak yang berlebihan mengakibatkan keadaan masyarakat semakin tertekan. Misalnya, pintu rumah dikenakan bea pacumpleng, pekarangan rumah dikenakan bea pengawang-awang, bahkan pajak jalan pun dikenakan bagi tiap orang yang melintas, termasuk barang bawaannya. Akibatnya muncul gerombolan penjahat yang merajalela dan pemakaian opium yang luas dikalangan orang Jawa untuk menenangkan penderitaan mereka. Bahkan hampir 12% pendapatan pemerintah Belanda berasal dari perdagangan opium saat itu.
3. Tahun 1820-an terjadi pemberontakan kecil melawan Belanda mulai meletus
4. Tahun 1821, panen padi tidak memuaskan dan muncul wabah kolera pertama kali di Jawa
5. Tahun 1822, mendadak Hamengku Buwana IV meninggal dunia di usia yang masih muda. Desas-desusnya beliau di racun dan penggantinya Hamengku Buwana V yang masih berusia 3 tahun sehingga terjadi perdebatan perwalian diantara para anggota istana.
6. Akhir tahun 1822, Gunung Merapi meletus dengan dahsyat sebagai pertanda adanya kekacauan akan datang
Situasi inilah yang menyebabkan rakyat Jawa sangat merindukan kedatangan sosok Ratu Adil untuk memimpin mereka dari gelapnya jaman. Perlu diketahui gelar Diponegoro sendiri berarti “Cahaya Negara.” Sedangkan selama Perang Jawa berlangsung, beliau sempat diberi gelar Erucokro oleh pengikutnya, yang berarti Ratu Adil yang telah ditunggu kedatangannya
C. Pahlawan Berjuang dan Hidup di Tengah-Tengah Rakyat
Saat para musuh menyerang maka pahlawan super membutuhkan strategi penyamaran selain melindungi identitas juga dapat menjadikan mereka memahami kesulitan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Mereka bersembunyi dengan identitas yang berbeda sebagai jurnalis, fotografer atau pengusaha kaya. Beda halnya dengan Pangeran Diponegoro.
Selayaknya Pangeran Diponegoro yang merupakan putra raja dan seorang bangsawan berjuang justru tidak mendiami istana, beliau bergerilya dari desa ke desa dan hutan ke hutan. Selama lima tahun Perang Jawa (1825-1830) walaupun nantinya banyak pengikut beliau yang menyerahkan diri ke pihak Belanda. Namun tidak ditemui dalam tulisan sejarah bahwa pengikutnya berkhianat hingga menjerumuskan beliau sampai tertangkap ke tangan musuh. Akhirnya Belandalah yang justru menjebak Pangeran Diponegoro dalam perundingan dan mengkhianatinya dengan penangkapan.
Hal ini membuktikan bahwa rakyat Jawa saat itu membalas kecintaan beliau kepada rakyat dengan pengabdian tiada tara.
KESIMPULAN
Orang yang mencintai pahlawan super adalah orang yang mencintai tegaknya kebenaran dan kebaikan. Tidak ada yang salah dengan kita mencintai pahlawan super seperti Superman, Batman, Captain Amerika, Wonder Woman. Bisa jadi yang salah adalah kita mencintai musuh-musuh mereka seperti Lex Luthor, Thanos atau Joker hingga kita menirunya.
Di tengah kepungan pahlawan super dari dunia barat, janganlah kita melupakan sosok Pangeran kita yaitu Diponegoro. Seharusnya kita mencintai dan mengagumi beliau dengan membaca sejarahnya, mengagumi pengorbanan hidupnya dan menerapkan di kehidupan sehari-hari.
Mengapa harus Pangeran Diponegoro? Karena tidak semua pahlawan super dari dunia barat boleh ditiru perilakunya yang seringkali bertentangan dengan budaya religius dan kepribadian bangsa Indonesia.
Terima kasih Pangeran Diponegoro dan perjuangannya di 200 tahun refleksi Perang Jawa.
Semoga bermanfaat.
SUMBER RUJUKAN
Ricklefs. 2007. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. PT.Serambi Ilmu Semesta: Jakarta
Wismarini dkk. 2022. Jejak Pangeran Diponegoro Selawesi (Selarong hingga Sulawesi). Dinas Kebudayaan DIY: Yogyakarta.
