Sang Merah Putih yang Menyala Sebagai Kebanggaan, Meredup Dalam Perlawanan

Keluarga besar SMA Islam Kepanjen, Guru Sejarah di SMAN 1 Ngantang dan anggota MGMP & AGSI
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Risang Tunggul Manik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fenomena viral dikibarkannya bendera One Piece di beberapa daerah menuai beragam tanggapan. Ada yang menganggapnya lucu namun ada yang merasa sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.
Melihat fenomena di atas menjadikan kita mulai bertanya terkait bagaimanakah posisi bendera Merah Putih kebanggan kita di masa sekarang?

A. Simbol Kebanggaan Bangsa Indonesia
Seringkali terdengar isak tangis ungkapan haru dan kagum saat para atlet kita mampu mengalahkan negara lain memenangkan kejuaran regional atau dunia. Para atlet dan kita yang melihat di layar kaca bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia diiringi pengibaran bendera Merah Putih. Betapa bangganya saat peristiwa itu terjadi.
Hal yang sama adalah saat Bulan Agustus baik menjelang hingga berakhirnya peristiwa Proklamasi 17 Agustus. Hampir di seluruh depan rumah dipasang tiang bendera dengan Merah Putih melambai-lambai menyambut rasa syukur kita merayakan kemerdekaan Indonesia.
Rasa yang sama juga kita tunjukkan saat negeri kita berduka secara nasional. Entah itu mengingat tragedi kepahlawanan atau tragedi bencana alam. Solidaritas kita selain membantu secara kemanusiaan juga mengibarkan bendera setengah tiang.
Keseharian kita juga tidak terlepas dari bendera Merah Putih. Bagi yang bersekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah ke atas atau bekerja di instansi pemerintahan diwajibkan melaksanakan upacara bendera yang dilaksanakan tiap Hari Senin.
Bendera Merah Putih akan tetap dan selamanya menjadi kebanggaan rakyat selama itu pula Indonesia masih berdiri hingga kiamat sekalipun.
Munculnya bendera One Piece yang viral menjelang perayaan dirgahayu Indonesia ke-80 menjadikan berbagai macam sebab diantaranya:
1. Para pengibar bendera One Piece terispirasi dari tokoh anime buatan Eiichiro Oda yaitu bajak laut Luffy dkk dalam menentang pemerintah dunia yang korup dan otoriter. Bendera Jolly Roger atau dikenal bendera One Piece menjadi simbol perlawanan yang ingin disampaikan oleh para penggemar dengan mengangkat perjuangan dunia fiksi anime ke dunia realitas yang nyata.
2. Hampir sebagian besar masyarakat atau para pengibar bendera One Piece belum memahami bahwa ada satu bendera yang sebenarnya mewakili aspirasi dan sebagai simbol perlawanan mereka. Bendera itu adalah Merah Putih. Kenapa Bisa? Mari kita tengok Merah Putih dalam kesejarahan Indonesia.
B. Simbol Perlawanan dalam Kesejarahan Indonesia
Sang Merah Putih adalah simbol perlawanan melawan penjajah. Mari kita perdengarkan cerita dari Sang Proklamator Sukarno mengenai bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 1945.
“Upacara (pembacaan proklamasi) itu berlangsung sederhana. Tetapi apa yang kami rasakan kurang dalam kemegahan, kami penuhi dalam harapan.… Istriku telah membuat sebuah bendera dari dua potong kain. Sepotong kain putih dan sepotong kain merah. Ia menjahitnya dengan tangan. Inilah bendera resmi yang pertama dari Republik. Tiang benderanya berupa batang bambu panjang yang ditancapkan ke tanah beberapa saat sebelum itu. Buatannya kasar. Dan tidak begitu tinggi.” (Adams: 267)
Sukarno juga bercerita saat pengibaran bendera Merah Putih yaitu:
“Tidak ada orang yang ditugaskan mengibarkan bendera Merah Putih keramat itu … Dan tak seorang pun berpikir sejauh itu. Latief Hendraningrat, satu dari beberapa hadirin yang memakai seragam, berada dekat tiang. Setiap orang menunggu dengan tegang ketika dia mengambil bendera itu, mengaitkan pada tali yang kasar dan kusut dan mengibarkannya… seorang diri… dengan kebanggaan… untuk pertama kali setelah tiga setengah abad…. Saat itu pukul 10. Revolusi sudah dimulai.” (Adams: 267-269)
Ada yang menarik dari uraian cerita Sukarno di atas bahwa pengibaran bendera Merah Putih yang sangat sederhana saat proklamasi sebenarnya menandai dimulainya revolusi kemerdekaan. Begitu juga seandainya bendera Merah Putih diturunkan oleh penjajah, maka sebuah keharusan semua rakyat Indonesia membelanya.
“ALHAMDULILLAH, bendera Republik sekarang telah berkibar, (kataku dalam hati). Kalau pun ia diturunkan lagi, itu harus melalui mayat dari tujuh puluh dua juta bangsaku. Apa pun yang terjadi, kami tak ‘kan melupakan semboyan revolusi: Sekali Merdeka tetap Merdeka!” (Adams: 269).
Sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan yaitu September 1945 mendaratlah tentara Sekutu Inggris dengan dibonceng oleh tentara Belanda yaitu NICA. Bulan-bulan berikutnya hingga berganti tahun nyatanya antara pasukan Sekutu dan NICA terjadi pertempuran dengan para rakyat Indonesia dan tentara kita. Menandai perang Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
Setelah tentara Sekutu selesai melaksanakan tugasnya dengan memulangkan tentara Jepang di Indonesia, maka tinggalah tentara NICA Belanda yang berusaha merebut kemerdekaan dengan melakukan Agresi Militer Belanda II menyerang ibukota RI yaitu Yogyakarta tahun 1948. Berikut kondisi bendera Merah Putih Indonesia menurut penuturan Sukarno saat itu:
“Sejak hari kami memproklamasikan kemerdekaan, Sang merah Putih yang keramat itu telah berkibar siang dan malam, di tengah hujan dan tembakan hingga kami pindah ke Jogja. Ketika naik kereta api ia kulipat di dalam kopor pribadiku. Di sini ia kusimpan di dalam peti besi dan hanya dikibarkan pada tiap tanggal 17 Agustus. Warna merahnya sudah pucat menjadi merah mawar, tetapi di dalam hati kami ia tetap merah Bagai darah yang telah tertumpah di dalam perjuangan mempertahankannya.” (Adams: 307-308).
KESIMPULAN
Tonggak kemerdekaan Indonesia dimulai dengan pembacaan proklamasi dan pengibaran bendera Merah Putih di Bulan Agustus 1945. Di masa 80 tahun setelah kemerdekaan RI, sudah seharusnya kita menyandarkan konteks kemerdekaan sesuai dengan zamannya.
Kemerdekaan di masa lalu adalah melepaskan diri dari belenggu penjajahan asing yaitu Belanda.
Kemerdekaan di masa sekarang juga sama yaitu melepaskan diri dari penjajahan, tidak hanya penjajahan asing namun juga penjajahan dari bangsa kita sendiri yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan.
Bendera Merah Putih sebagai simbol perlawanan di tahun 1945 masih tetap relevan menjadi simbol perlawanan di tahun 2025 ini. Tanpa bendera One Piece dengan dasar warna hitam dan tengkorak lucu memakai topi jerami, cukup dengan dwi warna sudah mempresentasikan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Merah berarti berani dan putih berarti suci menunjukkan perjuangan keberanian kita dilandasi dengan niat yang suci melawan penjajahan.
Mengapa Sang Merah Putih yang menyala sebagai kebanggaan dan meredup dalam perlawanan di masa sekarang? Karena kita selalu bangga mengibarkan bendera Merah Putih namun lupa akan sejarah bahwa Merah Putih memiliki semangat melawan angkara murka dalam segala bentuk penjajahan di atas bumi Indonesia. Semoga menjadi introspeksi kita bersama.
Dirgahayu Indonesiaku yang ke-80 tahun. Tetap jaya selamanya.
SUMBER RUJUKAN
Adams, Cindy. 2018. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. PT Media Pressindo: Yogyakarta
Suryajaya, Martin. 2017. Kisah Merah Putih. Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI: Jakarta
