Konten dari Pengguna

Teater dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Risanti Nurhidayanti

Risanti Nurhidayanti

Haii nama saya risanti. Umur saya masih muda 20 tahun, tapi masih jomblo ehee. Saat ini saya berstatus sebagai mahasiswa aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Risanti Nurhidayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pementasan Teater Virtual, sumber youtube channel Petaram PBSI UIN Jakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Pementasan Teater Virtual, sumber youtube channel Petaram PBSI UIN Jakarta.

Berbicara mengenai teater, pasti yang ada di dalam pikiran banyak orang adalah panggung pementasan. Teater sudah dipentaskan oleh beberapa jenjang pendidikan, contohnya: SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Oleh Karena itu seni peran tidak pernah mengenal usia.

Teater juga biasa dikenal dengan sebutan drama. Seperti yang dikemukakan oleh H. Soediro Satoto bahwa teater merupakan istilah lain dari drama. Dalam arti lebih luas yakni meliputi proses pemilihan naskah, penafsiran, penggarapan, pemahaman dipublik (analisis drama & teater 2012:6).

Awal mula munculnya drama berasal dari upacara ritual keagamaan. Namun pengertian tersebut termasuk ke dalam pengertian drama yang primitif.

Sejarah Drama

Drama dimulai ketika pada saat manusia mulai berpikir dan berkomunikasi dengan alam. Dahulu drama pertama kali dilakukan sama seperti dengan story telling. Manusia zaman dahulu menceritakan ulang kehidupan sehari-harinya kepada orang sekitar dengan gerakan langsung. Berkaitan dengan cerita drama zaman ini yang menceritakan kehidupan sehari-hari.

Pengertian Teater

Turahmat menyebutkan arti teater secara luas ialah tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Kemudian arti teater secara sempit adalah drama, yaitu kisah kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan percakapan, gerak, dan laku, didasarkan pada naskah yang dilengkapi dekor, kostum, dan sebagainya.

Teater merupakan bentuk kesenian yang salah tujuannya adalah edukasi, hiburan, bentuk ekspresi dan sarana upacara.

Pengertian Mahasiswa

Salim dan Salim (Spica, 2008) mengatakan bahwa mahasiswa adalah orang yang terdaftar dan menjalani pendidikan pada perguruan tinggi. Kemudian Susantoro (Siregar, 2006) menyatakan bahwa sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa kedinamisan dan sikap keilmuwannya yang dalam melihat sesuatu berdasarkan kenyataan objektif, sistematis dan rasional.

Antara Teater dan Mahasiswa PBSI

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) tidak akan asing mendengar kata "teater". Istimewanya Mahasiswa Program Studi ini menduduki 3 fokus yakni, Pendidikan, Bahasa, dan Sastra. Hal ini merupakan sebuah kelebihan, karena para wisudawan bisa memiliki banyak kesempatan. Beberapa lulusan Program Studi ini dapat berprofesi sebagai guru, jurnalist, penulis, seniman, sastrawan, dan lain-lain.

Teater juga merupakan bagian dari perjalanan mahasiswa saat di bangku perkuliahan. Kajian dan teori mengenai drama ditunjukkan dalam mata kuliah wajib Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tidak main-main, mata kuliah ini dilaksanakan selama dua semester. Teori dan pendekatan drama dipelajari terlebih dahulu, kemudian semester berikutnya memfokuskan pada pementasan drama.

Bagi mahasiswa tentunya ini merupakan hal yang menarik. Karena mempelajari teori drama sangat asyik. Bahkan teori yang mahasiswa pelajari sangat bermanfaat sebagai bekal untuk pementasan drama di semester selanjutnya.

Seni peran nyatanya juga menjadi minat banyak mahasiswa. Mereka begitu antusias saat mengikuti kelas mata kuliah kajian drama. Perbincangan di dalam tongkrongan mahasiswa pun tidak luput dari hasil diskusi kelas.

Misalnya, teori drama yang dibahas dan hubungannya dalam kehidupan sehari-hari. Konsep pematangan pementasan kerap kali ikut hadir di sela-sela materi. Tentu obrolan mengenai teater tidak akan terlepas dari mereka.

Selain perbincangan yang menarik, pentas teater ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Pementasan teater ini melibatkan seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Bukankah ini menjadi hal yang sangat di tunggu-tunggu? Sudah pasti.

Manfaat Teater bagi Mahasiswa PBSI

Dari cerita di atas terlihat bahwa teater rupanya berpengaruh bagi perjalanan akademik Mahasiswa. Mereka menjadi bersemangat dan aktif dalam pembelajaran di kelas. Keberadaan teater di ruang lingkup mahasiswa juga memiliki manfaat lainnya yang juga bersifat non-akademik, berikut manfaat yang didapat

Pertama, melatih dan mendalami bakat.

Seni peran atau biasa dikenal dengan acting di era milenial saat ini adalah hal yang paling diminati. Memang benar, karena seni peran atau pekerjaan sebagai aktor itu bisa disebut pekerjaan termahal di dunia.

Kedua, memperoleh nilai moral kehidupan sesungguhnya.

Teater mengajarkan nilai kesederhanaan, kemanusiaan dan kehidupan sebenarnya. Generasi saat ini lebih menyukai hal kemewahan dan popularitas. Dalam drama, inilah tujuan penulis yang disampaikan melalui naskahnya.

Ketiga, mengenal budaya Indonesia secara luas.

Umumnya kebudayaan Indonesia yang diketahui mahasiswa adalah budaya yang berasal dari keluarganya saja. Tetapi, melalui teater Mahasiswa juga mengetahui lebih dalam budaya Indonesia lain. Caranya dengan mempelajari adat istiadat, logat berbicara, cara berperilaku, dan lain-lain di panggung pementasan.

Sungguh seni teater tidak terpisahkan oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teater dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia seperti jantung dalam raga manusia.