Mereka Memang Ada di Sekitar Kita

Just Ordinary Mom
Tulisan dari Riska Marthavia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tahun 2017 adalah Tahun yang akan selalu ku ingat saat pertama kalinya aku melihat sosok putih memiliki rambut yang sangat panjang . Ini adalah cerita ku saat Aku pindah kerja ke sebuah perusahaan di Jakarta, tempat kerja ku bertempat di sebuah Ruko berlantai lima. Lantai satu adalah Lobby utama, ruang meeting dan Bagian HRD, lantai dua sampai empat adalah bagian kantor, terdiri dari Lantai dua adalah Bagian marketing, Lantai tiga adalah Bagian Pembelian, Lantai empat adalah Bagian Accounting, tempat penyimpanan dokumen dan Lantai lima adalah bagian RnD dan Mushola, aku bekerja di lantai empat di bagian accounting . Jika kita akan sholat harus naik ke lantai lima. Di lantai lima terkenal angker karena bagian Rnd sering kosong karna harus melakukan perjalanan dinas untuk testing produk. Kebetulan kantor ku ini kebanyakan chinese jadi mushola sering kosong. Jika sudah memasuki waktu sholat biasanya aku mengajak teman ku untuk sholat bersama, Karna jujur aku sosok penakut, kadang aku bisa merasakan hal-hal yang mistis.
Mushola di Lantai lima ini tertutup dan kecil, hanya bisa sholat dua sampai tiga orang. Di mushola ini di tutup oleh pintu berkaca, kita bisa melihat sesuatu dari luar. Suatu hari aku sholat bersama teman ku, kebetulan pekerjaan tidak terlalu banyak kami tidur siang sebentar. Setelah bangun aku melihat sosok putih itu dari kaca pintu mushola, sosok ini sedang berdiri. Pantas saja ketika aku tidur tadi serasa dingin sekali, kemudian aku langsung membangunkan teman ku, untuk bergegas meninggalkan mushola. Teman ku pasti mengetahui hal ini makanya ia pun tidak bertanya, karena sosok putih itu sering menampilkan wujudnya kepada orang kantor. Ini bukan hal baru bagi teman ku yang sudah lama bekerja di sana.
Untuk seorang accounting ketika akhir bulan Bagian accounting harus melakukan closing setiap bulannya. Namun di tempat baru ku ini untuk closing ini bisa sampai tengah malam atau bisa sampai pagi. Banyak kejadian di luar logika yang sering terjadi di kantor baru ku ini, kadang mesin printer yang bergerak sendiri, lalu pintu kamar mandi lantai empat sering terkunci sendiri, kadang mendengar suara-suara aneh setelah Magrib tiba. Karena sudah terbiasa orang-orang di sana cuek saja. Kejadian Makhluk tak kasat memang sering menampilkan wujudnya, Namun kejadian ini tidak pernah membuat orang sampai kesurupan, hanya ingin memberitahu bahwa mereka ada.
Di kantor baru ku ada bagian khusus untuk orang chinese yang selalu harus stand by di kantor, orang chinese ini bertugas untuk sebagai auditor internal. Ruangan itu ada di lantai empat di lorong sebelah tempat penyimpanan dokumen. Lorong tersebut ada beberapa ruangan. Entah kenapa di sepanjang lorong tersebut aku selalu merasakan suasana yang berbeda. Aku ke sana untuk menaruh dokumen setelah kami closing. Pernah aku bertanya kepada orang chinese tersebut apakah ia merasakan hal aneh saat bekerja di sana, ia pun berkata “ I am okay”. Mungkin ia berkata demikian agar aku juga tidak merasa takut.
Waktu closing pun tiba, sebelum melanjutkan aktivitas closing sehabis magrib kami mencari makan terlebih dahulu di sekitaran kantor. Setelah makan lalu kami melanjutkan untuk mengecek dan menyesuaikan data yang sudah Tim gudang berikan. Di kantor ku untuk bagian accounting lebih diprioritaskan untuk wanita karena menurut pihak kantor wanita lebih teliti dan rapi. Oleh sebab itu di kantor ku khususnya di bagian accounting mayoritas adalah wanita. Akhirnya closing selesai tengah malam. Setelah Magrib suasana di bagian accounting berbeda, aku merasakan merinding di seluruh tubuh ku tapi aku hiraukan karena ini sudah menjadi tanggung jawab ku. Peraturan di kantor ku jika sudah selesai bekerja harus mematikan lampu. Bagian lantai dua sampai tiga sudah gelap, karena bagian di sana selalu pulang tepat waktu.
Aku tinggal mengontrak dengan suami ku, Kontrakan ku ini terletak di gang kecil oleh karena itu tidak bisa masuk taksi ke dalam gang, seperti biasa suami ku menjemput di depan gang masuk ke kontrakan ku. Di dekat kontrakan ada rumah besar yang kosong cukup lama dan Kuburan, setiap aku melewati rumah dan kuburan itu aku selalu merinding. Pulang closing sudah tengah malam, area kontrakan tersebut sudah sepi dan hening. Jika sudah dekat depan gang masuk kontrakan ku aku akan menelepon suami ku untuk segera bergegas ke depan gang.
Alhamdulilah suami ku sudah ada di depan gang, Hari itu aku sedang haid menjadikan hari itu sangat melelahkan sekali. Setelah sampai aku selalu memegang tangan suami ku dan kami berjalan sepanjang gang sambil mengobrol agar suasana tidak makin sepi. Waktu sedang berjalan aku melihat ke atas rumah besar yang sudah aku ceritakan sebelumnya, benar saja aku melihat sosok putih berambut panjang sedang berjalan di balkon rumah besar itu. Aku memegang erat tangan suami ku, dan berjalan lebih cepat. Setelah sampai rumah aku bergegas bersih-bersih dan langsung tidur. Aku pun tidak berani cerita saat itu, karena aku masih sangat takut.
Esok harinya aku mulai bercerita kepada suami ku, bahwa aku melihat sosok putih berambut panjang tersebut. Suami ku mengingatkan jika pulang malam dan melewati rumah tersebut jangan lupa untuk membacakan ayat kursi dan al-fatihah.
Cerita ku selanjutnya adalah di rumah Mertua ku, aku dan suami jarang sekali pulang kampung, karena jarak yang jauh dan anak ku masih sangat kecil. Biasanya kami pulang saat Hari Raya dan waktu tertentu saat suami ku boleh diizinkan untuk cuti panjang. Saat pulang kampung anak ku sangat semangat untuk bertemu keluarga di sana, selama ini ia hanya saling memberi kabar lewat video call. Keluarga di sana sangat rindu bertemu dengan cucunya. Suami ku memiliki dua adik dan mereka masih tinggal bersama ayah dan ibu mertua ku.
Setelah sampai rumah anak ku senang sekali bertemu dengan kakek, nenek beserta tante-tante nya. Suasana penuh canda tawa. Saat malam tiba anak ku rewel sekali dan tidak mau tidur di dalam kamar. Aku percaya anak kecil masih suci, jadi ia bisa melihat sesuatu yang tidak kasat mata. Anak ku selalu menangis hingga pagi tiba, sampai ibu mertua ku selalu membacakan ayat kursi setiap malam sampai cucu nya tertidur lelap.
Menurut suami ku, dulu rumahnya ada pohon besar, lalu di tebang karena akan di buat rumah, oleh sebab itu di tengah ruangan ada lantai yang berbeda adanya ada lubang penyaring udara. Lubang penyaring udara ini sengaja di buat di sana. Suami ku bercerita tukang yang menebang pohon tersebut sakit berhari-hari. Setelah ditanyakan ke pihak yang lebih mengerti hal tersebut untuk membuat lubang penyaring udara tersebut. Kini ku tahu dan mengerti mereka ada di sekitar kita tapi Mereka tidak akan mengganggu kita jika kita tidak mengganggu mereka terlebih dahulu. Kita harus selalu mawas diri, selalu melakukan hal positif, menjalankan segala perintah dan larangan Allah SWT.
Semoga pengalaman ku bisa menjadikan kita sebagai manusia untuk lebih taat kepada Maha pencipta, dan selalu mendapat perlindungan Nya. Walaupun mereka ada di sekitar kita, Jika kita selalu berpikir positif, mereka pun akan menjauhi kita. Mungkin kejadian ini pernah terjadi oleh teman-teman. Semoga kejadian-kejadian tersebut menjadikan kita menjadikan kita pribadi selalu tawakal.
