Post Truth 'Pentingnya Berhati-hati dalam Mengakses Informasi'

Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Risma Herlisti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknologi merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari umat manusia pada zaman ini. Di mana semakin hari kecanggihan dan kemudahan dalam mengakses teknologi membuat peradaban manusia semakin modern. Apabila dalam hal mengakses informasi dan komunikasi, sekarang semua bisa didapatkan dengan mudah dan cepat.
Mulai dari kian banyaknya gawai modern yang terus berkembang dengan berbagai fasilitas dan kualitasnya sebagai perangkat dalam mengakses informasi dan komunikasi. Hingga aplikasi di dalamnya yang juga terus berkembang dengan sangat baik dari segi fungsi, kemudahan dan kelancaran akses, serta manfaat yang didapatkan dari penggunaannya.
Semua perkembangan tersebut dilakukan karena adanya timbal balik dari sisi pengembang dengan para penggunanya. Yang mana dari setiap masukan dan komentar serta harapan terhadap perkembangan selanjutnya oleh para pengguna, di respons dengan baik oleh para pengembang. Sehingga membuat kemajuan yang sangat signifikan dari perkembangan dunia teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi ini terus bergerak.
Kini sudah banyak terdapat aplikasi dengan berbagai macam tugas dan fungsi. Di mana aplikasi dengan jenis Media Sosial merupakan jenis aplikasi yang paling banyak digunakan untuk mengakses informasi dan komunikasi di berbagai belahan dunia, khususnya di Negara kita tercinta Indonesia. Contoh aplikasi yang banyak digunakan oleh Masyarakat Indonesia adalah, WhatsApp; Facebook; Instagram; LINE; Telegram; Twitter; dan sebagainya. Dalam mengakses Media Sosial para penggunanya perlu menghubungkan perangkat mereka pada pada suatu koneksi internet yang disebut juga dengan sistem “online” (dalam jaringan).
Selain itu para pengguna juga diharuskan untuk membuat setidaknya satu buah akun. Suatu akun ini sebetulnya tidak hanya diperuntukkan sebagai representasi dari satu orang/individu saja, tetapi bisa juga akun itu dibuat oleh suatu komunitas/organisasi, instansi , maupun lembaga pemerintah yang biasanya secara resmi mempunyai tanda verifikasi tersendiri pada akun mereka. Tanda akun terverifikasi biasanya juga terdapat pada akun individu milik orang-orang penting dan terkenal, contohnya seperti Akun Pribadi, milik Presiden serta tokoh negara lainnya dan juga para seniman serta tokoh masyarakat terkenal.
Tujuan dibuatkannya tanda akun terverifikasi ini adalah untuk menandai bahwa akun tersebut merupakan akun yang dipegang dan dikelola oleh pihak yang sebenar-benarnya dari pihak sang tokoh dan mencegah penipuan yang mungkin saja akibat adanya pemalsuan akun/identitas sang tokoh, serta menjaga integritas tokoh tersebut.
Di dalam media social ini, selain menambah relasi dan koneksi kita juga bisa membagikan foto maupun video mengenai aktivitas kita ataupun hal hal menarik lainnya yang kita sukai, kepada ruang public yang tersedia yang biasa dikenal dengan istilah mem posting (POST) atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan mengunggah. Begitupun sebaliknya, kita juga bisa melihat Post / unggahan milik orang lain. Dengan ini tak heran banyak orang yang menghabiskan banyak waktunya untuk mengakses media sosial.
Namun jangan salah, semua orang yang ada di dunia, khususnya para pengguna media sosial ini bisa mengunggah hal apa saja yang mereka inginkan. Walaupun sebenarnya sudah ada aturan dari masing-masing pihak pengembang aplikasi mengenai pelanggaran penayangan foto maupun video yang mengandung unsur kekerasan & provokasi, SARA, asusila, dan mengenai berita bohong (HOAX), serta Hal Negatif lainnya. Namun semua aturan di atas belum cukup untuk bisa mengatasi pelanggaran yang tetap saja bisa terkait penayangan media yang melanggar aturan tersebut.
Di samping adanya pemberitaan bohong / palsu, ada juga sebagian orang yang menginginkan dirinya dilihat dan dikenal sebagai seorang yang sangat superior dalam berbagai hal. Baik kecantikan / ketampanan, kekayaan / kemewahan hidup, sampai hubungan percintaan. Sehingga, beberapa orang di antaranya rela mengunggah sebuah kepalsuan pada unggahan mereka (tidak sesuai dengan realita yang ada).Demi kepuasan tersendiri yang hanya dapat dirasakan oleh mereka sendiri.
Mengenal post truth
Maraknya unggahan palsu dengan adanya maksud dan tujuan tertentu di dalamnya terjadi di era post truth ini. Era post truth merupakan era di mana kebenaran tertutup oleh penyamaran kebohongan yang dilakukan dengan cara mempermainkan emosi dan perasaan kita.
Era Post Truth, di mana setiap kebohongan yang ada pada masyarakat yang dipercaya dan disebarkan secara berkelanjutan bisa sebagai suatu kebenaran dan dianggap wajar. Diikuti dengan berbagai macam alibi dan drama membuatnya semakin menarik simpati orang untuk mempercayai sebuah kebohongan itu.
Apabila pada zaman sekarang. Di mana teknologi semakin canggih yang semakin memudahkan kita dalam mengakses informasi dan komunikasi. Melalui media sosial memang kita bisa mendapatkan banyak informasi dan hiburan serta hubungan pertemanan bahkan dengan orang yang jauh sekalipun. Namun apapun bisa terjadi, karena semua orang bisa mengunggah apapun yang mereka mau, sesuka hati mereka. Kebenaran yang sebenar-benarnya hanyalah diri mereka masing-masing yang mengetahuinya.
Jadi, tetaplah bijak dalam menggunakan sosial media, serta berhati-hati dan juga berhati dalam menanggapi orang lain yang dikenal melalui media sosial. Karena kita tidak tahu bagaimana kebenaran yang sebenar-benarnya pada era Post Truth ini.
Kemudian, bagi yang mengunggah berita serta unggahan palsu, ingatlah.
“sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga”.
Risma Herlisti, Mahasiswa UIN Prof, K.H. Syaifuddin Zuhri Purwokerto.
