Konten dari Pengguna

Peran Protein Hewani untuk Mencegah Stunting pada Anak

nyonyanyinya

nyonyanyinya

Blogger for life

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari nyonyanyinya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Anaknya dikasih makan sayur yang banyak dong, biar sehat"

Pernah gak sih kalian denger nasehat kayak gini? Sebagai Ibu baru, saya paham banget sih maksud nasehat kayak gini tuh baik, tapi pertanyaannya, kenapa harus sayur yang dibanyakin?

Beberapa waktu lalu saya diundang oleh Kumparan Mom yang bekerja sama dengan Frisian Flag ke acara "Belajar Seru tentang Gizi" di Mercure Hotel, Cikini, Jakarta Pusat. Dalam event tersebut turut mengundang Dr. Ir. Subandi Sardjoko, Msc selaku Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, dr. Diana F. Suganda seorang Nutrisionis, dan tidak ketinggalan ada cooking demo dengan Chef Astrolem Putra. Sesuai dengan temanya, acara ini mengupas tuntas tentang manfaat protein hewani sebagai sumber kebutuhan protein untuk tumbuh kembang anak.

Kekurangan gizi pada anak bersiko besar untuk terjadi stunting. Apa itu stunting? Jadi, stunting adalah kondisi kekurangan gizi dan nutrisi kronis secara berkepanjangan dan berkelanjutan dalam waktu yang cukup lama. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sehingga hal ini sangat menjadi concern pemerintah untuk mencari solusinya, padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu sumber pangan yang kaya akan nutrisi adalah ikan. Kandungan yang ada pada ikan sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, karena ikan kaya akan DHA, Vitamin B12, dan Vitamin D.

Seperti yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ir. Subandi Sardjoko yang menyatakan bahwa sebenarnya banyak sekali sumber pangan di Indonesia yang kaya akan protein. Daging sapi, daging unggas, ikan, telur, dan juga produk susu adalah contoh protein hewani yang sangat kaya akan nutrisi untuk mencegah stunting pada anak. Stunting tidak dapat diobati, tetapi stunting dapat dicegah, oleh karena itu penting sekali untuk memberikan asupan nutrisi yang mengandung protein kepada anak.

Stunting dapat dicegah dari awal sejak masa kehamilan. Ibu hamil yang kurang gizi kronis berisiko besar untuk memiliki anak yang stunting. Bahkan, dijelaskan oleh Bapak Subandi bahwa kondisi Ibu saat remaja juga memiliki pengaruh terhadap risiko stunting pada anak. Remaja putri yang terkena anemi atau ADB cederung berisiko memiliki anak yang stunting. Cara terbaik untuk mecegah stunting pada anak-anak adalah dengan memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi pada Ibu dan juga pada saat periode emas anak.

Hal serupa juga dijelaskan oleh dokter Diana selaku pakar nutrisi, tentang pentingnya kebutuhan protein hewani untuk mencegah stunting pada anak. Mengapa anak membutuhkan protein hewani?

  • Saat dikonsumsi, protein dipecah menjadi asam amino

  • Protein asam amino digunakan dalam seluruh proses metabolisme tubuh

  • Protein hewani mengandung lebih banyak asam amino essensial yang berguna bagu tubuh, jika bandingkan protein nabati.

Protein hewani mengandung lebih tinggi:

  • Vitamin B12 terdapat pada ikan, daging, unggas, produk susu

  • Vitamin D terdapat pada ikan berlemak, telur, produk susu (protein nabati juga mengandung vitamin D, tetapi pemanfaatannya masih lebih baik protein hewani)

  • DHA (asamlemak esensial omega 3) yang terdapat pada ikan. DHA sangat penting untuk kesehatan otak, namun DHA sangat sulit didapatkan dari sumber protein nabati.

  • Zat besi-heme yang terdapat pada daging merah. Zat besi heme lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non heme dari tumbuhan.

  • Zinc/Seng yang terdapat pada daging sapi, babi, kambing. Kandungan zinc/seng dari protein hewani lebih mudha diserap oleh tubuh dibanding sumber nabati.

Apa sih sebenarnya manfaat protein hewani untuk anak-anak di masa pertumbuhan emasnya?

  1. Pembentukan jaringan otot

  2. Mengendalikan asupan gula

  3. Mencegah rambut rontok

  4. Meningkatkan kekebalan tubuh

  5. Menyeimbangkan hormon

  6. Membuat kulit semakin sehat

Dari banyaknya manfaat protein hewani terhadap kebutuhan nutrisi anak ini menjadi pengingat kepada semua Ibu bahwa jangan sampai anak kita kekurangan nutrisi karena sumber protein hewani di Indonesia jumlahnya sangat banyak. Dokter Diana juga mengingatkan tentang pentingnya sarapan, terutama sarapan yang bernutrisi untuk anak-anak. Yang terpenting, jangan lupa untuk memberikan sarapan dengan gizi seimbang agar tumbuh kembang anak bisa berjalan maksimal.

Yang tidak kalah seru dari event MomsMingle dari Kumparan Mom ini adalah di akhir acara, kami ajak untuk cooking demo & cooking competition dengan Chef Astrolem. Menu masakan yang dibawakan adalah Lasagna Terong. Walaupun kelompok saya tidak menang saat dilombakan hasil masakannya, tapi kami senang sekali bisa belajar masak makanan sehat dengan gizi seimbang untuk keluarga.