Penggelolaan Sampah Anorganik Menjadi Rupiah dalam Program Magang UNTAG Surabaya
Tulisan dari Kristina Nembong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menyelenggarakan Program MBKM, salah satunya program kewirausahaan berwawasan lingkungan. Program ini diikuti oleh 6 mahasiswa dan melaksanakan kegiatan magang selama maret sampai juni. Program magang sendiri dapat menjadikan wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapatkan selama perkuliahan berlangsung.
Sampah menjadi permasalahan yang serius. Terutama di kota-kota besar seperti Surabaya. Dari hasil kegiatan manusia setiap hari ditambah peningkatan populasi penduduk, akan berdampak pada meningkatnya volume sampah. Tentunya banyak sekali sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, salah satunya sampah anorganik atau sampah kering.
Pumpungan IV/61 RT 03 RW 02 Surabaya, yang tidak luput dari permasalahan sampah. Terutama dalam penggelolaan sampah yang belum maksimal dalam penanganannya. Penanganan sampah yang mereka lakukan adalah membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa menggelola dengan melakukan pemilahan. Hal ini terjadi, karena kurang pemahaman warga dalam menggelola sampah. Hingga, hal seperti ini akan semakin memburuk dan tidak terkoordinasi dengan baik.
Maka dari itu, dengan adanya program MBKM Kewirausahaan berwawasan lingkungan ini mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dibawah bimbingan ibu Herlina Kusumaningrum.S.Sos.,M.A. selaku dosen pembimbing lapangan mengedukasikan warga Pumpungan IV untuk membentuk Bank Sampah Unit sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah anorganik. Ada pun prosedur kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk mengedukasikan warga tentang penggelolaan sampah dan pemanfaatan sampah sampah anorganik yang bisa dipilah dan bisa menghasilkan uang.
Melalui sosialisasi tersebut, tim magang UNTAG berhasil membentuk Bank Sampah Unit di Pumpungan IV. Bank Sampah Unit (BSU) Pumpungan IV Surabaya merupakan salah satu nasabah yang menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Unit UNTAG. Bank Sampah Unit UNTAG sendiri merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah.
Ada pun struktur pengumpulan sampah yang diterapkan. Melakukan pemilahan terlebih dahulu, penimbangan, pencatatan, dan pengangkutan sampah. Pengangkutan sampah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim magang. Terhitung, sampah anorganik BSU tersebut selama satu bulan ini mencapai 25kg. Sampah yang telah terkumpul dari BSU Pumpungan IV akan dibawa ke Bank Sampah Unit UNTAG dan akan dipilah. Kemudian, diangkut dan disetorkan ke Bank Sampah Induk Surabaya. Uang yang didapatkan akan dibagi kepada nasabah yang telah mengumpulkan sampah.
Melalui kegiatan kerja sama ini, warga menjadi sadar bahwa sampah bisa menghasilkan rupiah dan dapat menjaga kelestarian lingkungan. Harapan mahasiswa yang mengikuti program MBKM kewirausahaan berwawasan lingkungan ini, diharapkan nasabah dan masyarakat setempat lebih menyadari pentingnya penggelolaan sampah dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #Kampuskompeten

