Golongan yang Dijanjikan Surga, Siapakah Mereka?

Mahasiswa Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Risty Aprilia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surga yang Dijanjikan
Surga yang dijanjikan dalam Islam bukan hanya tempat penuh kenikmatan, tetapi juga digambarkan dalam hadis sebagai merindukan hamba-hamba Allah yang istimewa. Lalu siapa saja mereka yang dijanjikan surga atasnya? Dalam riwayat Abu Daud dan Imam at-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:
الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةٍ نَفَرٍ: تَالِي الْقُرْآنِ، وَحَافِظِ اللِّسَانِ، وَمُطْعِمِ الْجِيَاعِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
Surga itu merindukan empat golongan manusia.
Hadis ini mengandung pesan mendalam, ada hamba-hamba Allah yang begitu istimewa hingga surga sendiri merindukan kehadiran mereka. Siapakah Mereka?
Inilah hamba-hamba yang dijanjikan surga bagi mereka yaitu:
1. Orang yang Mencintai Al-Qur’an
Golongan pertama adalah orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Mereka senantiasa berinteraksi dengan kalam Allah di setiap waktu, baik lapang maupun sempit. Membaca Al-Qur’an bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menenangkan hati. Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat, sementara yang terbata-bata tetap mendapat dua pahala: pahala membaca dan pahala berusaha belajar. Bahkan, orang yang gemar membaca Al-Qur’an disebut sebagai "Ahlullah" keluarga Allah.
2. Orang yang Menjaga Lisan
Golongan kedua adalah mereka yang menjaga ucapan dari kata-kata kotor, ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.
Allah menjanjikan dua hadiah bagi orang yang menjaga lisannya (QS. Al-Ahzab: 70–71):
- Allah akan memperbaiki amal-amalnya.
- Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Menjaga lisan adalah cermin dari kualitas iman seseorang.
3. Orang yang Memberi Makan Orang Lapar
Golongan ketiga adalah mereka yang peduli sosial dengan memberi makan orang lain. Rasulullah ﷺ pernah ditanya: “Islam yang paling baik itu apa?"Beliau menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
Memberi makan orang lain dan mengucapkan salam kepada yang dikenal maupun tidak dikenal.
Bahkan, dalam hadis lain disebutkan bahwa di surga ada kamar istimewa yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berkata benar, memberi makan, berpuasa, dan melaksanakan salat malam.
Secara medis, berbagi makanan juga meningkatkan hormon serotonin yang berperan dalam menjaga kesehatan mental. Artinya, memberi makan bukan hanya ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan.
4. Orang yang Berpuasa Ramadan
Golongan terakhir adalah mereka yang berpuasa di bulan Ramadan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, menjaga lisan, serta memperbanyak ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Barang siapa memberi buka puasa orang lain, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.
Ramadan adalah momentum untuk menggabungkan semua amalan: membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, berbagi makanan, dan berpuasa. Inilah paket lengkap yang menjadikan seorang hamba dirindukan oleh surga.
Semoga kita termasuk dalam golongan tersebut, sehingga bukan hanya merindukan surga, tetapi juga menjadi hamba yang dirindukan oleh surga.
Wallahu a‘lam.
