Konten dari Pengguna

Muharram, Ada Apa di dalamnya? Ini Rahasia yang Jarang Diketahui!

Risty Aprilia

Risty Aprilia

Mahasiswa Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Risty Aprilia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/matahari-terbenam-jalan-bayangan-hitam-siluet-18285745/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/matahari-terbenam-jalan-bayangan-hitam-siluet-18285745/

Berbicara tentang Muharram

Ada apa sebenarnya di bulan Muharram ? banyak dari kita yang sepenuhnya belum mengetahui amalan-amalan yang utama dalam bulan tersebut. Ternyata Ada banyak rahasia tersimpan dan hal yang indah sebenarnya di balik bulan Muharram serta ibrah dan hikmah yang bisa kita ambil tapi kita seringkali tidak paham, padahal ada hal-hal yang dapat menjadi renungan dan ditadabburi sehingga akan menambah iman kita secara signifikan dan takwa kepada allah ﷻ dan ini pun dibahas oleh para ulama, tentang hal-hal yang masih jarang diketahui oleh kita, maka dari itu penulis ingin menyampaikan terkait bulan Muharram, serta keutamaan yang paling utama yang bisa kita amalkan ketika memasuki bulan Muharram.

Pertama yang akan kita angkat adalah apa yang sudah diangkat oleh para ulama kita diantaranya, Al-Hafidz Ibnu Rajab. Dalam sebuah hadis Riwayat Muslim,

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

“Sebaik-baik puasa setelah bulan ramadhan adalah berpuasa di bulan allah yang bernama Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah qiyamullail”.(H.R Muslim)

Ini adalah salah satu hadis yang sangat identik dan tidak bisa dipisahkan dengan bulan Muharram, sebatas hadis ini saja sudah membuat bulan Muharram menjadi begitu spesial dan secara otomatis akan disikapi spesial juga oleh umat islam. Dan hadis di atas juga menunjukkan kepada kita bahwa bulan ini adalah bulannya berpuasa, dan apa yang dimaksud dengan puasa di dalam hadis ini dijelaskan oleh sebagian para ulama bahwa yang dimaksud puasa di dalam hadis ini adalah puasa sunnah yang mutlak. Maksud dari puasa sunnah mutlak ini sebagaimana yang dijelaskan sebagian para ulama seperti Al-Hafiz Ibnu Rajab, puasa sunnah mutlak itu paling utama dikerjakan di bulan Muharram sebagaimana salat sunnah mutlak yang paling utama adalah qiyamul lail di malam hari.

Sehingga puasa yang hendak dikerjakan bukan hanya puasa asyura, puasa asyura itu adalah bagian terbaik di bulan Muharram maka kita tidak perlu menunggu tanggal 10 untuk berpuasa, karena hari-hari lain di bulan Muharram kita tetap bisa berpuasa. Semua amal ibadah termasuk puasa yang dikerjakan di bulan Muharram itu pahalannya dilipat gandakan oleh allah ﷻ, kenapa demikian? Karena bulan ini masuk ke dalam bulan haram dalam surat At-Taubah ayat 36. Dan keutamaan bulan haram adalah setiap amal ibadah pahalanya dilipat gandakan serta dosa dilipat gandakan juga oleh allah ﷻ. Oleh karena itu, di bulan Muharram ini perlu untuk mengingat dalil-dalil tentang keutamaan puasa dan esensi dari puasa supaya termotivasi untuk semangat berpuasa sunnah di bulan ini.

Bulan Muharram ini termasuk dalam 4 bulan yang istimewa, ada sebagian para ulama yang menyatakan bahwa bulan yang paling istimewa diantara 4 bulan ini adalah bulan Muharram sebagaimana pandangan al-Hasan dan ulama lain, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan an-nasai, ketika itu Abudzar bertanya kepada nabi Muhammad ﷺ, bagian manakah dari malam yang menjadi bagian malam terbaik dan bulan apa yang terbaik? Lalu nabi menjawab, sebaik-baik malam itu di tengah malam khususnya di sepertiga malam, dan sebaik-baik bulan adalah bulan yang kalian namakan Al-Muharram. Dijelaskan dalam riwayat lain bahwa nabi mengatakan “Wa afdhalus syuhur ba’da syahri ramadhan Almuharram”. Dan sebaik-baik bulan setelah ramadhan adalah Al-Muharram, hadis ini disahihkan oleh syeikh Albani dalam sahih jami’. Dalil-dalil tersebut yang dijadikan dalil oleh sebagian ulama yang menyatakan bulan Muharram adalah bulan haram teristimewa, terlepas dari adanya perbedaan seperti ulama lain yang mengatakan yang paling istimewa adalah bulan dzulhijjah. Tapi yang perlu ditekankan adalah semangat untuk beribadah, meskipun di bulan muharram tidak punya 10 hari pertama seperti di bulan dzulhijjah tapi bulan Muharram punya keutamaan yang istimewa, bulan Muharram ini termasuk dalam tiga dimensi waktu yang diagungkan, yaitu 10 hari terakhir ramadhan,10 hari pertama dzulhijjah dan 10 hari pertama Muharram. Jadi para sahabat memuliakan 10 hari pertama Muharram sebagaimana para sahabat memuliakan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah dan 10 hari terakhir di bulan ramadhan.

Dengan demikian pentingnya kita memaksimalkan hari-hari di bulan Muharram khususnya di 10 hari pertama Muharram dan tentu saja secara spesifik berpuasa di hari asyura. Dalam sebuah hadis sebagaimana yang disampaikan oleh abdullah bin abbas ketika beliau di tanya tentang puasa yaumi asyura,berpuasa di tanggal 10 muharram, nabi menyampaikan bahwa “aku tidak pernah melihat rasulullah berpuasa di sebuah hari di mana beliau benar-benar berusaha mendapatkan keutamaan hari tersebut dibanding hari-hari yang lain kecuali di hari ini maksudnya hari asyura dan di bulan ramdhan”. Jadi Ibnu Abbas mengatakan bahwa aku tidak pernah melihat rasullulah begitu berjuang dalam berpuasa untuk mendapatkan keutamaan di hari tersebut, kecuali di tanggal 10 Muharram yaitu asyura. Dan keutamaan dari 10 hari pertama di bulan muharram ini dengan memaksimalkan khususnya di tanggal 10, dalam hadis riwayat muslim rasullulah menyampaikan “aku berharap allah menghapuskan dosa-dosa setahun ke belakang”. Diantara keutamaan puasa asyura adalah menggugurkan dosa selama satu tahun.