Meratap Tak Bertepi

Kepala SMA Rex Mundi Manado
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Rita Manuel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di sudut malam yang tak lagi bersuara,
aku duduk bersama sepi yang setia,
menghitung luka yang tak pernah reda,
seperti ombak yang enggan berhenti di dada.
Langit pun enggan menatap mataku,
bintang-bintang jatuh tanpa restu,
dan bulan hanya diam membisu,
menyimpan pilu yang tak pernah tahu.
Tangisku menjelma hujan panjang,
jatuh perlahan di relung kenangan,
setiap tetesnya membawa bayang,
tentang rindu yang tak menemukan pulang.
Dalam sunyi aku memanggil nama-Mu,
Tuhan, di antara rapuh dan keluh,
ku serahkan hati yang nyaris runtuh,
pada kasih-Mu yang tak pernah luluh.
Jika esok masih menyisakan perih,
biarlah iman ini tetap berdiri,
meski langkah goyah dan jiwa letih,
Engkau cahaya di gelapku yang sepi.
Aku meratap tanpa ujung waktu,
namun di dalam doa kutemukan temu,
bahwa di balik luka yang membeku,
ada harapan yang Kau rajutkan untukku.
