Setapak Namun Berujung

Kepala SMA Rex Mundi Manado
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Rita Manuel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di langkah kecil yang nyaris tak terdengar
aku meniti sunyi di antara ragu dan getir
setapak demi setapak
seolah tak menuju ke mana
namun hati tahu, Engkau ada di ujung sana.
Angin menggugurkan tanya di dadaku
tentang arah, tentang makna
tentang mengapa jalan ini sempit dan berliku
sementara dunia menawarkan jalan lebar tanpa cahaya.
Tuhan
di tiap lelah yang kupeluk diam-diam
aku belajar bahwa dekat-Mu
tak selalu tentang cepat sampai
melainkan setia melangkah meski tak melihat.
Jika langkahku goyah
biarlah kasih-Mu menjadi tanah yang menahan jatuhku
jika jalanku gelap
biarlah nama-Mu menjadi pelita yang tak padam.
Dan saat akhirnya aku tiba
bukan pada tempat
melainkan pada damai yang Kau janjikan
aku akan mengerti:
bahwa setapak yang sederhana ini
ternyata telah berujung pada-Mu.
