Konten dari Pengguna

Mengungkap Misteri Cacar Monyet: Gejala, Penularan, dan Pencegahan

Ritter Moses

Ritter Moses

Dedicated undergraduate Biology student at ITS with a passion for exploring the intricate world of living organisms and their cellular and molecular processes. Volunteer corps at Palang Merah Indonesia (Indonesian Red Cross Society).

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ritter Moses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar virus cacar monyet (merah) yang ditemukan dalam sel terinfeksi (biru) pada citra mikroskop elektron. Foto : CDC.gov : By National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar virus cacar monyet (merah) yang ditemukan dalam sel terinfeksi (biru) pada citra mikroskop elektron. Foto : CDC.gov : By National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID)

Semenjak munculnya kasus pertama di Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2022 hingga kembali muncul pada awal Oktober 2023, cacar monyet kerap menjadi topik hangat di media sosial. Sebenarnya apa itu cacar monyet ? Cacar monyet (monkeypox atau mpox) adalah penyakit virus yang pertama kali diidentifikasi pada koloni monyet di Copenhagen pada tahun 1958. Nama "cacar monyet" berasal dari tahun 1958 setelah kasus pertama didokumentasikan pada monyet yang digunakan untuk penelitian, meskipun monyet bukanlah pembawa utama penyakit ini. Cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet, yang merupakan virus DNA untai ganda dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Virus ini memiliki kekerabatan erat dengan virus variola, yang menyebabkan cacar air.

Gejala Cacar Monyet

Tangan dari penderita cacar monyet. Foto : CDC.gov : By Brian W.J

Salah satu gejala cacar monyet yang paling terlihat jelas adalah munculnya bintik-bintik berisi cairan, namun gejala cacar monyet dapat bervariasi tergantung dari tingkat keparahannya, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Gejala-gejala biasanya muncul dalam waktu 5 hingga 21 hari setelah terpapar virus cacar monyet. Gejala umum cacar monyet meliputi:

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot dan sakit punggung

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Menggigil

  • Kelelahan

  • Ruam yang dapat terlihat seperti jerawat atau lepuh yang muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ruam yang disebabkan oleh cacar monyet biasanya dimulai sebagai bintik-bintik datar yang berubah menjadi benjolan, yang kemudian terisi cairan. Benjolan akan mengeras dan rontok saat sembuh. Ruam dapat terasa nyeri atau gatal lesi berkembang dari makula (lesi dengan dasar datar) menjadi papula (kulit bewarna merah dan bengkak) menjadi vesikel (berisi cairan bening) menjadi pustula (berisi nanah), diikuti oleh keropeng atau kerak. Cacar monyet dapat menyebabkan gejala mirip flu seperti demam dan menggigil.

Cara Penularan

Ilustrasi monyet. Foto : CDC.gov : By Brian W.J

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis, yang berarti penyakit ini dapat menyebar antara hewan dan manusia. Berikut adalah cara-cara cacar monyet dapat menyebar ke manusia:

  • Kontak langsung dengan lesi atau cairan yang terdapat pada lesi orang atau hewan yang terinfeksi

  • Kontak langsung dengan bahan yang telah menyentuh cairan tubuh atau lesi dari orang atau hewan yang terinfeksi, seperti pakaian atau seprai

  • Sekresi pernapasan saat orang melakukan kontak dekat dan tatap muka dengan orang yang terinfeksi

  • Melalui air mani, meskipun belum diketahui apakah infeksi dapat menyebar melalui cairan vagina, cairan ketuban, air susu ibu, atau darah

  • Penularan dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran. Penularan juga dapat terjadi selama kegiatan seperti berburu atau mengolah hewan untuk dikonsumsi

Meskipun penularan melalui pernapasan tampaknya jarang terjadi, namun penyebaran virus melalui sekresi pernapasan masih mungkin terjadi ketika orang melakukan kontak dekat dan tatap muka dengan orang yang terinfeksi. Penyakit ini juga dapat menyebar dari orang ke orang atau kadang-kadang dari hewan ke manusia.

Pencegahan

Ilustrasi vaksinasi. Foto : CDC.gov : By Robin Spratling

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Semboyan itu sangatlah cocok digunakan dalam mengendalikan penularan virus cacar monyet. Pencegahan virus cacar monyet membutuhkan kombinasi strategi untuk mengurangi risiko penularan dan melindungi individu sertamasyarakat. Berikut ini beberapa strategi yang dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan cacar monyet:

  • Hindari kontak fisik dengan seseorang yang menderita cacar monyet

  • Hindari memegang pakaian, seprai, selimut, atau bahan lain yang telah bersentuhan dengan orang atau hewan yang terinfeksi

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi

  • Kenakan sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani hewan yang terinfeksi atau bagian tubuh dan cairannya

  • Hindari makan daging semak, yang merupakan daging dari hewan liar, terutama di daerah-daerah di mana cacar monyet diketahui terjadi

  • Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi bagi orang yang berisiko. Beberapa vaksin cacar dapat mencegah cacar monyet, termasuk vaksin ACAM2000 dan Jynneos

Salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran cacar adalah menghindari kontak fisik dengan orang atau hewan yang terinfeksi, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Penggunaan sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani hewan yang terinfeksi atau bagian tubuh dan cairan mereka, serta memasak semua daging secara menyeluruh sebelum dimakan merupakan langkah penting lainnya. Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi bagi orang yang berisiko. Jika terjangkit cacar monyet, isolasi diri di rumah dengan ruangan terpisah dari keluarga dan hewan peliharaan sampai ruam sembuh perlu dilakukan agar menghindari orang tercinta kita menderita penyakit ini.