Konten dari Pengguna

Peluang Ekspor Minyak Kayu Putih ke Pasar Internasional

Riyan Rafli Neka Ichsan

Riyan Rafli Neka Ichsan

Pendidikan S/1 Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Riyan Rafli Neka Ichsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut saya, salah satu minyak atsiri yang menjanjikan bagi kesehatan ialah minyak kayu putih. Minyak kayu putih berasal dari tanaman kayu putih yang merupakan tanaman asli Indonesia dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

pixabay
zoom-in-whitePerbesar
pixabay

Peluang mengekspor minyak kayu putih sangat besar karena banyak diminati oleh masyarakat internasional. Minyak esensial yang diekstrak dari daun kayu putih tersebut dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh.

Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa minyak ini dapat meningkatkan respons fagositik sistem kekebalan tubuh terhadap patogen dalam percobaan hewan tikus. Penelitian lebih kompleks menyarankan bahwa minyak kayu putih khususnya yang dihirup dan yang komponen utamanya adalah 1,8 – cineol, dapat dengan signifikan melawan virus dan masalah pernapasan, seperti brongkitis.

Terdapat berbagai macam manfaat minyak kayu putih antara lain :

  • Meredakan sakit kepala.

  • Mengobati luka kecil.

  • Meningkatkan konsentrasi.

Minyak kayu putih juga dapat digunakan untuk aromaterapi yang sedang berkembang di mancanegara. Ppasar aromaterapi di mancanegara terus berkembang dan perkiraan nilai dagangnya akan sangat tinggi apalagi dalam masa pandemi COVID-19.

Permintaan minyak kayu putih yang begitu tinggi memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan produk yang menjanjikan bagi kesehatan. Banyaknya permintaan minyak kayu putih dikarenakan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa senyawa dalam minyak kayu putih, terutama terpineol dan linalool, memiliki potensi untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh manusia. Meski begitu, belum ada manusia yang benar-benar mengkonfirmasi bahwasanya hal tersebut benar.

Selama penggunaannya masih dalam dosis normal dan sesuai dengan apa yang dianjurkan, minyak kayu putih mungkin saja bisa digunakan sebagai tindakan preventif untuk pencegahan COVID-19. Namun, protokol kesehatan tetap harus di nomor satukan, dengan cara membiasakan diri untuk mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.