Mahasiswa UNDIP Edukasi Pembuatan Tepung Ikan Lele, Wujudkan Inovasi Pakan

Saya mahasiswa Universitas Diponegoro, program studi Teknik Kimia yang sedang menjalani kegiatan KKN-Tematik. Selain itu, saya berfokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rizal Apriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Inovasi Pengolahan Lele Jadi Tepung Bernutrisi Tinggi untuk Pakan Ternak dan Produk Pangan
Tambaksari, Kendal (28 Juni 2025) – Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 38 Universitas Diponegoro, Rizal Apriyani, mahasiswa Teknik Kimia UNDIP, memperkenalkan inovasi pengolahan hasil budidaya ikan melalui edukasi pembuatan Tepung Ikan Lele (Catfish Protein Powder) kepada warga Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Program ini bertujuan memberikan nilai tambah pada hasil budidaya kolam ikan lokal, terutama ikan lele, dengan memanfaatkan ikan segar maupun sisa produksi menjadi produk bernilai tinggi yang berguna sebagai pakan ternak atau bahan tambahan pangan manusia.
Tepung ikan lele diketahui memiliki kandungan protein tinggi (sekitar 18 gram per 100 gram), kaya akan omega-3, vitamin B12, dan mineral penting seperti zat besi, fosfor, serta selenium. Selain menjadi pakan ternak yang efisien dan meningkatkan produktivitas, tepung ini juga dapat diolah sebagai campuran makanan seperti biskuit.
Langkah Pembuatan Tepung Ikan Lele:
Ikan lele dicuci bersih dan direbus selama 15–30 menit.
Setelah itu, dicampur dengan dedak (20% dari berat ikan), lalu dijemur 2–3 hari.
Bahan kering kemudian dihaluskan menggunakan blender atau mesin penggiling.
Produk akhir disimpan dalam wadah kering untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Penggunaannya dapat dengan cara sebagai bahan tambahan pakan utama. perbandingan antara tepung ikan dan pakan utama adalah 1:10.
Selain memperkenalkan cara pembuatannya, Rizal juga memberikan edukasi mengenai manfaat pakan bernutrisi tinggi bagi ternak, yang dapat meningkatkan efisiensi pakan, menjaga kesehatan, serta menurunkan angka kematian dan kerugian peternak.
Kegiatan ini diharapkan mendorong masyarakat Desa Tambaksari untuk mengembangkan diversifikasi produk lokal berbasis potensi perikanan yang melimpah, serta meningkatkan kemandirian ekonomi desa melalui inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna.
