Konten dari Pengguna

Mahasiswa UNDIP Kenalkan CaCO3 sebagai Solusi Pencegahan Pertumbuhan Lumut

Rizal Apriyani

Rizal Apriyani

Saya mahasiswa Universitas Diponegoro, program studi Teknik Kimia yang sedang menjalani kegiatan KKN-Tematik. Selain itu, saya berfokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizal Apriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

[Tambaksari/Rowosari, Kendal – 28/6/2025] — Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, mahasiswa Teknik Kimia UNDIP, Rizal Apriyani selaku peserta KKN Tematik IDBU Tim 38 UNDIP memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pemanfaatan kalsium karbonat (CaCO₃) yang bisa diperoleh dari bahan sederhana dan mudah diperoleh, yakni cangkang kerang atau cangkang telur sebagai adsorben fosfat alami yang ramah lingkungan untuk mencegah pertumbuhan lumut yang berlebih pada kolam tanah budidaya ikan. Ion fosfat tersebut biasanya berasal dari pakan ikan yang tidak semuanya dikonsumsi oleh ikan sehingga ion fosfat yang terkandung pada pakan tersebut akan terlarut dalam air kolam.

Kendal, 28 Juni 2025 Kegiatan Sosialisasi Program KKN-T Mahasiswa UNDIP Penggunaan CaCO3 sebagai solusi pencegahan pertumbuhan lumut pada kolam ikan
zoom-in-whitePerbesar
Kendal, 28 Juni 2025 Kegiatan Sosialisasi Program KKN-T Mahasiswa UNDIP Penggunaan CaCO3 sebagai solusi pencegahan pertumbuhan lumut pada kolam ikan

Lumut yang tumbuh secara berlebihan sering kali menjadi masalah serius bagi petani ikan, karena dapat menurunkan kadar oksigen terlarut, mengganggu pakan alami, serta berdampak buruk pada kualitas air dan kesehatan ikan. Untuk itu, Rizal memperkenalkan teknologi sederhana namun efektif: penggunaan CaCO₃ sebagai adsorben, yang mampu menyerap ion fosfat di dalam air—zat yang merupakan nutrisi utama bagi makhluk hidup, termasuk untuk pertumbuhan lumut dan alga. Jika jumlah ion fosfat pada air tidak terkendali dan terlalu banyak, maka kebanyakan ion fosfat akan digunakan oleh lumut dan alga untuk tumbuh. Maka dari itu, di situlah peran CaCO3 sebagai adsorben untuk menyerap ion fosfat dan membentuk endapan kalsium fosfat sehingga tidak dapat digunakan untuk pertumbuhan lumut dan alga.

Selain bertindak sebagai adsorben fosfat, CaCO₃ juga memiliki fungsi ganda, yaitu membantu menstabilkan pH air kolam, mengurangi kekeruhan, dan memperbaiki kualitas air kolam. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan kesehatan dan daya tahan ikan. Secara langsung, akan meningkatkan produktivitas ikan dan meningkatkan perekonomian bagi pelaku budidaya ikan.

Manfaat dan cara pakai CaCO3 untuk mencegah pertumbuhan lumut pada kolam ikan budidaya

Edukasi ini disambut positif oleh masyarakat, terutama karena metode ini tergolong murah, mudah diaplikasikan, dan tidak mencemari lingkungan. Dalam praktiknya, kapur (CaCO₃) yang berasal dari cangkang kerang atau cangkang telur cukup ditebarkan merata di dasar dan permukaan kolam dalam dosis yang telah disesuaikan berdasarkan tingkat keasaman air dan kebutuhan kolam, umumnya hanya berkisar pada 25-50 mg/L.

Kegiatan ini menjadi bagian dari misi KKN Tematik yang berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna untuk budidaya perikanan yang berkelanjutan. Harapannya, langkah kecil ini dapat membantu para pembudidaya ikan meningkatkan produktivitas dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan kolam.

Program ini diakhiri dengan pembagian lembar informasi (leaflet) dan praktik langsung aplikasi CaCO₃ di kolam percontohan milik warga.