Konten dari Pengguna

Ramadhan: “Event Global” Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia

Rizal Bahara

Rizal Bahara

Halal Supply Chain, HLARG, Pejuang Halal Nusantara, Pemburu Ilmu, Pengumpul Amal, Pendamping Halal, Green Productivity , Lean Manufacturing

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizal Bahara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dunia modern, manusia terbiasa mengagumi event-event berskala global karena di ikuti oleh banyak negara di Dunia mulai dari Piala Dunia FIFA, Olimpiade Musim Panas, hingga World Expo. Bahkan dalam konteks spiritual, Ibadah Haji sering disebut sebagai pertemuan umat manusia terbesar di satu titik lokasi.

Namun, jika kita melihat dari perspektif jumlah peserta dan durasi keterlibatan, ada satu fenomena yang melampaui semuanya: Puasa Ramadhan.

Ramadhan bukan sekadar ibadah, tetapi sebuah “event global” yang berlangsung serentak hampir di seluruh dunia. Dengan jumlah peserta sekitar 2,05 miliar jiwa, Ramadhan melibatkan hampir seluruh populasi Muslim dunia dari Asia hingga Afrika, dari Eropa hingga Amerika. Tidak ada event lain yang mampu menyatukan manusia dalam jumlah sebesar ini dalam aktivitas yang sama, pada waktu yang sama, dan dengan tujuan yang sama.

Inilah bukti bahwa penyelengara ramadhan bukanlah manusia tapi yang menciptakan manusia, bagaimana orang diseluruh dunia bisa melakukan sahur bersama dan buka puasa secara bersamaan walaupun tempatnya berbeda beda. Inilah habatnya Ramadhan, yang bisa kita sebut sebagai olimpiade amal sholeh atau olimpiade kebaikan.

seorang muslimah sedang membaca alquran di bulan Ramadhan, Foto : dokumen pribadi Jokosegara

Jika dibandingkan, World Expo yang dikenal sebagai pameran global terbesar “hanya” menarik sekitar 20–30 juta pengunjung selama 184 hari. Sementara itu, Ibadah Haji, meskipun sangat masif dan terpusat, melibatkan sekitar 2,5–3 juta jamaah dalam periode inti 6 hari (atau sekitar 40 hari secara keseluruhan). Kedua event ini besar, tetapi masih jauh di bawah skala partisipasi Ramadhan.

Dalam dunia olahraga, Olimpiade Musim Panas melibatkan sekitar 10.714 atlet dari 206 negara selama kurang lebih 19 hari. Sementara Piala Dunia FIFA, yang menjadi tontonan miliaran orang, secara fisik hanya dihadiri oleh sekitar 1–2 juta penonton langsung dari 48 negara peserta selama 39 hari. Meski dampak medianya sangat luas, partisipasi aktif tetap terbatas.

Di sinilah keunikan Ramadhan terlihat jelas. Ia bukan hanya tentang jumlah peserta, tetapi juga tentang durasi dan konsistensi praktik. Selama 30 hari penuh, miliaran orang menjalankan rutinitas yang sama: menahan lapar dan haus, meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, serta memperkuat solidaritas sosial. Tidak ada event lain yang mampu mempertahankan keterlibatan aktif dalam skala sebesar ini selama periode yang panjang.

Bulan Ramadhan adalah satu event global yang di ikuti oleh muslim diseluruh dunia, foto : dokumen pribadi Jokosegara

Lebih dari itu, Ramadhan tidak memerlukan infrastruktur megah, stadion, atau lokasi khusus. Ia berlangsung di rumah, di tempat kerja, di masjid, di jalanan menjadikannya event paling desentralisasi namun paling terkoordinasi di dunia. Ini adalah bentuk “sinkronisasi global” yang unik, di mana miliaran manusia bergerak dalam ritme spiritual yang sama tanpa komando pusat.

Jika kita melihat lebih dalam, Ramadhan juga memiliki dimensi yang tidak dimiliki event lain: transformasi personal dan sosial. Sementara event global lain berfokus pada hiburan, kompetisi, atau pameran, Ramadhan berfokus pada pembentukan karakter disiplin, empati, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Dampaknya bukan hanya selama 30 hari, tetapi bisa membekas sepanjang hidup.

Infak adalah satu amal saleh yang dilakukan di bulan Ramadhan, Foto : Dokumen pribadi Jokosegara

Dengan demikian, jika dunia memiliki daftar “event terbesar”, maka Ramadhan layak ditempatkan di posisi teratas bukan hanya karena angka, tetapi karena makna. Ia adalah peristiwa global yang tidak hanya menyatukan manusia secara fisik, tetapi juga secara spiritual, emosional, dan sosial.

Ramadhan bukan sekadar ibadah tahunan. Ia adalah fenomena globalevent terbesar yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia.

Semoga kita semua masih diberikan kesempatan bertemu dengan ramadhan tahun depan dan bisa menjadi salah satu pesertanya dan tentunya mendapatkan gelar Taqwa aamiin yra.