Sejarah Pembangunan Berkelanjutan

Rizal Bahara
Mahasiswa S3 IPB, Pemburu Ilmu, Pengumpul Amal, Pendamping Halal, Green Produktivity, Lean Manufacturing, Pengamat Food Waste.
Konten dari Pengguna
14 Agustus 2023 13:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rizal Bahara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sumber : dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber : dokumentasi pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan pembangunan yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan serta mengabaikan aspek sosial pada pertengahan abad ke-20.
ADVERTISEMENT
Berikut adalah sejarah singkat pembangunan berkelanjutan:
Awal Abad ke-20
Pada awal abad ke-20, fokus utama pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi. Namun, dampak negatif terhadap lingkungan, seperti polusi udara dan air, mulai menjadi perhatian.
Tahun 1960-an
Pada dekade ini, kesadaran tentang dampak lingkungan dari pertumbuhan ekonomi yang cepat semakin meningkat. Banyak ilmuwan dan aktivis mulai memperingatkan tentang degradasi lingkungan dan kerusakan alam.
Tahun 1970-an
Pada tahun 1972, Konferensi Lingkungan Manusia Pertama diadakan di Stockholm oleh PBB. Ini adalah konferensi tingkat tinggi pertama yang menyoroti isu lingkungan global. Konferensi ini menggarisbawahi perlunya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Tahun 1980-an
Pada tahun 1983, "Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan" (World Commission on Environment and Development atau Brundtland Commission) dipimpin oleh Perdana Menteri Norwegia, Gro Harlem Brundtland.
ADVERTISEMENT
Komisi ini menghasilkan laporan berjudul "Our Common Future" (1987), yang mendefinisikan konsep pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Tahun 1992
Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan, dikenal sebagai "Konferensi Bumi" atau "Konferensi Rio," diadakan di Rio de Janeiro, Brasil. Konferensi ini menghasilkan Dokumen Agenda 21 dan Deklarasi Rio tentang Lingkungan dan Pembangunan, serta melahirkan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).
Tahun 2000-an
Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals) diadopsi oleh PBB pada tahun 2000 sebagai upaya global untuk mengatasi kemiskinan, pendidikan, dan isu-isu sosial lainnya. Tujuan ini memperkuat integrasi aspek sosial dalam pembangunan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Tahun 2010-an
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) diadopsi oleh PBB pada tahun 2015 sebagai panduan global untuk pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. SDGs mencakup 17 tujuan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Sejarah pembangunan berkelanjutan mencerminkan pergeseran paradigma dari pertumbuhan ekonomi semata menjadi pendekatan yang lebih holistik yang mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Ini adalah respons terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan kesenjangan sosial.