Konten dari Pengguna
Pasangan Tak Perlu Sempurna, Asal Saling Melengkapi
1 Desember 2025 12:11 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Pasangan Tak Perlu Sempurna, Asal Saling Melengkapi
Cinta adalah fitrah dari Allah, sering kali "sempurna" menjadi tolak ukur dalam mencari jodoh. Padahal yang jauh lebih penting adalah pasangan yang saling menerima dan melengkapi. Rizka Auliatun Nadia
Tulisan dari Rizka Auliatun Nadia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mahabbah (cinta) merupakan salah satu nikmat rasa yang Allah anugerahkan kepada manusia sebagai bentuk sayang kepada makhluk-Nya. Betapa pentingnya perasaan ini, sampai Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah akan memberi naungan di hari kiamat kepada orang yang saling mencintai karena-Nya, mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah. Artinya jika ada sepasang suami istri yang menikah karena Allah dan untuk Allah, insya Allah akan diberi keberkahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
ADVERTISEMENT
Memiliki pasangan dalam hidup tampak begitu membahagiakan. Selalu ada alasan mengapa setiap orang bahagia karena memiliki pasangan. Bahagia karena dirasa dicintai dan merasa mencintai orang lain, merupakan fitrah dari Allah. Tak akan ada lagi istilah cinta monyet, karena dengan memantapkan hati pada salah satu orang yang kita cintai, itu artinya kita sudah siap memegang amanah yang besar yakni “pernikahan”.
Dalam perjalanan mencari pasangan hidup, sering kali kita terjebak dalam anggapan bahwa jodoh yang ideal adalah seseorang yang sempurna. Anggapan itu mungkin banyak dipengaruhi oleh film romantis, novel, atau media sosial yang sering menampilkan kisah cinta sempurna tanpa cela. Namun penting, untuk menyadari bahwa kita hidup dalam dunia nyata, tentu tidak akan ada yang sempurna dalam dunia ini kecuali Allah swt.
ADVERTISEMENT
“Sempurna” demikian deskripsi level tertinggi dari hasil upaya tertentu. “Kesempurnaan” tak jarang menjadi candu manusia. Sehingga seluruh tenaga rela dikerahkan, waktu rela dikorbankan sampai biaya pun rela ia keluarkan demi memperoleh predikat tersebut. Lantas adakah hubungan antara cinta dengan kesempurnaan? Bagaimana menyandingkan cinta dengan kesempurnaan? Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna? Bukankah kesempurnaan hanya milik Allah semata?
Sering kali kita temukan kalimat yang mengatakan ”jangan sibuk mencari seseorang yang sempurna untuk menjadi jodohmu, sebab tak ada manusia yang sempurna.” Lalu apakah kita salah menggunakan kata sempurna sebagai takaran atau ukuran? Sempurna dalam kaca mata satu orang dengan orang tentu berbeda. Ada sebagian orang yang hidupnya merasa sempurna jika berjodoh dengan sosok kaya dan pintar, ada pula yang merasa sempurna jika memiliki sosok yang saleh meski tidak kaya dan pintar. Sebagian orang merasa hidupnya sempurna jika sudah bersama keluarga satu atap, sebagian lagi merasa sempurna jika mampu mengumpulkan banyak uang meski tidak tinggal satu atap. Kadar ideal kesempurnaan manusia tergantung pada orientasi hidupnya, apa yang ingin dikejar dan dicapai di dunia.
ADVERTISEMENT
Pada proses ini, pasangan bukan sekedar mencari yang sempurna. Namun yang jauh lebih penting adalah saling menerima dan melengkapi. Bukankah adanya pernikahan karena sebagai penyempurna satu sama lain? Menikah sebagai bentuk kecintaan kita menjalankan sunah Rasulullah saw., mencari ridha Allah swt. Lalu bagaimana cara kita agar bisa menerima pasangan kita apa pun keadaannya?
1. Fokus pada Kelebihan Pasangan
Setiap orang memiliki kelebihan yang unik, maka mulailah fokus pada hal-hal positif dari pasangan. Karena mengingat kebaikan dan kelebihan pasangan, dapat membantu mengurangi rasa kecewa terhadap kekurangannya.
2. Komunikasi yang Baik
Komunikasi adalah kunci dalam hubungan yang sehat, sampaikan perasaan dan harapanmu dengan cara yang baik dan penuh kasih. Dengarkan juga keluhan dan perasaan pasangan tanpa menghakimi.
ADVERTISEMENT
3. Berdoa dan Minta Petunjuk Allah
Dalam menghadapi tantangan dalam pernikahan, jangan lupa untuk selalu berdoa dan meminta petunjuk Allah swt. Doa dapat memberikan ketenangan hati dan membuka jalan bagi solusi yang lebih baik.
4. Menghargai Perbedaan
Setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, dan pandangan yang berbeda. Menghargai perbedaan ini akan membantumu untuk menerima segala hal dengan tulus. Perbedaan adalah bagian dari rahmat Allah swt. yang menjadikan kehidupan lebih berwarna.

