Konten dari Pengguna

Hubungan Waktu Layar Berlebih dengan Kedutan Mata (Myokymia)

Rizka Rifiandini

Rizka Rifiandini

Medical Doctor. FK Universitas YARSI. Purna NST Batch XXIII.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizka Rifiandini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Seseorang yang mengalami kedutan pada mata saat menggunakan laptop (sumber: freepik.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Seseorang yang mengalami kedutan pada mata saat menggunakan laptop (sumber: freepik.com)

Kedutan pada kelopak mata, atau yang dalam istilah medis disebut myokymia, terjadi ketika otot-otot di sekitar mata (orbicularis oculi) berkontraksi secara tidak beraturan. Kondisi ini umumnya menyerang satu mata dan paling sering terasa di bagian bawah kelopak mata. Fenomena ini bukanlah hal baru dan bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, stres, atau kelelahan, sebagaimana disebutkan oleh Cleveland Clinic.

Namun, di era digital seperti sekarang, ada faktor lain yang berperan penting, yaitu durasi penggunaan layar gadget. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Irfan B. Gunes, ditemukan sebuah korelasi menarik: rata-rata waktu yang dihabiskan oleh individu dengan myokymia untuk menatap layar digital mencapai 6,88 jam per hari, atau setara dengan 6 jam 52 menit. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami kedutan mata.

Temuan ini secara jelas menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan gadget yang berlebihan dengan munculnya kedutan mata. Semakin lama kita menatap layar smartphone atau laptop, semakin besar pula risiko mata kita mengalami kelelahan yang berujung pada myokymia. Oleh karena itu, berbagai ahli, termasuk dari Gerstei Eye Institute dan juga hasil penelitian Gunes, menyarankan agar kita mulai membatasi waktu layar, idealnya menjadi sekitar 4 jam per hari.

Selain itu, ada juga metode sederhana yang sangat efektif untuk diterapkan di tengah rutinitas harian kita, yaitu aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, berhentilah sejenak untuk memandang objek lain sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini adalah cara praktis untuk memberikan jeda bagi mata dan mencegah ketegangan yang bisa menyebabkan kedutan.

Sumber:

1. Irfan B Gunes. 2024. Association Between Eyelid Twitching and Digital Screen Time, Uncorrected Refractive Error, Intraocular Pressure, and Blood Electrolyte Imbalances. Springer Nature: Cureus.

2. Gerstein Eye Institute. 2024. Why Your Eye Is Twitching, And What To Do About It. Chicago.