Konten dari Pengguna

Pantai Sandropole, Sumbawa: Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi

Rizka Syahida

Rizka Syahida

Students of the Communication Science, Universitas Terbuka

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizka Syahida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau kamu memiliki rencana untuk berlibur ke Sumbawa dan ingin mencari tempat wisata yang tenang, masih alami, dan belum terlalu banyak pengunjung, Pantai Sandropole bisa jadi destinasi yang wajib masuk rencana perjalananmu. Pantai ini bukan tempat yang langsung bisa turun kendaraan lalu ambil foto, karena untuk sampai ke sana perlu sedikit usaha. Tapi justru karena itu, Pantai Sandropole terasa istimewa: tersembunyi, tenang, dan memberikan nuansa seperti pantai pribadi.

Dari pusat kota, waktu tempuh untuk sampai ke titik awal perjalanan kurang lebih 30 hingga 60 menit, tergantung jenis kendaraan dan kondisi jalan. Setelah itu, petualangan benar-benar dimulai.

Pantai Sandropole. Foto: Dok. Pribadi (Rizka Syahida, 2025)
zoom-in-whitePerbesar
Pantai Sandropole. Foto: Dok. Pribadi (Rizka Syahida, 2025)

Pantai Sandropole terletak di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan masih menjadi destinasi yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Untuk menuju ke sana, titik parkir terdekat adalah Pantai Ai Lemak. Dari sini, kamu harus berjalan kaki sekitar 30 menit menuju ke Sandropole. Jalurnya menanjak seperti mendaki bukit kecil, dan rutenya masih alami.

Jika kamu terbiasa mendaki atau rutin berolahraga, jalur ini mungkin terasa biasa saja—bahkan menyenangkan. Namun, bagi yang jarang berolahraga atau beraktifitas fisik, rute ini bisa terasa cukup menantang. Oleh karena itu, disarankan datang dalam kondisi tubuh fit dan menggunakan alas kaki yang nyaman. Bila ragu mengenai arah, kamu bisa bertanya kepada warga setempat—mereka biasanya akan dengan senang hati membantu.

Jalur Menuju Pantai Sandropole. Foto: Dok. Pribadi (Rizka Syahida, 2025)

Sesampainya di pantai, rasa lelah dari berjalan biasanya langsung hilang. Pantai Sandropole memiliki pasir putih yang lembut, air laut yang jernih dengan gradasi biru kehijauan, serta suasana yang sangat tenang. Karena minim pengunjung, suasana pantai ini terasa seperti pantai pribadi—damai, natural, dan sangat fotogenik.

Spot foto di sini juga sangat direkomendasikan. Dari garis pantai, sudut bukit, hingga permukaan air, semuanya terlihat estetik—cocok untuk yang hobi mendokumentasikan perjalanan, membuat konten di media sosial, atau sekedar menyimpan momen indah di galeri pribadi.

Pantai Sandropole dari Atas Tebing. Foto: Dok. Pribadi (Rizka Syahida, 2025)

Kalau kamu suka snorkeling, Pantai Sandropole juga menawarkan pengalaman menarik. Airnya yang jernih memungkinkan kamu melihat keindahan bawah laut, seperti berbagai jenis ikan, bintang laut, karang, dan makhluk laut lain yang hidup di sekitar bebatuan dan perairan dangkal.

Karena pantai ini masih sangat alami, tidak ada fasilitas wisata—tidak ada toilet, gazebo, tempat bilas, atau warung makan. Pastikan membawa persediaan minum, makanan ringan, alas duduk, perlengkapan snorkeling, sunscreen, dan obat pribadi jika diperlukan.

Pemandangan Bawah Laut Pantai Sandropole. Foto: Dok. Pribadi (Rizka Syahida, 2025)

Yang paling penting, tidak ada tempat sampah di sini. Jadi, semua sampah harus dibawa kembali. Hal ini penting untuk menjaga agar pantai tetap bersih dan tetap menjadi hidden paradise yang alami seperti sekarang.

Pantai Sandropole bukan destinasi untuk traveler terburu-buru karena pantai ini adalah tempat menikmati ketenangan, eksplorasi, dan keindahan alam yang masih sangat alami. Trekking yang sedikit melelahkan, fasilitas yang minim, dan lokasi yang tersembunyi justru menjadi bagian dari pesonanya. Setelah sampai, kamu akan menemukan tempat yang estetik, tenang, dan sangat memanjakan mata—baik di permukaan maupun di bawah laut.

Jika kamu sudah pernah berkunjung ke Pantai Sandropole atau punya rekomendasi tempat tersembunyi lain di Sumbawa yang patut dikunjungi, tulis di kolom komentar ya! Siapa tahu, destinasi berikutnya berasal dari ceritamu.