Mengenal Hormon Auksin pada Tumbuhan

Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Rizka Fitriandini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang salah satunya karena dipengaruhi oleh hormon auksin. Tahukah kamu apa itu hormon auksin?
Hormon auksin merupakan hormon tumbuhan yang terdapat pada ujung batang, akar dan pembentukan bunga yang berperan untuk merangsang pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung selama pertumbuhan primer. Hormon auksin juga memengaruhi pertumbuhan sekunder dengan meningkatkan aktivitas kambium dan memengaruhi diferensiasi inisial-inisial kambium.
Sejarah Singkat Hormon Auksin
Auksin berasal dari bahasa yunani auxein, yang berarti meningkatkan. Frits Went seorang mahasiswa pascasarjana di negeri Belanda pada tahun 1926 menemukan auksin jenis asam indoleasetat (IAA) pada ujung koleoptil oat. Namun beberapa ahli fisologi menyatakan bahwa, tumbuhan juga mengandung tiga jenis auksin lain yang strukturnya mirip dengan IAA, yaitu :
Asam 4 kloroindolasetat (4-kloro IAA), ditemukan pada biji muda berbagai jenis kacang-kacangan.
Asam fenilasetat (PAA), ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan.
Asam indolbutirat (IBA), ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil
Hormon auksin merupakan zat pengatur tumbuh yang mempengaruhi pemanjangan koleoptil gandum, yang telah dikemukakan oleh Charles Darwin pada abad ke-19.
Fungsi Utama Hormon Auksin
Fungsi utama pada hormon auksin di antaranya adalah :
Merangsang pemanjangan batang (hanya dalam konsentrasi rendah). Meristem apikal dari suatu tunas adalah tempat utama sintesis auksin. Auksin merangsang pertumbuhan hanya dalam kisaran konsentrasi tertentu. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, auksin bisa menghambat pemanjangan sel.
Mendorong pembentukan akar-akar lateral dan adventisia. Auksin digunakan dalam perbanyakan vegetatif tumbuhan melalui stek. Memberi perlakuan pada potongan daun atau batang dengan bubuk pembentuk akar yang mengandung auksin, seringkali menyebabkan akar-akar adventisia terbentuk di dekat permukaan yang terpotong. Auksin juga terlibat dalam percabangan akar-akar. (Campbell, 2008 : 417)
Meregulasi perkembangan buah. Karena auksin berperan untuk merangsang kambium dan berpengaruh terhadap pertumbuhan xylem dan floem, maka hal ini dapat menghambat rontoknya buah.
Meningkatkan dominansi apikal. Hormon auksin yang tumbuh pada tunas apikal akan menghambat tunas lateral, sehingga dapat mendukung pertumbuhan daun.
Berperan dalam fototropisme dan gravitropisme. Auksin tidak dapat bertahan dengan cahaya matahari yang tinggi. Jika tinggi, auksin akan mengalami kerusakan dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Sehingga batang akan melengkung ke arah datangnya cahaya, karena bagian yang tidak terkena cahaya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya. Inilah yang disebut sebagai fototropisme. Selain fototropisme, auksin juga mempengaruhi pertumbuhan ke arah bumi. Gaya gravitasi mengakibatkan konsentrasi auksin pada bagian bawah lebih tinggi sehingga akar melengkung ke arah bumi.
Mendorong diferensiasi vaskular
Memperlambat absisi daun. Auksin berpengaruh pada xylem dan floem, memelihara elastisitas dinding sel dan membentuk dinding sel primer. Sehingga dapat menghambat rontoknya daun.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa hormon Auksin begitu penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
