Konten dari Pengguna

Century Egg: Mispersepsi Mengenai Telur 1000 Tahun

Rizki Dwi Setiawan

Rizki Dwi Setiawan

Dosen Departemen Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Universitas Andalas dan Praktisi Industri Pangan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizki Dwi Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Century egg (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Century egg (Foto: Shutterstock)

Century egg, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai telur seribu tahun, sering kali menjadi bahan pembicaraan karena mispersepsi yang melingkupinya. Meskipun namanya terdengar unik dan eksotis, telur ini sebenarnya tidak berusia seribu tahun. Bahkan, proses pembuatannya pun hanya memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Artikel ini akan membahas apa itu century egg, bagaimana proses pembuatannya, serta mitos-mitos yang sering kali salah dipahami oleh masyarakat.

Apa Itu Century Egg?

Century egg, juga dikenal dengan nama telur pitan, adalah telur bebek, ayam, atau puyuh yang diawetkan menggunakan campuran tanah liat, abu, garam, kalsium hidroksida (kapur), dan sekam padi. Telur ini berasal dari Cina dan merupakan bagian dari tradisi kuliner yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Telur ini berwarna hitam atau gelap di bagian putihnya, sedangkan kuning telur menjadi berwarna kehijauan atau abu-abu. Teksturnya kenyal dengan rasa yang khas, sering kali digambarkan sebagai umami dan sedikit amonia. Meski tampilannya mungkin aneh bagi sebagian orang, century egg dianggap sebagai makanan lezat di banyak kebudayaan Asia, terutama Cina.

Bagaimana Proses Pembuatannya?

Proses pembuatan century egg sebenarnya jauh dari mitos telur yang diawetkan selama ribuan tahun. Telur direndam dalam campuran alkali (basa), yang membantu mengubah komponen dalam telur tanpa merusaknya. Senyawa basa ini menyebabkan protein dalam telur menggumpal dan lemak terurai, memberikan century egg tekstur yang kenyal dan rasa yang lebih kaya. Proses ini bisa berlangsung antara beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung pada teknik pengawetan yang digunakan.

Campuran alkali yang digunakan sering kali terbuat dari abu kayu, garam, kapur, dan sekam padi, yang menciptakan lingkungan basa di sekitar telur. Proses ini membantu mengawetkan telur tanpa memerlukan suhu dingin, sehingga mampu mempertahankan kualitas telur untuk jangka waktu yang lebih lama.

Proses pembuatan century egg terdiri dari dua metode utama, yaitu metode tradisional dan metode modern.

1. Metode Modern

Metode modern pembuatan century egg menggunakan bahan kimia yang lebih terukur untuk mempercepat proses pengawetan. Langkah-langkah dalam metode ini adalah:

  • Telur direndam dalam larutan yang terdiri dari garam, kalsium hidroksida, natrium karbonat (sodium carbonate), dan beberapa bahan tambahan lainnya. Larutan ini membantu menciptakan lingkungan basa yang mengubah struktur kimia dalam telur, terutama proteinnya.

  • Setelah direndam dalam larutan ini, telur dikeluarkan dan dibungkus dalam plastik foil untuk memastikan tidak ada kontaminasi dari luar.

  • Telur kemudian disimpan selama 40 hingga 60 hari sampai mencapai tingkat fermentasi yang diinginkan.

Metode ini lebih cepat dibandingkan metode tradisional, tetapi tetap menghasilkan telur yang memiliki cita rasa dan tekstur yang serupa dengan hasil tradisional.

2. Metode Tradisional

Metode tradisional lebih menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat telur pidan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Campuran pasta dibuat dari bahan-bahan seperti air teh, garam, kapur (quicklime), abu kayu (wood ash), dan garam teh (tea salt). Pasta ini memiliki sifat basa yang tinggi untuk mengawetkan telur.

  • Telur-telur yang masih segar dibalut secara menyeluruh dengan pasta alkali tersebut.

  • Setelah dilapisi pasta, telur-telur tersebut kemudian dibalut lagi dengan sekam padi untuk mencegah telur-telur saling menempel.

  • Telur disimpan di tempat yang sejuk dan gelap selama 90 hingga 120 hari hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.

Metode tradisional ini lebih lama, namun tetap memberikan hasil yang berkualitas tinggi. Century egg yang dihasilkan memiliki rasa yang lebih mendalam dan tekstur yang unik dibandingkan dengan metode modern.

Mispersepsi dan Mitos Tentang Century Egg

Nama "telur seribu tahun" sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat yang belum mengenal kuliner ini. Beberapa mitos yang umum ditemui terkait century egg antara lain:

1. Telur ini berusia ribuan tahun

Ini adalah salah satu mitos paling umum. Century egg sebenarnya hanya diawetkan selama beberapa minggu hingga bulan, bukan ribuan tahun.

2. Telur ini tidak aman dikonsumsi

Meskipun tampilannya yang hitam gelap bisa membuat orang ragu, century egg aman untuk dikonsumsi jika diproses dengan benar. Proses pengawetan dengan senyawa basa secara efektif mencegah pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme berbahaya.

3. Rasanya terlalu aneh untuk dimakan

Rasa century egg bisa menjadi tantangan bagi yang belum terbiasa, karena mengandung aroma yang kuat. Namun, bagi banyak orang yang menyukai makanan ini, century egg memberikan rasa yang kaya dan mendalam.

4. Berbahaya bagi kesehatan

Sering kali dikaitkan dengan efek negatif, sebenarnya century egg mengandung banyak nutrisi termasuk antioksidan. Selama diproduksi dengan standar kebersihan yang baik, century egg bukanlah ancaman bagi kesehatan.

Bagaimana Century Egg Dikonsumsi?

Century egg sering kali dikonsumsi sebagai lauk atau camilan, namun juga bisa digunakan sebagai bahan masakan dalam berbagai hidangan. Salah satu cara penyajian paling populer adalah century egg congee, bubur nasi yang dicampur dengan potongan century egg untuk menambahkan rasa dan tekstur. Selain itu, century egg juga sering disajikan bersama acar jahe atau saus kedelai, untuk memberikan keseimbangan rasa antara asin, manis, dan asam.

Di beberapa negara Asia, century egg dianggap sebagai bagian dari hidangan pembuka dalam acara-acara formal atau makanan sehari-hari. Bagi mereka yang terbiasa dengan cita rasa yang berbeda, century egg merupakan makanan yang memanjakan lidah.

Century egg adalah salah satu contoh makanan tradisional yang telah melampaui batas-batas budaya dan geografis. Meskipun banyak disalahpahami, century egg adalah hidangan lezat dan bergizi yang memiliki sejarah panjang di Asia. Mispersepsi terkait usia dan keamanan century egg sering kali muncul karena namanya yang unik, namun fakta menunjukkan bahwa makanan ini aman dan memiliki nilai gizi yang baik.