Konten dari Pengguna

Jutaan Jamaah Haji dan Umroh: Kebersihan dari Limbah Tetap Terjaga

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizki Faisal Ali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi foto jutaan jemaah haji. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi foto jutaan jemaah haji. Sumber: Pixabay

Tingginya jumlah Jemaah yang dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, kebersihan dan kenyamanan Masjidil Haram tetap terjaga setiap waktu. Di belakang kondisi tersebut, adanya sistem pembersihan terintegrasi yang melibatkan ribuan petugas dan teknologi yang canggih untuk memastikan setiap area ibadah haji dan umroh tetap nyaman dan bersih. Berdasarkan laproran dari Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menunjukkan bahwa sejumlah 3.500 petugas kebersihan pria dan wanita ditugaskan setiap hari. Para petugas tersebut dibantu oleh 12 mesin cuci khusus dan 679 mesin pembersih untuk memastikan seluruh area steril dan nyaman ketika dipakai oleh jemaah (Sidik, 2026).

Lebih dari 3.000 kontainer digunakan di berbagai tempat strategis untuk pengelolaan limbah. Sekitar 70 ton limbah berhasil dikumpulkan dan dibuang secara berkala, sedangkan jumlahnya mencapai sekitar 100 ton ketika puncak musim ibadah haji. Pembersihan area ibadah haji dan umroh dilakukan setiap waktu selama 24 jam tanpa henti, namun praktiknya dibentuk supaya tidak mengganggu kekhusyukan ibadah para jemaah. Selain itu, para petugas juga selalu menggunakan alat-alat ramah lingkungan dalam setiap operasi pembersihan. Berbagai langkah pemerintah Arab Saudi tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para Jemaah dan menjaga kesucian tempat ibadah paling utama umat islam (Sidik, 2026).

1. Inovasi Tata Kelola Limbah untuk Pelayanan Haji dan Umrah yang Berkelanjutan

Illustrasi Jutaan Jemaah Haji Memakai Ihram. Sumber: Pixabay.

Kain ihram merupakan limbah yang paling identik dengan penyelenggaraan haji dan umroh ketika kain umroh telah tidak digunakan lagi. Pemerintah Arab Saudi berhasil mengolah ratusan ton kain ihram bekas menjadi berbagai macam produk baru yang mempunyai nilai ekonomi dan ramah lingkungan. Hal tersebut berhasil dilaksanakan melalui program Ihram Berkelanjutan (Himpuh News, 2026).

Berdasarkan data dari Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi memperlihatkan bahwa lebih dari 5.000 berhasil diproduksi dari bahan daur ulang kain ihram jemaah haji pada tahun 2026. Sulthan Al-Harthi sebagai Juru Bicara dari Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi menyampaikan bahwa “program tersebut merupakan salah satu implementasi nyata konsep ekonomi sirkular dalam penyelenggaraan haji”. Kain ihram tidak dibiarkan berakhir di tempat pembuangan limbah terakhir, namun kain ihram yang telah digunakan oleh jemaah dikumpulkan, diproses, dan diubah menjadi berbagai produk yang mampu dimanfaatkan lagi oleh masyarakat (Himpuh News, 2026).

Kain ihram yang dikumpulkan tidak langsung diproduksi menjadi suatu produk setelah penyelenggaraan haji, namun kain tersebut masuk terlebih dahulu dalam proses pengumpulan, penyortiran, pembersihan, sampai sterilisasi. Setelah kain ihram berhasil melalui proses tersebut, kain ihram diproduksi menjadi berbagai macam produk baru seperti tas, bantal, selimut, souvenir, dan beragam produk tekstil lainnya (Himpuh News, 2026).

Berdasarkan pernyataan Juru Bicara dari Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, semua proses tersebut dilakukan dengan standar kesehatan yang tinggi untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. Tidak ada kain ihram bekas yang digunakan kembali sebelum menyelesaikan seluruh tahapan sterilisasi dan standar pengolahan. Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi mengidentifikasi bahwa lebih dari 211ton kain ihrom berhasil didaur ulang selama penyelenggaraan haji dan umroh (Himpuh News, 2026) . Jumlah tersebut nilai yang cukup besar karena jutaan Jemaah menggunakan kain ihram setiap tahun pada musim haji. Pengurangan jumlah kain ihrom tersebut juga bermanfaat untuk penurunan emisi karbon yang biasa dihasilkan dari proses pengelolaan limbah konvesional. Selain itu, daur ulang kain ihram mengurangi biaya yang harus digunakan untuk pengangkutan dan pembuangan limbah (Himpuh News, 2026).

2. Digitalisasi Haji dan Umroh Oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Menjaga Kebersihan

Illustrasi Kerumunan Jemaah Haji. Sumber: Pixabay.

Pemerintah Arab Saudi saat ini memanfaatkan teknologi mutakhir untuk mengelola penyelenggaraan haji dan umroh dari awal hingga akhir. Salah satunya adalah penggunaan data real time. Penggunaan teknologi mutakhir telah menghasilkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari jemaah, sehingga digitalisasi terus didorong di berbagai sektor. Kementerian bekerja sama dengan perusahaan teknologi nasional untuk mempercepat digitalisasi. Visi besar pemerintah Arab Saudi adalah menghadirkan model global pelayanan yang mengintegrasikan teknologi, manajemen modern, nilai-nilai keagamaan, dan pengalaman spiritual yang mendalam (Azzam Albaesuni Travel and Tour, 2025) .

Dalam menjaga kebersihan dan dan meningkatkan pelayanan jemaah di tempat ibadah haji dan umroh, pemerintah Arab Saudi mengkolaborasikan tenaga manusia dan robot berbasis artificial intelligence (AI). Langkah ini memperlihatkan bahwa terdapat arah baru pengelolaan tempat ibadah haji dan umroh, sehingga tekonologi mulai terintegrasi dengan pengelolaan dan pengalaman jemaah ketika menjalankan ibadah. Berdasarkan laporan IQNA, peralatan listrik dan manual, serta bahan pembersih digunakan oleh tenaga kerja nasional. Sebagai contoh adalah pembersihan interior masjid, pilar, lantai marmer, toilet, fasilitas umum, dan area parkir. Operasi tersebut dilakukan berulangkali dalam sehari untuk menjaga area ibadah tetap bersih, sehat, dan aman di tengah ramainya aktivitas jemaah. Teknologi AI ditanam dalam peralatan untuk setiap operasional haji dan umroh, termasuk kebersihan dan layanan jemaah. Namun, peralatan berbasis AI tersebut tetap dikendalikan melalui panel yang terkoneksi dengan layar untuk memonitor penyelenggaran haji dan umroh (Amphuri, 2026).

3. Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang Ramah Lingkungan sebagai Komitmen Membangun Citra Global Arab Saudi

Upaya pemerintah Arab Saudi dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pelayanan ketika pelaksanaan haji dan umroh tidak hanya untuk memastikan kenyamanan dan kekhusyuan jemaah, namun juga untuk menunjukkan pada dunia bahwa Arab Saudi kini mulai membuka diri pada berbagai sektor strategis yang dimiliki dan beradaptasi dengan era digital. Hal ini terbukti dengan adanya pengelolaan daur ulang limbah kain, rutinitas pembersihan tempat ibadah, dan peningkatan layanan. Pengelolaan imbah yang sebelumnya memakan biaya sangat tinggi, kini dapat lebih rendah karena didaur ulang. Pembersihan dan peningkatan layanan yang sebelumnya hanya mengandalkan tenaga manusia, namun kini dipadukan dengan AI.

Sejumlah upaya pemerintah Arab Saudi tersebut berkaitan dengan posisi Arab Saudi sebagai negara penyelenggara haji dan umroh yang tersentralisasi dan soft power. Posisi tersebut mengharuskan pemerintah Arab Saudi untuk membangun persepsi negara lain bahwa “pemerintah Arab Saudi memiliki tata kelola haji dan umroh yang terorganisir dan terdigitalisasi, walaupun tersentralisasi, sehingga layak sebagai negara yang diajak kerja sama lebih luas”. Setelah pengelolaan penyelenggaraan haji dan umroh dibenahi, sektor pariwisata, kuliner, tekstil, transportasi, dan lainnya semakin berkembang. Saat ini, ketika jemaah menjalani ibadah haji dan umroh akan disuguhkan dengan fasilitas yang lebih nyaman. Sebagai contoh, jemaah haji dan umroh sekarang bisa menikmati akses kereta cepat saat bermobilisasi di sekitar Mekkah dan Madinah. Hal ini berkat investasi yang masuk dari perusahaan asal Tiongkok dan soft power serta terpusatnya tata kelola pemerintah Arab Saudi yang berjalan dengan baik.

Sumber:

Amphuri. (2026, September 26). Saudi Kerahkan Robot AI Bersihkan Masjid Nabawi. Amphuri. https://amphuri.org/saudi-kerahkan-robot-ai-bersihkan-masjid-nabawi

Azzam Albaesuni Travel and Tour. (2025, December 12). Saudi Desak Perusahaan Umrah Naikan Standar Layanan Kepada Jemaah. Azzam Albaesuni Travel and Tour. https://azzamalbaesuni.co.id/artikel/digitalisasi-layanan-umrah-arab-saudi

Himpuh News. (2026, June 4). Inovatif! Saudi Sulap 211 Ton Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Jadi Ribuan Produk Bernilai. Himpuh News . https://himpuh.or.id/blog/detail/4432/inovatif-saudi-sulap-211-ton-kain-ihram-bekas-jemaah-haji-jadi-ribuan-produk-bernilai

Sidik, A. A. J. (2026, May 4). Masjidil Haram Tetap Bersih Meski Dikunjungi Jutaan Jemaah, Ternyata Ini Rahasianya. Madaninews.Id. https://www.madaninews.id/27279/masjidil-haram-tetap-bersih-meski-dikunjungi-jutaan-jemaah-ternyata-ini-rahasianya.html