Konten dari Pengguna

Mahasiswa UNY Ajak Siswa SMKN 2 Magelang Lebih Ramah Lewat Budaya 5S

Rizki Hernawan

Rizki Hernawan

Saya mahasiswa semester 7 Universitas Negeri Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizki Hernawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi kegiatan 5S. Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi kegiatan 5S. Dok. Istimewa.

MAGELANG — Pendidikan sejati tidak melulu soal angka di atas kertas, melainkan bagaimana membentuk karakter generasi muda. Semangat inilah yang dibawa oleh Rizki Hernawan, mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di SMK Negeri 2 Magelang. Melalui aksi sederhana namun berdampak besar, ia sukses menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) secara konsisten di lingkungan sekolah.Kegiatan sederhana namun konsisten ini menjadi komitmen nyata mahasiswa UNY dalam mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Langkah ini merupakan wujud kontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 3 mengenai Kehidupan Sehat, serta SDG 16 yang berfokus pada terciptanya lingkungan yang damai dan inklusif.

Selama masa praktik kependidikan, Rizki tidak hanya memberikan teori atau imbauan di kelas. Ia memilih pendekatan melalui keteladanan langsung dengan mempraktikkan budaya 5S dalam setiap interaksi harian bersama para siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Mulai dari menyambut siswa di gerbang sekolah, memberikan salam saat berpapasan, hingga selalu bertutur kata yang santun.

"Budaya 5S sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja," ujar Rizki di sekolah. "Namun, tantangan terbesarnya adalah konsistensi. Hal yang paling penting adalah bagaimana kebiasaan positif ini dilakukan setiap hari secara terus-menerus, sehingga melekat menjadi bagian kepribadian sehari-hari siswa.

Menurutnya, perubahan atmosfer sekolah menjadi lebih hangat sangat terasa sejak budaya ini digalakkan. Sapaan dan senyuman di pagi hari mampu mencairkan kecanggungan interaksi, terutama antara mahasiswa praktikan dan para peserta didik.

“Dari hal kecil seperti menyapa, kita sedang membangun jembatan komunikasi yang baik. Ketika semua warga sekolah menjadikannya kebiasaan bersama, suasana belajar otomatis menjadi jauh lebih nyaman," tambah Rizki.

Rizki menekankan bahwa aksi keteladanan jauh lebih efektif daripada sekadar teguran. Siswa akan lebih mudah meniru perilaku baik yang mereka lihat langsung di lingkungan sekitar mereka setiap hari.

"Saat kita membiasakan diri bersikap sopan, ramah, dan menghargai orang lain, siswa juga akan melihat contoh tersebut dan ikut membiasakannya," jelasnya.

Melalui program ini, Rizki membuktikan bahwa kontribusi terhadap SDGs bisa dimulai dari hal kecil. Pengalaman ini menjadi bekal berharga baginya sebagai calon pendidik untuk selalu memberikan teladan lewat perilaku nyata.

Ke depan, diharapkan budaya 5S tetap menjadi identitas utama warga SMKN 2 Magelang demi mencetak generasi emas bangsa yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga berakhlak mulia.