Konten dari Pengguna

Maraknya Pembullyan di Sekolah: Ketika Sekolah Harus Kembali Menjadi Rumah Aman

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizki Mohammad Rabbani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Ita Nurjamil, S.Pd.I

Sumber : ilustrasi dibuat oleh AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : ilustrasi dibuat oleh AI

Pembullyan di sekolah hari ini semakin memprihatinkan. Bukan hanya kekerasan fisik, tapi juga verbal, sosial, bahkan cyberbullying di media sosial. Sebagai guru, saya melihat banyak siswa yang menjadi korban diam-diam. Mereka takut melapor. Prestasi turun. Minder. Bahkan trauma.

Padahal sekolah seharusnya menjadi rumah kedua yang aman. Tempat menumbuhkan ukhuwah dan akhlak mulia.

Islam Sangat Melarang Bullying

Bullying dalam Islam termasuk perbuatan mengolok-olok, merendahkan, dan menyakiti orang lain. Ini jelas dilarang.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)... Dan janganlah kamu saling mencela dan jangan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk."

QS. Al-Hujurat: 11

Ayat ini tegas melarang kita merendahkan orang lain, memanggil dengan julukan buruk, body shaming. Itulah esensi bullying.

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong..."

QS. Al-Isra: 37

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tidak boleh menzaliminya, menelantarkannya, dan menghinanya."

HR. Muslim No. 2564

"Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya yang Muslim."

HR. Muslim

Rasulullah juga bersabda bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah. Maka menyakiti hati saudara adalah kebalikannya.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Sumber : gambar dibuat oleh AI

Untuk Guru: Jadilah pendengar yang aman. Jangan anggap laporan bullying sebagai "masalah anak-anak". Buat kotak curhat anonim.

Untuk Siswa: Jadilah upstander, bukan bystander. Berani membela teman yang dibully. Rangkul, bukan memojokkan.

Untuk Orang Tua: Ajarkan empati di rumah. Cek HP anak. Siapa yang dia bully atau siapa yang membully dia.

Untuk Sekolah: Gerakan Anti-Bullying Berbasis Akhlak. Setiap Jumat literasi akhlak. Hafalkan hadis tentang menjaga lisan.

Penutup

Bullying bukan kenakalan biasa. Ia adalah dosa. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, Zero Bullying, Full Akhlak Mulia.

Stop Bullying! Rangkul Teman, Hormati Sesama.