Depot Flaminggo, Tempat Makan di Banjarmasin yang Legendaris

Rizky Ashyanita
Hello, I'm Rizky Ashyanita. I write that i want to share with you. I like travelling, eating, and try new skincare. Wanna be my friend? You can say Hi at [email protected] or my instagram at @rizkyashya.jpg . See you
Konten dari Pengguna
8 Desember 2019 12:31 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rizky Ashyanita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Depot Flamingo Banjarmasin (Foto : Rizky Ashyanita)
ADVERTISEMENT
Terkenal dengan Soto Banjar sebagai makanan khasnya, ternyata Banjarmasin juga memiliki depot yang menyajikan Es Teller dan Chinese Food yang legendaris sejak tahun 1980. Depot tersebut adalah Depot Flamingo yang terletak di Jalan Veteran. Selain menyediakan Es Teller, Depot Flamingo juga menyediakan menu lain yang juga menjadi favorit para pengunjung.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya sudah sejak lama saya penasaran dengan Depot Flamingo, setiap kali lewat selalu ramai. Terlebih lagi di papan namanya terdapat tulisan telah berdiri sejak 1980, menambah rasa penasaran saya untuk mencicipi makanan dan minuman yang dijual di sana. Akhirnya, kemarin (07/12) saya berkesempatan untuk mencicipinya.
Suasana Depot Flamingo (Foto : Rizky Ashyanita)
Saya berkunjung ke Depot Flamingo sekitar pukul 13.00 WITA, ketika jam makan siang. Sewaktu sampai terdapat beberapa pengunjung yang sedang menikmati makanannya. Belum terlalu ramai, sehingga saya bisa langsung memesan makanan tanpa antre. Saya memesan menu yang katanya paling laris di sana yaitu Es Teller, Mie Pangsit Rebus, dan Pangsit Goreng. Sebenarnya banyak sekali menu yang ditawarkan seperti Nasi Goreng, Mie Goreng, dll. Namun, saya ingin mencoba menu yang paling laris dulu. Kalau kata orang kan “Menu yang paling laris itu adalah menu yang paling enak”.
ADVERTISEMENT
Bangunan di Depot Flamingo sangat sederhana, bangunannya tidak khas Banjar namun terkesan bangunan tua. Terdapat kaca-kaca besar di pintunya seperti rumah nenek di daerah Jawa. Nuansa biru putih menambah kesejukan depot ini. Untuk kebersihannya tidak usah diragukan, meskipun bangunan tua namun kebersihannya selalu terjaga.
Mie Pangsit Rebus (Foto : Rizky Ashyanita)
Tidak sampai 15 menit menunggu, pesanan saya sudah siap di atas meja. Bau dari Mie Pangsit Rebusnya menggoda dan membuat perut saya keroncongan. Tanpa berlama-lama saya langsung mencicipi Mie Pangsit Rebusnya. Tekstur mienya itu kenyal, agak besar, gepeng dan sedikit keriting. Tidak sebesar kwetiau namun tidak sekecil mie pada mie ayam. Meskipun mienya kenyal tapi tidak keras, pas banget menurut saya. Saya yakin sih mie yang digunakan ini adalah mie buatan sendiri soalnya ketika saya merasakan mienya masih ada sedikit rasa pengembang di mienya.
Mie Pangsit Rebus (Foto : Rizky Ashyanita)
Pangsit Rebus (Foto : Rizky Ashyanita)
Kuah dari Mie Pangsit Rebusnya diracik sesuai dengan resep turun-temurun dari owner Depot Flamingo. Gurih tapi menurut saya kurang sedap, sebagai pemilik lidah Jawa agak kurang sedikit nampol di rempahnya. Namun tetap enak sih, apalagi di dalamnya juga terdapat potongan sayur dan ayam. Untuk pangsit rebusnya, udah saya speechless karena enak sekali.
Pangsit Goreng (Foto : Rizky Ashyanita)
Sedangkan untuk pangsit gorengnya renyah sekali, pas digigit itu crunchy. Isiannya menurut saya pas tapi kalau dimakan tanpa apa-apa agak sedikit asin. Dan kurang ada rasa spesial di pangsit gorengnya jadi menurut saya untuk harga segitu kurang worth to buy. Kalau saya daripada dibelikan pangsit goreng mending dibelikan ke makanan yang lain.
Es Teller (Foto : Rizky Ashyanita)
Ketika mencicipi es teller, saya sedikit kebingungan dan bertanya-tanya “Ini beneran es tellernya?”, soalnya es teller yang biasa saya cicipi itu berwarna putih karena ada sedikit santan dan susunya.
ADVERTISEMENT
Kalau yang disajikan di Depot Flamingo ini bening dan bahkan saya mengira itu es campur sampai saya bertanya ke pelayannya dan sudah benar yang disajikan ke saya itu es teller bukan es campur. Kata pelayannya kalau es campur itu menggunakan gula merah dan es teller yang menggunakan gula putih.
Hmm, apa mungkin ini trade mark es tellernya Depot Flamingo tidak memakai santan dan susu. Tapi saya jadi aneh saja minum es teller tapi tidak berwarna alias bening. Sedangkan untuk isiannya sama dengan es teller pada umumnya. Segar? Jelas dong, tetap segar esnya diminum di siang hari yang panas.
Jika teman-teman penasaran dan ingin mencicipi makanan lainnya di Depot Flamingo, jangan lupa mampir ya jika singgah ke Banjarmasin. Lokasinya strategis dan di pinggir jalan, jadi kamu tidak perlu khawatir tidak menemukannya.
ADVERTISEMENT
Jangan lupa untuk mencicipi Kuliner Banjarmasin lainnya juga, bisa baca-baca Rekomendasi Kuliner Banjarmasin disini.
Sampai jumpa, jangan lupa makan!