Menyantap Mie Bancir Khas Banjar ala Masterchef Agus Sasirangan

Hello, I'm Rizky Ashyanita. I write that i want to share with you. I like travelling, eating, and try new skincare. Wanna be my friend? You can say Hi at rizkyashyaa@gmail.com or my instagram at @rizkyashya.jpg . See you
Tulisan dari Rizky Ashyanita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada yang suka menonton acara 'Masterchef Indonesia' di televisi? Buat kalian yang suka menontonnya, pasti sudah tak asing lagi dengan sosok Chef Agus Sasirangan. Chef asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini adalah runner up 'Masterchef Indonesia' season pertama.
Bersama dengan timnya, Chef Agus kini membuka sebuah warung makan yang menyajikan Mie Bancir sebagai menu utamanya. Chef Agus dan timnya bermaksud 'menaikkan derajat' kuliner satu ini, dari yang biasanya hanya dijual secara sederhana di warung pinggir jalan, menjadi lebih menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.
"Mie Bancir Agus Sasirangan" pertama kali membuka gerainya di Jalan Brigjen H. Hasan Basri No. 7, Kayu Tangi, Banjarmasin, pada tahun 2014. Setelah melihat adanya minat yang tinggi dari warga Banjarmasin, wisatawan lokal, dan mancanegara, Chef Agus dan tim lalu membuka cabang warung makannya di beberapa tempat lain di Banjarmasin dan sekitarnya.
Mie Bancir adalah mi kuning khas Banjar yang punya tekstur lembut dan tebal, tetapi tidak pipih. Mi dimasak dengan bumbu khas Banjar dan disajikan dengan suwiran ayam kampung, telur itik, seledri, dan bawang goreng. Biasanya, ditambahkan juga jeruk limau--jeruk khas Banjar--dalam penyajiannya, sehingga cita rasa khas dan nikmatnya semakin terasa.
Mie Bancir ini unik, sebab kita tak dapat menyebutnya sebagai mi rebus atau mi goreng. Bisa dibilang, ini adalah mi 'nyemek' karena terdapat sedikit kuah. Karena keunikannya itulah, mi ini dinamai Mie Bancir, yang merupakan plesetan dari kata banci atau waria.
Namun jangan salah sangka, meskipun begitu mi ini memiliki rasa yang sangat lezat. Rasanya itu gurih sedikit manis, tetapi ada rasa segar dari seledri dan jeruknya.
Hal yang membuat Mie Bancir Agus Sasirangan berbeda adalah Chef Agus dan timnya membuat mi khusus tanpa bahan penyedap dan pengawet. Jadi, mi yang digunakan fresh from the oven.
Varian menu dari Mie Bancir Agus Sasirangan juga banyak, seperti Mie Bancir Ori Khas Banjar, Mie Bancir Katsu, Mie Bancir Bakso, Mie Bancir Ceker Setan, Mie Bancir Juara Indonesia, dan lain-lain. Jadi kita bisa mencicipi Mie Bancir dengan berbagai macam lauk.
Sebenarnya, warung makan Mie Bancir Agus Sasirangan tidak menyediakan Mie Bancir saja. Ada beberapa menu lain yang dapat dipilih, seperti Nasi Goreng Khas Banjar, Mie Banjir, Ayam Penyet, Lempeng, Es-es khas Banjar, dan aneka camilan lainnya.
Ketika saya berkunjung ke warung Mie Bancir Agus Sasirangan, selain mencicipi Mie Bancir, saya juga mencoba mencicipi Es Campur Seribu Sungai. Seperti namanya, esnya terdiri dari berbagai macam buah, seperti Nangka, Nanas, Alpukat yang ditambahi oleh Nata De Coco, selasih, serta agar-agar.
Hampir sama seperti es campur pada umumnya tapi rasa yang ditawarkan sedikit berbeda. Tidak hanya manis, namun juga ada rasa masam segar dan gurih pada esnya.
Oh ya, harga makanan di sini juga masih ramah di kantong, sekitar Rp 17.000-35.000. Menurut saya, harganya wajar dengan rasa dan porsinya yang cukup membuat perut membuncit. Warung makannya juga bersih dan nyaman, bahkan ada beberapa spot untuk berfoto dan bermain anak-anak.
Kalau teman-teman penasaran dengan Mie Bancir Agus Sasirangan, jangan lupa singgah ya ketika berkunjung ke Banjarmasin.
Lokasi:
Mie Bancir Agus Sasirangan
Jalan Brigjen H. Hasan Basri No. 7, Kayu Tangi
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Hari dan Jam Operasional :
Setiap Hari
09.00–22.00 WITA
Estimasi Harga :
Rp 17.000–Rp 35.000
Sampai jumpa, jangan lupa makan.
