Konten dari Pengguna

5 Doa Agar Dijauhkan dari Keburukan, Musibah, dan Orang Jahat

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berdoa. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berdoa. Foto: pixabay

Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak pernah luput dari potensi bahaya, baik yang datang dari diri sendiri, orang lain, maupun takdir yang tidak terduga. Oleh karena itu, memanjatkan doa agar dijauhkan dari keburukan menjadi sebuah kebutuhan spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa perlindungan yang dapat diamalkan sehari-hari. Doa-doa ini berfungsi sebagai benteng agar seorang muslim senantiasa berada dalam penjagaan-Nya dari segala bentuk musibah, fitnah, dan kejahatan.

Pentingnya Memohon Perlindungan Kepada Allah SWT

Memohon perlindungan kepada Sang Pencipta adalah inti dari tauhid dan bentuk pengakuan atas kelemahan diri. Amalan ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa mutlak untuk melindungi hamba-Nya dari segala marabahaya yang ada di dunia.

Mengapa Manusia Perlu Berlindung dari Keburukan?

Manusia adalah makhluk yang lemah dan rentan terhadap berbagai hal negatif. Keburukan bisa datang dari bisikan setan, hawa nafsu internal, niat jahat orang lain, hingga bencana alam yang tak terduga. Kesadaran akan keterbatasan inilah yang mendorong seorang hamba untuk selalu bersandar kepada Allah SWT.

Kekuatan Doa Sebagai Senjata Pelindung Seorang Mukmin

Jangan pernah meremehkan kekuatan doa dalam menghadapi ancaman. Dalam buku Al-Adzkar: Kumpulan Doa dan Zikir Pilihan karya Imam an-Nawawi, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menegaskan doa adalah senjata bagi orang mukmin. Kekuatan doa ini menjadi perisai utama sebagai ikhtiar batin dalam menghadapi berbagai bentuk keburukan.

Doa Perlindungan Diri dari Segala Bentuk Keburukan

Rasulullah SAW mencontohkan berbagai bacaan doa agar dijauhkan dari keburukan. Doa-doa ini mencakup permohonan perlindungan dari kejahatan yang berasal dari dalam diri maupun dari luar, seperti musibah atau bencana.

Doa Memohon Perlindungan dari Keburukan Diri Sendiri dan Takdir Buruk

Seringkali, keburukan datang dari perbuatan diri sendiri. Dalam buku Shahih al-Kalim ath-Thayyib karya Syaikh al-Albani, disebutkan salah satu doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan dari hal tersebut.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ

Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma 'amiltu wa min syarri ma lam a'mal.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatan yang telah aku lakukan dan dari keburukan perbuatan yang belum aku lakukan."

Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah dan Bencana

Untuk memohon perlindungan dari musibah, bencana, dan takdir yang buruk, umat Islam dianjurkan membaca doa tolak bala berikut ini.

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ

Allahummadfa' 'annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was suyuufal mukhtalifata, wasy syadaa-ida, wal mihana.

Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah kami dari kemahalan harga, bencana, wabah penyakit, perbuatan keji, kemungkaran, perselisihan, kesulitan, dan aneka cobaan."

Doa Agar Dijauhkan dari Keburukan Manusia Lain

Selain dari diri sendiri, ancaman juga bisa datang dari orang lain yang memiliki niat jahat. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa waspada dan memohon perlindungan dari kezaliman serta fitnah sesama manusia.

Bacaan Doa agar Terhindar dari Orang Jahat dan Zalim

Menurut Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitabnya Fiqh al-Ad'iyah wa al-Adzkar, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk berlindung dari penguasa yang zalim dan tetangga yang buruk. Ini menunjukkan pentingnya doa agar dijauhkan dari keburukan yang datang dari sesama manusia. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِى نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ

Allahumma inna naj'aluka fi nuhurihim wa na'udzubika min syururihim.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya) dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka."

Doa Memohon Perlindungan dari Fitnah Dunia

Fitnah, baik dalam bentuk tuduhan maupun ujian yang menyesatkan, adalah salah satu keburukan yang sangat berbahaya. Berikut adalah doa untuk berlindung darinya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni audzubika min 'adzabi jahannama wa min 'adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masih ad-Dajjal."

Amalan Pendukung agar Doa Mustajab

Selain memanjatkan doa, seorang muslim juga dianjurkan untuk menyertainya dengan amalan-amalan saleh. Ikhtiar lahir dan batin yang seimbang dapat membuat doa agar dijauhkan dari keburukan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Meningkatkan Kualitas Ibadah Wajib dan Sunnah

Menjaga salat lima waktu, melaksanakannya tepat waktu, serta menambah amalan sunnah seperti salat dhuha dan tahajud adalah cara mendekatkan diri kepada Allah. Semakin dekat seorang hamba dengan Penciptanya, semakin besar pula peluang doanya untuk diijabah.

Memperbanyak Sedekah untuk Menolak Bala

Sedekah memiliki kekuatan luar biasa untuk menolak musibah. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam bukunya Al-Jawab al-Kafi, sedekah dapat menjadi benteng pelindung dari bencana (bala), sehingga menjadi salah satu amalan pendukung agar doa perlindungan dikabulkan.

Menjaga Lisan dan Perbuatan Baik Sehari hari

Menjaga lisan dari perkataan buruk dan menjaga perbuatan dari hal-hal yang dilarang adalah bentuk ketakwaan. Dengan menjaga diri dari maksiat, seorang hamba akan lebih bersih hatinya dan lebih layak mendapatkan perlindungan serta pertolongan dari Allah SWT.