Apa Itu Attachment Ambivalent? Memahami Pola Keterikatan Anak dan Dampaknya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Attachment ambivalent adalah salah satu pola hubungan yang bisa muncul antara anak dan pengasuhnya. Pola ini bisa memengaruhi cara anak membangun hubungan sosial dan mengatur perasaan hingga dewasa. Oleh karena itu, penting memahami attachment ambivalent agar anak bisa terbantu untuk berkembang dengan sehat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Attachment Ambivalent?
Attachment ambivalent merupakan salah satu tipe keterikatan emosional anak terhadap orang tua atau pengasuh utamanya. Menurut Desmita dalam buku Psikologi Perkembangan: Teori dan Penelitian, attachment ambivalent dicirikan oleh ketidakpastian anak dalam mencari dan menerima kasih sayang dari pengasuhnya.
Definisi Attachment Ambivalent
Pada pola ini, anak tampak ragu apakah orang tuanya akan merespons atau tidak saat dibutuhkan. Anak bisa menjadi sangat lengket, lalu mendadak menolak kehadiran pengasuh setelah ditinggal. Sikapnya cenderung tidak konsisten saat bereaksi terhadap perhatian dari orang tua.
Sejarah Singkat Teori Attachment Bowlby dan Ainsworth
Konsep attachment dibangun oleh John Bowlby, lalu dikembangkan lebih lanjut oleh Mary Ainsworth lewat penelitian Strange Situation. Dari sini, ditemukan pola attachment aman, ambivalen/resisten, dan avoidant. Attachment ambivalent muncul karena interaksi pengasuh yang sulit diprediksi oleh anak.
Perbedaan Attachment Ambivalent dengan Tipe Attachment Lainnya
Anak dengan attachment ambivalent biasanya mudah gelisah dan sulit tenang meski sudah bersama pengasuh, berbeda dengan attachment aman yang penuh rasa percaya, atau avoidant yang cenderung cuek. Anak ambivalent sering mencari perhatian berlebihan tapi juga mudah kecewa.
Ciri-Ciri Anak dengan Attachment Ambivalent
Anak yang tumbuh dengan pola ini punya sikap yang khas, terutama soal perasaan dan perilaku ke pengasuh. Mengenali ciri-cirinya penting agar penanganannya tepat.
Tanda-Tanda Emosional dan Perilaku yang Muncul
Beberapa ciri utama antara lain:
Sering gelisah dan susah tenang saat berpisah dari pengasuh.
Sangat menempel pada pengasuh, tapi kadang menolak saat didekati.
Mudah marah atau menangis, bahkan setelah didampingi pengasuh.
Contoh Kasus Attachment Ambivalent pada Anak
Misal, seorang anak balita menangis keras saat ibunya pergi, lalu marah-marah dan mendorong ibunya saat pulang, meski sebelumnya sangat merindukan sang ibu. Pola ini kerap muncul pada anak yang orang tuanya sering berubah-ubah responnya terhadap kebutuhan emosi anak.
Penyebab Terbentuknya Attachment Ambivalent
Beberapa faktor mempengaruhi kenapa attachment ambivalent terjadi. Interaksi antara pengasuh dan anak sangat berperan besar di sini.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Lingkungan
Attachment ambivalent biasanya berkembang saat orang tua kadang perhatian, kadang tidak, atau responsnya tidak konsisten. Anak jadi ragu apakah orang tua bisa diandalkan atau tidak.
Faktor Risiko dari Sisi Anak dan Konteks Keluarga
Selain pola asuh, faktor keluarga yang sering stres atau lingkungan kurang suportif juga bisa memicu pola ini. Anak dengan kepekaan tinggi pada stres juga lebih mudah mengalami attachment ambivalent.
Dampak Attachment Ambivalent dalam Perkembangan Anak
Attachment ambivalent dapat berpengaruh pada perkembangan sosial dan emosi anak, bahkan hingga dewasa. Efeknya bisa muncul dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Implikasi Jangka Pendek pada Emosi dan Sosialisasi
Dalam jangka pendek, anak jadi sulit percaya diri, mudah takut atau cemas saat harus berpisah. Anak juga lebih sering tarik ulur ketika bermain dengan teman.
Efek Jangka Panjang terhadap Hubungan dan Kepribadian
Ketika dewasa, individu dengan attachment ambivalent biasanya kesulitan membangun hubungan sehat. Sering muncul rasa takut akan ditinggalkan, atau justru terlalu menuntut perhatian dari pasangan.
Cara Mengatasi dan Mendukung Anak dengan Attachment Ambivalent
Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu anak dengan attachment ambivalent, baik oleh orang tua maupun tenaga profesional.
Strategi untuk Orang Tua dan Pengasuh
Orang tua sebaiknya memberi perhatian yang konsisten dan peka terhadap kebutuhan emosi anak. Penting untuk terus membangun rasa aman lewat rutinitas dan komunikasi.
Peran Konselor dan Psikolog dalam Intervensi
Jika pola attachment ambivalent tampak menetap atau mengganggu kehidupan harian, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog. Terapi atau konseling bisa mendukung anak agar belajar membangun keterikatan yang lebih sehat.
Kesimpulan
Attachment ambivalent adalah pola hubungan yang muncul akibat respons pengasuh yang tidak konsisten. Anak jadi sering cemas dan membutuhkan pendekatan khusus agar tumbuh optimal. Dengan dukungan tepat dari keluarga dan profesional, anak bisa belajar mengembangkan hubungan sosial yang sehat.
