Apa Itu Sisik Terangkat pada Ikan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sisik yang terangkat atau menonjol pada permukaan tubuh ikan kerap menandakan adanya masalah kesehatan serius. Umumnya, gejala ini muncul pada jenis ikan air tawar budidaya dan hias. Jika tidak segera diatasi, sisik terangkat dapat berujung pada kematian ikan karena menandakan kerusakan organ internal atau infeksi parah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Memahami Sisik Terangkat pada Ikan
Dalam dunia perikanan, sisik terangkat sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala yang muncul karena terjadi penumpukan cairan di rongga tubuh ikan (dropsy).
Penumpukan cairan itu membuat jaringan tubuh mengalami bengkak dan sisik terdorong keluar, sehingga bentuk tubuh ikan menyerupai buah nanas. Dropsy sering menimpa ikan air tawar seperti ikan mas, koi, dan cupang, terutama jika kualitas pemeliharaan menurun.
Jenis Ikan yang Lebih Rentan Terkena Dropsy
Beberapa jenis ikan menujukkan tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap dropsy. Namun, bukan karena genetik semata, melainkan karakteristik fisiologis serta metode pemeliharaannya.
Misalnya, ikan mas dan koi yang hidup di kolam padat, serta ikan cupang yang sering dipelihara dalam wadah kecil tanpa filtrasi baik. Keduanya jadi lebih mudah terkena infeksi yang menyebabkan dropsy.
Penyebab Utama Sisik Terangkat pada Ikan
Sebagian besar kasus sisik terangkat berasal dari infeksi bakteri, terutama kelompok Aeromonas dan Pseudomonas. Kedua bakteri ini umumnya berkembang pesat pada lingkungan kolam atau akuarium dengan sanitasi buruk, kadar amonia tinggi, suhu fluktuatif, dan oksigen terlarut rendah.
Pada kondisi ini, luka fisik kecil pada tubuh ikan bisa menjadi pintu masuk bakteri hingga menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan keluarnya cairan dari pembuluh darah ke jaringan tubuh.
Selain infeksi bakteri, ada beberapa faktor lain yang dapat memicu dropsy pada ikan, yakni:
Lingkungan perairan yang kotor, terutama jika sisa pakan dan kotoran menumpuk di dasar kolam
Kualitas air yang buruk, seperti pH ekstrem, amonia tinggi, atau oksigen rendah
Kepadatan ikan dalam kolam terlalu tinggi sehingga menyebabkan stres
Infeksi oleh parasit atau jamur yang menyerang jaringan organ dalam
Ciri Fisik Sisik Terangkat pada Ikan
Ikan dengan sisik terangkat biasanya menunjukkan beberapa ciri khas:
Sisik ikan menonjol ke luar, sehingga muncul kesan seperti kulit buah nanas
Tubuh ikan tampak lebih membesar atau buncit
Mata ikan kadang menonjol
Gerakan ikan menjadi lamban, tidak lincah, dan cenderung bersembunyi
Nafsu makan turun drastis, dan warna tubuh tampak lebih pucat atau gelap
Terkadang, perubahan perilaku muncul terlebih dahulu sebelum kelainan fisik terlihat jelas. Misalnya, ikan terlihat diam di dasar kolam atau berenang tidak seimbang.
Langkah Penanganan Sisik Terangkat pada Ikan
Jika mendapati ikan dengan ciri-ciri dropsy, segera pisahkan dari kolam utama untuk mencegah penularan pada ikan sehat. Setelah dipisahkan, lakukan beberapa tahapan berikut:
Ganti air secara teratur dan pastikan air bersih dengan parameter sesuai kebutuhan jenis ikan
Berikan pakan bernutrisi tinggi serta mudah dicerna
Konsultasikan penggunaan antibiotik dengan ahli atau dokter hewan akuatik, karena tidak semua obat efektif untuk setiap kasus dan spesies ikan
Monitor terus perilaku ikan selama masa pemulihan
Pencegahan Sisik Terangkat pada Ikan
Langkah pencegahan menjadi sangat penting dalam menekan munculnya kasus serupa. Pastikan kepadatan ikan tidak berlebihan, Berikan filtrasi dan sirkulasi air yang baik, serta hindari memberi pakan secara berlebihan dengan jenis pakan berkualitas.
Untuk ikan baru yang hendak dimasukkan ke kolam atau akuarium, lakukan karantina minimal 7-14 hari guna mendeteksi gejala penyakit secara lebih dini.
Kesimpulan
Mengenali gejala fisik serta faktor pemicu sisik terangkat pada ikan memberi peluang lebih besar bagi ikan untuk pulih dan mengurangi kerugian budidaya. Dengan perawatan dan pencegahan yang tepat, petani atau penghobi ikan dapat menjaga kesehatan ikan secara optimal di kolam maupun akuarium.
