Konten dari Pengguna

Cara Berpikir Positif Pakai Metode Psikologi

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berpikir positif. Foto: Ronnachai Palas/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berpikir positif. Foto: Ronnachai Palas/Shutterstock

Pikiran negatif yang berulang sering membuat seseorang merasa terjebak tanpa jalan keluar. Penelitian psikologi modern membuktikan bahwa cara berpikir bukan sesuatu yang permanen. Anda bisa melatih otak untuk mengembangkan pola pikir yang lebih optimis. Simak cara berpikir positif berikut ini.

Daftar isi

Apa Itu Berpikir Positif dalam Psikologi?

Berpikir positif dalam konteks psikologi bukanlah mengabaikan realitas atau berpura-pura semua baik-baik saja. Konsep ini lebih fokus pada bagaimana Anda menjelaskan kejadian buruk yang menimpa hidup Anda. Psikolog menyebutnya sebagai optimisme realistis.

Optimisme merupakan keterampilan yang bisa dipelajari, bukan bakat bawaan. Martin E.P. Seligman dalam buku Learned Optimism: How to Change Your Mind and Your Life menjelaskan bahwa setiap orang memiliki gaya penjelasan atau explanatory style yang menentukan bagaimana mereka merespons peristiwa kehidupan.

Orang dengan pola pikir optimis melihat masalah sebagai sesuatu yang sementara dan terbatas pada situasi tertentu. Sebaliknya, orang pesimis menganggap masalah sebagai kondisi permanen yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan mereka.

Teori Explanatory Style

Explanatory style merujuk pada cara Anda menjelaskan penyebab kejadian dalam hidup, terutama saat menghadapi kegagalan atau kesulitan. Memahami pola ini membuka pintu untuk mengenali kebiasaan berpikir yang perlu diubah. Teori ini menjadi fondasi utama dalam mengembangkan optimisme yang dipelajari.

1. Tiga Dimensi Explanatory Style

Ada tiga dimensi yang membedakan cara berpikir optimis dan pesimis, yakni:

  • Permanence, yaitu cara Anda memandang durasi masalah. Apakah Anda melihatnya sebagai kondisi sementara atau sesuatu yang akan bertahan selamanya?

  • Pervasiveness, yang menentukan apakah Anda menganggap masalah hanya terjadi di satu area kehidupan atau menyebar ke seluruh aspek.

  • Personalization, yaitu sejauh mana Anda menyalahkan diri sendiri. Apakah Anda merasa sepenuhnya kesalahan pribadi atau mengakui adanya faktor eksternal yang turut berperan?

2. Identifikasi Pola Pikir Pesimistis Anda

Pola pikir pesimistis sering muncul dalam bentuk dialog internal yang negatif. Sebagai contoh, setelah gagal dalam presentasi, pikiran pesimistis akan berbunyi: Saya memang tidak berbakat dan akan selalu gagal di situasi seperti ini.

Sebaliknya, pikiran optimis akan mengatakan: Presentasi kali ini kurang persiapan, saya akan melakukan lebih baik lain kali. Mengenali perbedaan pola ini menjadi langkah awal untuk mengubah cara berpikir Anda.

3. Manfaat Berpikir Positif

Pola pikir optimis dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Individu dengan explanatory style optimis cenderung mengalami tingkat stres lebih rendah. Cara berpikir ini juga meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan membangun ketahanan psikologis saat menghadapi tekanan hidup.

Metode ABCDE

Metode ABCDE merupakan teknik praktis yang dikembangkan Seligman untuk mengubah respons otomatis terhadap situasi sulit. Teknik ini membantu Anda mengidentifikasi dan menantang pikiran negatif secara sistematis. Dengan latihan rutin, metode ini akan membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat dalam merespons kejadian kehidupan.

1. Penjelasan Teknik ABCDE Seligman

Ada lima tahap metode ABCDE, berikut rinciannya:

  • Adversity, yaitu kejadian pemicu yang menyebabkan stres atau kekecewaan.

  • Belief, keyakinan otomatis yang muncul sebagai respons terhadap kejadian tersebut.

  • Consequence, konsekuensi emosional dan perilaku dari keyakinan yang Anda miliki.

  • Disputation, proses menantang keyakinan negatif dengan menggunakan bukti objektif.

  • Energization, hasil berupa energi baru dan respons emosional yang lebih positif setelah berhasil mendisputasi pikiran negatif.

2. Langkah Menerapkan Metode ABCDE

Sebagai permulaan, tuliskan satu kejadian yang membuat Anda merasa buruk dalam seminggu terakhir. Identifikasi pikiran otomatis yang muncul saat itu, kemudian tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah ada bukti konkret yang mendukung pikiran otomatis itu?

  • Apakah ada penjelasan alternatif yang lebih masuk akal?

Dengan rutin melatih teknik ini setiap hari, Anda akan lebih cepat mengenali dan mengubah pola pikir negatif menjadi interpretasi yang lebih realistis dan seimbang.

Teknik Restrukturisasi Kognitif

Restrukturisasi kognitif adalah metode mengubah cara menafsirkan situasi agar lebih seimbang dan objektif. Teknik ini membantu mengurangi distorsi berpikir yang sering memicu emosi negatif berlebihan. Pendekatan ini membutuhkan kesadaran diri dan latihan konsisten untuk menghasilkan perubahan jangka panjang yang bermakna.

1. Cara Menantang Pikiran Negatif Otomatis

Saat pikiran negatif muncul, jangan langsung mempercayainya sebagai kebenaran mutlak. Ajukan beberapa pertanyaan kunci, seperti:

  • Apakah pikiran ini berdasarkan fakta atau hanya asumsi saya?

  • Apa bukti yang mendukung dan menentang pikiran ini?

  • Bagaimana orang lain yang lebih objektif mungkin melihat situasi ini?

Dengan mempertanyakan pikiran otomatis secara rutin, Anda melatih otak untuk berpikir lebih fleksibel dan rasional dalam menghadapi berbagai situasi.

2. Membangun Pola Pikir Optimis Jangka Panjang

Selain menantang pikiran negatif, bangun kebiasaan mencatat hal-hal baik yang terjadi setiap hari. Riset psikologi menunjukkan bahwa menulis jurnal rasa syukur atau gratitude journaling meningkatkan tingkat kebahagiaan dan mengurangi gejala depresi secara signifikan.

Anda cukup menuliskan tiga hal kecil yang Anda syukuri sebelum tidur, kemudian refleksikan bagaimana Anda berkontribusi terhadap terjadinya hal-hal positif tersebut dalam hidup Anda.

Tips Memulai Perubahan Pola Pikir Hari Ini

1. Kebiasaan Kecil untuk Berpikir Positif

Mulailah pagi dengan afirmasi realistis yang spesifik, seperti "Saya akan menghadapi hari ini dengan tenang dan fokus". Hindari kalimat yang terlalu umum atau tidak masuk akal bagi diri sendiri karena justru akan kontraproduktif.

Latih kesadaran penuh atau mindfulness dengan meluangkan lima menit untuk fokus pada pernapasan saat merasa cemas. Batasi paparan berita negatif dan pilih konten yang memberi inspirasi atau wawasan baru untuk mendukung pola pikir positif Anda.

2. Kapan Perlu Bantuan Profesional

Jika pikiran negatif mulai mengganggu fungsi sehari-hari, menyebabkan insomnia berkepanjangan, atau memicu pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional.

Berpikir positif bukanlah pengganti terapi bagi kondisi mental serius seperti depresi klinis atau gangguan kecemasan. Psikolog atau konselor terlatih dapat membantu Anda dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan personal sesuai dengan kondisi spesifik Anda.