Cara Komunikasi dengan Pasangan yang Sehat

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasangan yang bertahan lama memiliki pola komunikasi berbeda dari pasangan bermasalah. Psikolog John Gottman menemukan tujuh prinsip komunikasi dengan pasangan yang memperkuat ikatan emosional dalam hubungan. Apa saja? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Mengapa Komunikasi Penting dalam Hubungan?
Komunikasi membantu pasangan saling memahami kebutuhan dan perasaan. Tanpa komunikasi yang baik, kesalahpahaman kecil menumpuk dan mengikis fondasi hubungan. John Gottman dalam buku The Seven Principles for Making Marriage Work menjelaskan bahwa pola komunikasi pasangan menentukan keberlangsungan hubungan jangka panjang.
Komunikasi yang buruk membuat pasangan merasa diabaikan. Selain itu, jarak emosional juga melebar dan konflik yang sama terus berulang tanpa penyelesaian.
7 Prinsip Komunikasi Efektif dengan Pasangan
Gottman merumuskan tujuh prinsip komunikasi efektif berdasarkan pengamatan terhadap ratusan pasangan. Apa saja?
1. Bangun Peta Cinta Love Maps
Kenali dunia pasangan secara mendalam. Ketahui apa yang sedang dia khawatirkan, impian yang ingin diraih, atau hobi yang digemari pasangan. Bertanya dan mengingat detail kehidupan pasangan menunjukkan perhatian tulus.
2. Rawat Fondasi Kebersamaan
Ekspresikan apresiasi dan kasih sayang secara rutin. Fokus pada hal positif yang dilakukan pasangan, sekecil apa pun itu.
3. Hadapi Pasangan Bukan Melawan
Atur waktu untuk mengobrol dengan pasangan tanpa gangguan gadget atau hal lain. Dengarkan penuh perhatian tanpa langsung menghakimi. Komunikasi efektif terjadi ketika pasangan merasa aman berbagi perasaan.
4. Terima Pengaruh Pasangan
Hormati pendapat dan keputusan pasangan dalam mengambil keputusan bersama. Kompromikan ego pribadi demi kebaikan hubungan. Pasangan yang saling menerima pengaruh cenderung lebih stabil.
5. Selesaikan Masalah yang Bisa Diselesaikan
Ketika ada masalah, mulai percakapan dengan lembut. Hindari empat pola komunikasi destruktif, yakni kritik terhadap karakter, sikap defensif, penghinaan, dan stonewalling atau mengabaikan pasangan secara sengaja. Fokuslah pada masalah spesifik, bukan menyalahkan pribadi pasangan.
6. Keluar dari Kebuntuan Komunikasi
Pahami nilai dasar yang membuat pasangan bertahan pada pendapatnya. Dialog dengan empati, bukan memaksa. Memahami kebutuhan emosional di balik konflik membantu menemukan jalan tengah.
7. Ciptakan Makna Bersama
Bangun ritual dan tradisi yang hanya dimiliki Anda berdua. Selaraskan tujuan hidup jangka panjang agar hubungan memiliki arah jelas. Makna bersama membuat hubungan lebih kokoh menghadapi tantangan.
Teknik Mendengarkan Pasangan Secara Aktif
Mendengarkan aktif (active listening) bukan sekadar diam saat pasangan berbicara. Teknik ini melibatkan pemahaman mendalam terhadap pesan yang disampaikan. Dua teknik berikut dapat langsung dipraktikkan dengan cara berikut:
1. Validasi Emosi Pasangan
Akui perasaan pasangan tanpa menyalahkan atau mengecilkan emosinya. Gunakan kalimat seperti "saya paham kamu merasa kesal" atau "wajar jika kamu merasa kecewa". Validasi membantu pasangan merasa didengar.
2. Reflective Listening
Ulangi poin penting yang disampaikan pasangan untuk memastikan pemahaman yang sama. Misalnya "jadi maksud kamu adalah" atau "kalau yang aku tangkap, kamu merasa". Teknik ini mengurangi risiko salah paham dan menunjukkan bahwa Anda benar benar mendengarkan.
