Konten dari Pengguna

Cara Mengajarkan Toilet Training pada Anak dengan Mudah dan Efektif

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengajarkan Toilet Training pada Anak. Foto: Odua Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengajarkan Toilet Training pada Anak. Foto: Odua Images/Shutterstock

Toilet training merupakan salah satu fase penting dalam perkembangan anak yang memerlukan kesabaran dan konsistensi dari orang tua. Proses ini mengajarkan anak untuk mengenali sinyal tubuhnya sendiri dan menggunakan toilet secara mandiri. Meski terlihat menantang, tapi dengan pendekatan yang tepat, toilet training bisa berjalan lancar dan menyenangkan bagi anak maupun orang tua. Yuk, cari tahu cara mengajarkan toilet training dengan baik di bawah ini.

Daftar isi

Kapan Waktu Tepat Memulai Toilet Training

Usia ideal untuk memulai toilet training umumnya berkisar antara 18 hingga 24 bulan, namun setiap anak memiliki kesiapan yang berbeda-beda. Perhatikan tanda-tanda kesiapan si kecil, seperti mulai menunjukkan ketidaknyamanan saat popoknya basah, mampu duduk dengan stabil, atau mulai tertarik dengan aktivitas di kamar mandi.

Jangan memaksakan toilet training jika anak belum menunjukkan tanda-tanda siap karena hal ini justru dapat memperpanjang proses pembelajaran. Kondisi emosional anak juga perlu dipertimbangkan, hindari toilet training saat anak sedang merasakan perubahan besar dalam hidupnya, seperti kelahiran adik atau pindah rumah.

Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Toilet Training

Persiapan matang menjadi kunci keberhasilan toilet training. Komunikasikan dengan anak tentang apa yang akan dipelajari menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Ajak anak untuk memilih perlengkapan toilet training agar mereka merasa lebih terlibat dan bersemangat. Pastikan seluruh anggota keluarga atau pengasuh memiliki pemahaman yang sama tentang metode yang akan digunakan agar anak tidak bingung.

Perlengkapan yang Dibutuhkan

Siapkan potty chair atau toilet seat khusus anak yang nyaman dan aman digunakan. Sediakan beberapa celana dalam dengan karakter favorit anak sebagai motivasi. Lengkapi juga dengan step stool agar anak bisa naik turun toilet dengan mudah dan tissue basah untuk membersihkan diri. Buku cerita atau mainan kecil tentang toilet training juga bisa membantu anak memahami prosesnya dengan cara yang menyenangkan.

Cara Mengajarkan Toilet Training

Menurut Minivila dalam video "TOILET TRAINING | Belajar Pipis dan Pup dengan Potty dan Adab ke Kamar Mandi" di YouTube, toilet training sebaiknya dilakukan dengan sabar dan menyenangkan agar anak lebih mudah memahami kebiasaan pipis dan pup secara mandiri serta belajar adab yang baik saat di kamar mandi.

1. Teknik Mengajari Anak Buang Air Kecil

Mulailah dengan mengajak anak ke toilet secara rutin setiap dua jam sekali. Ajarkan anak untuk duduk di potty selama beberapa menit meski belum ada keinginan buang air kecil. Berikan pujian dan apresiasi setiap kali anak berhasil, sekecil apa pun pencapaiannya. Pakaikan training pants pada si kecil agar ia mudah melepas celana sendiri saat ingin ke toilet. Dengan begini, mereka dapat merasa lebih mandiri.

2. Teknik Mengajari Anak Buang Air Besar

Perhatikan jadwal buang air besar anak dan ajak ke toilet pada waktu-waktu tersebut. Ajarkan anak untuk mengenali sensasi ingin buang air besar dan minta mereka segera memberitahu orang tua. Biarkan anak duduk dengan nyaman dan jangan terburu-buru agar mereka tidak merasa tertekan. Bacakan buku atau nyanyikan lagu untuk membuat suasana lebih santai dan mengurangi ketegangan.

Tips Mengatasi Tantangan Saat Toilet Training

Kecelakaan atau accident adalah hal normal dalam proses toilet training, jadi tetaplah tenang dan jangan memarahi anak. Konsistensi dalam rutinitas sangat penting, termasuk saat bepergian atau di tempat umum. Jika anak menolak atau mundur dalam progresnya, berikan jeda beberapa minggu sebelum mencoba lagi. Rayakan setiap kemajuan kecil dengan stiker chart atau reward sederhana untuk menjaga motivasi anak tetap tinggi.