Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Kingdom Animalia yang Perlu Dipahami

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kingdom animalia, AS Foto: Instagram/Disney Animal Kingdom
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kingdom animalia, AS Foto: Instagram/Disney Animal Kingdom

Kingdom Animalia merupakan kelompok organisme hidup yang mencakup semua jenis hewan di bumi. Kingdom ini terdiri dari organisme eukariotik multiseluler yang bersifat heterotrof. Anggota kingdom sangat beragam, mulai dari spons hingga mamalia kompleks seperti manusia.

Daftar isi

Ciri-Ciri Kingdom Animalia

Kingdom Animalia memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya dari kingdom lain. Setiap ciri tersebut saling berkaitan dan mendukung kelangsungan hidup organisme dalam kelompok ini.

1. Bersifat Eukariotik dan Multiseluler

Sel hewan memiliki membran inti yang melindungi materi genetik di dalamnya. Tubuh hewan tersusun dari banyak sel yang terorganisasi menjadi jaringan dan organ. Struktur multiseluler ini memungkinkan hewan melakukan fungsi biologis yang lebih kompleks.

2. Bersifat Heterotrof

Hewan tidak dapat membuat makanan sendiri seperti tumbuhan. Mereka memperoleh nutrisi dengan memakan organisme lain, baik tumbuhan maupun hewan lain. Cara makan ini membuat hewan berperan penting dalam rantai makanan ekosistem.

3. Tidak Memiliki Dinding Sel

Berbeda dengan tumbuhan dan fungi, sel hewan hanya memiliki membran plasma tanpa dinding sel. Struktur ini memberikan fleksibilitas pada sel hewan untuk bergerak dan berubah bentuk.

4. Dapat Bergerak Aktif

Sebagian besar hewan mampu berpindah tempat secara aktif pada fase tertentu dalam hidupnya. Kemampuan bergerak ini membantu hewan mencari makanan, menghindari predator, dan mencari pasangan. Bahkan hewan sesil seperti spons memiliki fase larva yang dapat bergerak.

5. Reproduksi Secara Seksual dan Aseksual

Mayoritas hewan bereproduksi secara seksual melalui peleburan gamet jantan dan betina. Beberapa spesies juga dapat bereproduksi secara aseksual seperti tunas atau fragmentasi. Reproduksi seksual menghasilkan variasi genetik yang penting untuk adaptasi.

6. Memiliki Sistem Saraf dan Jaringan Otot

Sebagian besar hewan dilengkapi dengan sistem saraf yang mengoordinasikan respons terhadap lingkungan. Jaringan otot memungkinkan hewan melakukan gerakan terkoordinasi. Kedua sistem ini bekerja sama untuk mendukung aktivitas harian hewan.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. Pembagian ini memudahkan identifikasi dan pemahaman tentang keanekaragaman hewan.

1. Invertebrata (Hewan Tidak Bertulang Belakang)

Invertebrata mencakup sebagian besar seluruh spesies hewan yang ada. Kelompok ini meliputi Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Invertebrata memiliki struktur tubuh yang sangat beragam dan menempati berbagai habitat.

2. Vertebrata (Hewan Bertulang Belakang)

Vertebrata memiliki tulang belakang atau kolumna vertebralis yang melindungi sumsum tulang belakang. Kelompok ini terdiri dari ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Meskipun jumlah spesiesnya lebih sedikit, vertebrata memiliki ukuran tubuh yang umumnya lebih besar.

Perbedaan Kingdom Animalia dengan Kingdom Lainnya

Memahami perbedaan kingdom Animalia dengan kingdom lain membantu mengenali posisi hewan dalam klasifikasi makhluk hidup. Setiap kingdom memiliki karakteristik unik yang membedakannya.

1. Perbedaan dengan Kingdom Plantae

Tumbuhan bersifat autotrof karena dapat membuat makanan melalui fotosintesis, sedangkan hewan heterotrof. Sel tumbuhan memiliki dinding sel dan kloroplas yang tidak dimiliki hewan. Tumbuhan umumnya tidak dapat bergerak aktif seperti hewan.

2. Perbedaan dengan Kingdom Fungi

Fungi memiliki dinding sel dari kitin, sementara hewan tidak memiliki dinding sel. Fungi menyerap nutrisi dari lingkungan secara eksternal, sedangkan hewan mencerna makanan secara internal. Fungi tidak memiliki sistem saraf dan jaringan otot seperti ciri-ciri kingdom animalia.