Delay of Gratification untuk Anak dan Remaja, Begini Cara Kerja dan Manfaatnya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini, banyak orang tua dan guru mulai memahami kenapa anak perlu belajar menahan diri. Kemampuan menunda kesenangan sesaat ini dikenal sebagai delay of gratification. Konsep ini dipercaya punya pengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang dalam banyak hal, baik di sekolah maupun kehidupan sosial.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Delay of Gratification?
Konsep delay of gratification sering dibahas dalam bidang psikologi, terutama saat mempelajari perkembangan anak dan remaja. Pada dasarnya, ini soal kemampuan seseorang untuk menunda keinginan demi tujuan yang lebih baik di masa depan.
Pengertian Delay of Gratification
Delay of gratification adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dorongan sehingga tidak tergoda untuk langsung memuaskan keinginan, walau kesempatan itu terbuka di depan mata. Kemampuan ini muncul sejak anak-anak, khususnya di masa mereka mulai mengenal aturan dan konsekuensi.
Kaitan dengan Pengendalian Diri dan Aspek Psikososial
Delay of gratification erat kaitannya dengan pengendalian diri dan aspek psikososial. Anak yang mampu menahan diri biasanya juga bisa menyesuaikan perilaku di lingkungan sosial, seperti mampu bergantian main atau mau berbagi dengan teman. Keterampilan ini penting supaya anak bisa tumbuh jadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Contoh Delay of Gratification dalam Kehidupan Sehari-hari
Delay of gratification bisa dilihat dalam berbagai situasi sederhana, misalnya anak yang rela menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum bermain atau remaja yang memilih menabung uang jajan daripada langsung membelanjakannya. Contoh nyata juga terlihat saat anak memilih menunggu giliran dibanding memotong antrean.
Sejarah dan Perkembangan Konsep Delay of Gratification
Konsep delay of gratification mulai dikenal lewat penelitian psikologi perkembangan, terutama melalui studi-studi khusus di bidang anak dan remaja.
Awal Mula dan Teori Pionir
Penelitian terkenal tentang delay of gratification salah satunya adalah 'studi marshmallow'. Dalam eksperimen ini, anak-anak diuji apakah mereka mampu menahan diri untuk tidak memakan marshmallow demi mendapatkan hadiah lebih banyak. Hasilnya menunjukkan, anak yang bisa menunda keinginan cenderung punya prestasi lebih baik saat dewasa.
Delay of Gratification dalam Rentang Usia Anak hingga Dewasa
Keterampilan ini ternyata tidak berhenti di masa anak-anak. Pada remaja dan dewasa, kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan mengambil keputusan, bertanggung jawab atas diri sendiri, serta mengelola stres.
Proses Psikologis di Balik Delay of Gratification
Delay of gratification muncul dari interaksi antara proses psikologi individu dan pengaruh lingkungan. Keduanya berperan penting dalam menentukan seberapa kuat seseorang bisa menahan diri.
Faktor Internal
Secara internal, faktor utama yang memengaruhi ialah kontrol emosi, motivasi untuk mencapai tujuan, dan fungsi eksekutif otak. Fungsi eksekutif adalah kemampuan otak mengatur perilaku, merencanakan, dan mengambil keputusan rasional.
Faktor Eksternal
Lingkungan sekitar, terutama keluarga dan teman, sangat memengaruhi kemampuan ini. Pola asuh yang konsisten dan lingkungan yang memberi contoh baik akan membantu anak mengembangkan keterampilan delay of gratification.
Pentingnya Delay of Gratification dalam Kehidupan dan Peranannya di Masa Depan
Keterampilan delay of gratification membawa dampak besar bagi perkembangan seseorang, terutama dalam dunia pendidikan maupun sosial.
Implikasi bagi Perkembangan Kepribadian dan Prestasi Akademik
Anak yang mampu menunda kepuasan cenderung lebih disiplin, punya motivasi belajar yang kuat, dan prestasinya lebih baik di sekolah. Keterampilan ini terbukti mendukung perkembangan kepribadian.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa faktor ini bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan anak, ada banyak faktor lain yang turut memengaruhi.
Keterampilan Hidup dan Kemampuan Mengambil Keputusan
Kemampuan menahan diri juga penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengelola konflik atau mengambil keputusan yang matang. Ini menjadi modal utama anak agar mampu mandiri saat dewasa.
Tips Meningkatkan Kemampuan Delay of Gratification pada Anak dan Remaja
Beberapa cara yang bisa diterapkan antara lain:
Melatih anak sabar menunggu dengan memberi jeda waktu sebelum mendapatkan reward.
Memberi contoh perilaku menunda kepuasan.
Mendiskusikan akibat positif dan negatif dari setiap pilihan.
