Fungsi Organel Sel Hewan yang Perlu Dipahami

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sel hewan termasuk eukariotik, yaitu sel yang punya inti sel jelas dan organel dengan tugas khusus. Di dalamnya, ada banyak struktur kecil yang bekerja bersama agar sel bisa memperoleh energi, membuat protein, membuang sisa, dan membelah diri.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Organel Sel Hewan?
Organel sel hewan adalah struktur kecil di dalam sel yang menjalankan pekerjaan tertentu. Cara mudah memahaminya, sel bekerja seperti sistem yang rapi, lalu organel menjadi unit kerja yang mengurus tugas masing masing. Karena itu, fungsi organel sel hewan saling terhubung untuk menjaga aktivitas sel tetap berjalan.
Sel hewan berbeda dari sel tumbuhan karena tidak punya dinding sel dan kloroplas. Namun, sel hewan memiliki lisosom yang sangat aktif dalam pencernaan zat di dalam sel. Selain itu, bentuk sel hewan cenderung lebih lentur karena hanya dibatasi membran sel.
Organel Bermembran
Organel bermembran memiliki lapisan pembungkus yang memisahkan isinya dari sitoplasma. Contohnya nukleus, mitokondria, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, peroksisom, dan vesikel. Pembungkus ini membantu reaksi di dalam organel berjalan lebih teratur.
Organel Tidak Bermembran
Organel tidak bermembran tetap punya peran besar meski tidak dibungkus lapisan khusus. Ribosom, sitoskeleton, sentrosom, dan sentriol termasuk kelompok ini. Menariknya, beberapa organel ini banyak berperan dalam pembentukan protein, bentuk sel, dan pembelahan sel.
Daftar Fungsi Organel Sel Hewan
Setiap organel punya tugas yang berbeda, tetapi pekerjaannya saling mendukung. Jika satu organel terganggu, aktivitas sel bisa ikut terpengaruh. Berikut ringkasan fungsi organel sel hewan yang paling sering dibahas.
Fungsi Organel Utama
Membran sel mengatur zat yang masuk dan keluar dari sel, seperti air, ion, dan nutrisi.
Sitoplasma menjadi cairan tempat organel berada dan tempat banyak reaksi kimia sel berlangsung.
Nukleus mengendalikan aktivitas sel dan menyimpan DNA, yaitu materi genetik yang membawa informasi tubuh.
Nukleolus membantu pembentukan ribosom di dalam nukleus.
Ribosom menjadi tempat pembuatan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.
Retikulum endoplasma kasar membantu membuat dan mengangkut protein karena permukaannya ditempeli ribosom.
Retikulum endoplasma halus berperan dalam pembuatan lipid atau lemak sel, serta membantu detoksifikasi zat tertentu.
Organel Pengolah, Pengangkut, dan Pembagi Sel
Badan Golgi memodifikasi, mengemas, lalu mengirim protein atau lipid ke lokasi yang dibutuhkan sel.
Mitokondria menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosina Trifosfat) agar sel bisa menjalankan aktivitasnya.
Lisosom mencerna zat sisa, molekul besar, dan organel yang rusak. Menurut buku Biology 2e oleh Mary Ann Clark, lisosom pada sel hewan bekerja seperti garbage disposal sel karena enzimnya dapat menguraikan protein, polisakarida, lipid, asam nukleat, hingga organel yang sudah aus.
Peroksisom membantu menguraikan zat beracun dan asam lemak agar tidak mengganggu kerja sel.
Sitoskeleton menjaga bentuk sel dan membantu pergerakan organel di dalam sel.
Sentrosom dan sentriol berperan dalam pembelahan sel, terutama saat kromosom perlu dipisahkan.
Vesikel membantu menyimpan dan mengangkut zat di dalam sel, misalnya protein yang akan dikirim ke bagian lain.
