Konten dari Pengguna

Hewan Terkuat di Dunia, Ternyata Ukurannya Kecil

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hewan kuat. Foto: ylq/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hewan kuat. Foto: ylq/Shutterstock

Jawaban untuk hewan terkuat di dunia bisa berbeda, tergantung cara menilainya. Gajah jelas punya tenaga besar, tetapi dalam konsep biologi, kekuatan hewan juga dilihat dari perbandingan dengan berat tubuh. Dengan ukuran itu, hewan kecil pun bisa masuk daftar teratas.

Daftar isi

Cara Menentukan Hewan Terkuat di Dunia

Banyak orang langsung membayangkan hewan besar saat membahas kekuatan. Hal itu masuk akal jika yang dilihat adalah tenaga total. Namun, biologi memakai ukuran yang lebih adil saat membandingkan hewan kecil dan besar.

Setidaknya ada dua jenis kekuatan yang dinilai dalam penentuan hewan terkuat di dunia, yakni kekuatan absolut dan relatif. Berikut penjelasan selengkapnya.

Kekuatan Absolut

Kekuatan absolut berarti tenaga penuh yang bisa dikeluarkan hewan. Contohnya pada hewan besar seperti gajah, kerbau, atau badak. Tubuh besar, otot tebal, dan bobot berat membuat mereka mampu mendorong atau membawa beban besar. Jadi, kalau ukuran penentuannya merujuk pada tenaga total, hewan besar biasanya lebih unggul.

Kekuatan Relatif

Kekuatan relatif memberi sudut pandang yang lebih menarik. Kekuatan relatif berarti kemampuan menarik, mengangkat, atau menahan beban jika dibandingkan dengan massa tubuhnya sendiri.

Hewan kecil bisa disebut sangat kuat bila mampu menarik beban berkali lipat dari berat tubuhnya. Menariknya, ukuran ini sering dipakai untuk menjelaskan mengapa serangga tertentu terlihat punya tenaga yang tidak masuk akal.

Hewan Terkuat di Dunia

Dalam ukuran kekuatan relatif, kumbang kotoran bertanduk sering disebut sebagai salah satu hewan paling kuat. Menurut buku Animal Weapons: The Evolution of Battle susunan Douglas J. Emlen, beberapa kumbang kotoran bertanduk jantan dapat menarik beban lebih dari seribu kali massa tubuhnya sendiri. Angka ini membuatnya menonjol saat dibandingkan dengan banyak hewan lain.

Kekuatan itu berkaitan dengan cara hidup dan persaingan antarjantan. Saat dua jantan bertemu di terowongan, mereka saling mendorong memakai tubuh dan tanduknya. Tujuannya untuk mempertahankan akses terhadap betina atau area tertentu. Oleh karena itu, tubuh kecil mereka berkembang dengan kemampuan dorong dan tarik yang sangat besar.

Mengapa Hewan Kecil Disebut Lebih Kuat Hewan Besar?

Hewan kecil punya massa tubuh yang ringan, sehingga beban yang mereka tarik bisa terlihat sangat besar jika dihitung secara perbandingan. Di sisi lain, hewan besar memerlukan banyak energi untuk menggerakkan tubuhnya sendiri. Karena itu, sebutan hewan terkuat di dunia paling tepat dipahami lewat cara mengukur kekuatannya, bukan ukuran tubuhnya.