Kenali 5 Perbedaan Perkutut Lokal dan Bangkok Sebelum Membeli

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Burung perkutut sudah lama menjadi primadona di kalangan pencinta burung, baik untuk kesenangan pribadi atau klangenan maupun untuk ajang kontes. Namun, bagi pemula, mengenali perbedaan perkutut lokal dan Bangkok sering kali menjadi tantangan. Padahal, memahami keduanya sangat penting karena memiliki perbedaan mendasar dari segi fisik, kualitas suara, hingga harga di pasaran.
Perbedaan Ciri Fisik yang Paling Mencolok
Secara umum, perkutut Bangkok adalah hasil dari program penangkaran dan persilangan selektif yang bertujuan menghasilkan kualitas unggul. Proses penangkaran memungkinkan peternak menonjolkan sifat-sifat tertentu, seperti ukuran dan postur tubuh yang lebih ideal. Hal ini membuat perbedaan fisik antara perkutut lokal dan Bangkok cukup mudah dikenali bahkan oleh pemula sekalipun.
Ukuran Tubuh dan Postur
Perkutut lokal cenderung memiliki tubuh yang lebih kecil, ramping, dan posturnya kurang begitu tegap. Sebaliknya, perkutut Bangkok hasil penangkaran memiliki postur tubuh yang lebih besar, tegap, dan proporsional. Bagian dadanya pun terlihat lebih bidang dengan leher yang lebih jenjang dan panjang.
Bentuk Kepala dan Paruh
Salah satu perbedaan perkutut lokal dan Bangkok yang mudah terlihat ada di bagian kepala. Bentuk kepala perkutut lokal cenderung lebih kecil dan membulat. Di sisi lain, perkutut Bangkok memiliki kepala yang proporsional lebih besar dan sering kali berbentuk sedikit pipih atau lonjong, yang oleh para penggemar disebut njambe.
Warna Bulu dan Corak Lurik
Warna bulu perkutut lokal cenderung lebih kusam atau gelap kecoklatan, khas burung liar. Corak lurik atau garis-garis di leher dan dadanya sering terlihat kurang rapi dan tidak menyambung. Sebaliknya, warna bulu perkutut Bangkok tampak lebih cerah, bersih, dan kontras dengan lurik yang tebal, rapi, dan sering kali menyambung sempurna.
Perbandingan Kualitas Suara Manggung
Kualitas suara atau manggung adalah faktor utama yang menjadi daya tarik bagi para kung mania atau penggemar perkutut. Aspek inilah yang menjadi pembeda paling signifikan antara kedua jenis perkutut ini. Kualitas suara juga seringkali menjadi penentu utama dalam kontes burung perkutut.
Karakter Suara Khas
Suara perkutut lokal cenderung memiliki volume yang lebih kecil atau cempreng, tipis, dengan irama yang lebih cepat. Sementara itu, suara perkutut Bangkok jauh lebih superior karena volumenya yang besar, tebal atau ngebas, dan mengalun merdu. Irama suaranya juga lebih lambat, panjang, dan berbobot.
Mental dan Kemampuan Manggung
Sebagai burung dari alam liar, mental perkutut lokal cenderung lebih giras dan takut pada manusia sehingga butuh adaptasi lebih lama untuk rajin berbunyi. Berbeda dengan itu, mental perkutut Bangkok jauh lebih stabil dan jinak. Burung yang diternakkan lebih mudah beradaptasi sehingga lebih cepat dan rajin manggung.
Perbedaan Harga di Pasaran
Perbedaan kualitas fisik dan keunggulan suara secara langsung memengaruhi nilai jual kedua jenis perkutut di pasaran. Perbedaan harga perkutut lokal dan Bangkok bisa sangat signifikan, terutama untuk burung yang sudah terbukti kualitasnya di arena kontes. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikannya dengan anggaran yang Anda miliki.
Harga Perkutut Lokal
Harga perkutut lokal jauh lebih ekonomis dan terjangkau bagi semua kalangan. Biasanya, burung ini dapat ditemukan dengan harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 250.000, tergantung pada kondisi dan kualitas suara burung tersebut.
Harga Perkutut Bangkok
Perkutut Bangkok memiliki harga yang signifikan lebih tinggi karena kualitasnya. Harga untuk anakan saja bisa dimulai dari Rp 500.000, sementara untuk perkutut yang sudah terbukti kualitas suaranya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Mana yang Lebih Baik untuk Dipelihara
Memilih antara perkutut lokal dan Bangkok sangat bergantung pada tujuan serta komitmen Anda sebagai pemelihara. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk sekadar hobi di rumah atau untuk tujuan yang lebih serius seperti kompetisi.
Untuk Pemula atau Kolektor
Perkutut Bangkok sangat direkomendasikan bagi Anda yang serius ingin mendalami hobi ini, mengincar kualitas suara terbaik, atau bertujuan mengikuti kontes. Di sisi lain, perkutut lokal bisa menjadi pilihan tepat bagi pemula yang ingin belajar dasar pemeliharaan atau hanya ingin memelihara untuk kesenangan di rumah dengan anggaran terbatas.
Pada akhirnya, baik perkutut lokal maupun Bangkok memiliki keunikannya masing-masing. Pertimbangkan tujuan Anda, lakukan riset lebih lanjut, dan pilihlah burung yang paling sesuai dengan ekspektasi Anda.
