Konten dari Pengguna

Kenapa Jumlah Salat Wajib 17 Rakaat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pria muslim sedang salat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pria muslim sedang salat. Foto: Shutter Stock

Salat merupakan salah satu rukun Islam yang paling utama dan menjadi tiang agama. Bagi umat Muslim, melaksanakan salat lima waktu dengan total 17 rakaat setiap hari adalah sebuah kewajiban. Mungkin banyak yang bertanya, kenapa jumlah salat wajib 17 rakaat?

Ternyata, penetapan jumlah ini bukan tanpa alasan. Di baliknya terdapat sejarah yang mendalam serta hikmah yang penuh makna bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, memahami asal-usul dan tujuannya dapat meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Asal-Usul Penetapan Jumlah Rakaat Salat 5 Waktu

Penetapan jumlah rakaat salat wajib tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Isra Mi'raj yang dialami Nabi Muhammad SAW. Perjalanan spiritual ini menjadi titik awal diwajibkannya ibadah salat bagi seluruh umat Islam. Sejarah ini menjelaskan kenapa jumlah salat wajib 17 rakaat menjadi ketetapan final.

Perintah Awal Salat 50 Waktu saat Isra Mi'raj

Pada awalnya, perintah yang diterima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT adalah untuk melaksanakan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Perintah ini diterima secara langsung tanpa perantara, menunjukkan betapa pentingnya ibadah salat di sisi Allah. Tentu saja, jumlah ini terasa sangat besar jika dibayangkan.

Peran Nabi Musa dan Keringanan dari Allah SWT

Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, dijelaskan bahwa setelah menerima perintah tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS. Atas saran Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW kembali memohon keringanan kepada Allah SWT karena khawatir umatnya tidak akan sanggup melaksanakannya. Proses ini terjadi berulang kali hingga perintah salat diringankan.

Penetapan Akhir: 5 Waktu dengan Total 17 Rakaat

Setelah beberapa kali permohonan, Allah SWT akhirnya menetapkan kewajiban salat menjadi lima waktu dalam sehari semalam. Meskipun jumlahnya berkurang drastis, Allah menjanjikan pahala yang setara dengan 50 waktu salat. Penetapan inilah yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan salat lima waktu dengan total 17 rakaat.

Rincian Jumlah Rakaat Setiap Salat Wajib

Sebanyak 17 rakaat salat wajib terbagi ke dalam lima waktu yang berbeda. Pembagian ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi tuntunan yang diikuti secara turun-temurun. Menurut Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya Fiqih Islam wa Adillatuhu, rincian jumlah rakaat ini didasarkan pada hadis-hadis sahih dan praktik Rasulullah SAW.

Subuh: 2 Rakaat

Salat Subuh dilaksanakan pada waktu fajar hingga terbit matahari. Ibadah ini terdiri dari dua rakaat, menjadi pembuka aktivitas harian seorang Muslim dengan mengingat Allah.

Zuhur: 4 Rakaat

Dilaksanakan ketika matahari tergelincir di tengah hari, salat Zuhur terdiri dari empat rakaat. Waktu ini menjadi jeda untuk beristirahat sejenak dari kesibukan duniawi.

Asar: 4 Rakaat

Salat Asar dikerjakan pada sore hari dan memiliki empat rakaat. Ibadah ini mengingatkan manusia untuk tetap bersyukur di tengah aktivitas yang masih berjalan.

Magrib: 3 Rakaat

Saat matahari terbenam, umat Muslim melaksanakan salat Magrib sebanyak tiga rakaat. Jumlah rakaat yang ganjil ini menandai transisi dari siang menuju malam.

Isya: 4 Rakaat

Salat Isya menjadi penutup rangkaian ibadah wajib dalam sehari. Terdiri dari empat rakaat, salat ini dilaksanakan pada malam hari sebelum beristirahat.

Hikmah di Balik Jumlah 17 Rakaat Salat Sehari Semalam

Penetapan jumlah rakaat yang spesifik ini mengandung berbagai hikmah dan kebaikan. Setiap detailnya dirancang untuk memberikan manfaat, baik secara spiritual maupun psikologis, bagi yang melaksanakannya.

Setiap Rakaat sebagai Penggugur Dosa

Imam al-Ghazali dalam mahakaryanya Ihya' Ulumiddin mengupas bahwa lima waktu salat yang tersebar dari pagi hingga malam berfungsi untuk membersihkan jiwa. Salat menjadi momen untuk menggugurkan dosa-dosa kecil yang mungkin dilakukan di antara satu waktu salat ke waktu berikutnya.

Disesuaikan dengan Kondisi dan Aktivitas Manusia

Syekh Yusuf al-Qardhawi melalui bukunya Fiqh Prioritas menjelaskan bahwa syariat Islam, termasuk salat, ditetapkan dengan mempertimbangkan kemaslahatan manusia. Pembagian waktu dan jumlah rakaat salat sangat sesuai dengan ritme aktivitas manusia, sehingga tidak memberatkan dan mudah dilaksanakan.

Sebagai Wujud Syukur atas Panca Indra

Gerakan dalam salat, mulai dari berdiri, rukuk, hingga sujud, melibatkan seluruh anggota tubuh. Hal ini dapat dimaknai sebagai wujud syukur atas nikmat panca indra dan kesehatan fisik yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Pada akhirnya, penetapan 17 rakaat salat dalam lima waktu adalah wujud kasih sayang dan kemudahan dari Allah SWT. Di dalamnya terkandung sejarah agung, aturan yang jelas, serta hikmah yang mendalam untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat.