Kenapa Salat Subuh Hanya Dua Rakaat? Ini Penjelasannya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak umat Islam mungkin bertanya, kenapa salat Subuh hanya dua rakaat, sementara salat fardu lainnya memiliki jumlah rakaat yang lebih banyak.
Jawabannya ternyata tidak didasarkan pada logika manusia, melainkan ketetapan langsung dari Allah SWT melalui wahyu yang memiliki sejarah dan hikmah mendalam. Memahami hal ini dapat menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di awal hari tersebut.
Sejarah dan Landasan Penetapan Salat Subuh
Penetapan jumlah rakaat dalam salat lima waktu, termasuk jawaban kenapa salat Subuh hanya dua rakaat, memiliki dasar syariat yang sangat kuat. Ketentuan ini bukanlah hasil ijtihad atau pemikiran para ulama, melainkan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sejarahnya dapat ditelusuri kembali ke periode awal Islam di Mekkah.
Ketetapan Berdasarkan Wahyu
Jumlah rakaat dalam setiap salat fardu bersifat tauqifiyah, yaitu sebuah ketetapan yang datang langsung dari Allah SWT dan tidak dapat diubah.
Dalam buku Fiqh as-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa penentuan ini murni berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan Hadis. Oleh karena itu, umat Islam wajib mengikuti aturan tersebut tanpa bertanya mengenai alasan logis di baliknya.
Hadis Aisyah RA sebagai Dalil Utama
Landasan utama mengenai jumlah rakaat salat Subuh berasal dari riwayat Aisyah RA. Dalam kitab Shahih al-Bukhari, Imam Bukhari mencatat hadis yang menjelaskan bahwa pada awalnya seluruh salat fardu diwajibkan sebanyak dua rakaat. Ketetapan ini berlaku baik saat sedang bepergian (safar) maupun saat menetap (hadar).
Perubahan Jumlah Rakaat Salat Lainnya
Seiring berjalannya waktu, jumlah rakaat untuk salat Zuhur, Asar, dan Isya ditambah menjadi empat rakaat bagi mereka yang tidak bepergian. Namun, salat Subuh tetap dua rakaat karena bacaannya yang panjang, sementara salat Magrib ditetapkan tiga rakaat sebagai witir atau penutup salat di siang hari. Ketetapan ini berlaku hingga kini.
Hikmah dan Keistimewaan Salat Subuh Dua Rakaat
Meskipun jumlahnya paling sedikit, salat Subuh memiliki berbagai keutamaan dan hikmah yang luar biasa. Jawaban kenapa salat Subuh hanya dua rakaat juga terkait dengan keringanan bagi umat Islam dan penekanan pada kualitas ibadah. Waktu pelaksanaannya yang istimewa menjadi salah satu faktor utamanya.
Keringanan di Waktu Fajar
Menurut Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, salah satu hikmah salat Subuh hanya dua rakaat adalah untuk memberikan keringanan. Waktu fajar merupakan saat yang berat bagi kebanyakan orang untuk bangun dari tidur. Jumlah rakaat yang sedikit ini menjadi bentuk kemudahan dari Allah agar umat-Nya tidak merasa terbebani.
Keutamaan pada Kualitas Bacaan
Keistimewaan salat Subuh tidak terletak pada kuantitas rakaat, melainkan kualitasnya. Imam an-Nawawi dalam buku Al-Adzkar an-Nawawiyah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa memanjangkan bacaan Al-Qur'an pada salat Subuh. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Isra' ayat 78, yang menyebutkan bahwa salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat.
