Konten dari Pengguna

Makna Tari Saman Aceh, Warisan Budaya yang Diakui UNESCO

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Saman pembuka di acara Colorful Ramadhan Lippo Mall. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tari Saman pembuka di acara Colorful Ramadhan Lippo Mall. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tari Saman menjadi salah satu kebanggaan Indonesia yang diakui dunia. Tarian khas Aceh ini menyimpan makna mendalam tentang kebersamaan, spiritualitas, dan identitas masyarakat Gayo.

Daftar isi

Apa Itu Tari Saman Aceh?

Tari Saman berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, dan telah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat. Tarian ini digunakan sebagai media dakwah sekaligus ekspresi budaya yang kental dengan nilai-nilai Islam. Keunikan gerakannya yang kompak dan energik membuat Tari Saman berbeda dari tarian tradisional lainnya.

1. Asal Usul Tari Saman dari Dataran Tinggi Gayo

Merujuk buku SAMAN, Kesenian dari Tanah Gayo susunan Dr. Rajab Bahry M.Pd dkk, tidak diketahui pasti asal usul Tari Saman. Namun, berdasarkan penuturan yang dihimpun dari berbagai kalangan yang berdomisili di Gayo Lues, asal kata Saman berasal dari nama seorang ulama di daerah Gayo, yakni Syekh Saman.

Tarian ini diciptakan oleh Syekh Saman sebagai sarana penyebaran agama Islam di tanah Gayo. Gerakan dan syair dalam tarian mengandung pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dengan cara menarik. Hingga kini, Tari Saman masih menjadi bagian ritual dan perayaan adat masyarakat Gayo.

2. Pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda

UNESCO menetapkan Tari Saman sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2011. Pengakuan ini memperkuat posisi Tari Saman sebagai warisan dunia yang perlu dilestarikan. Pengakuan internasional ini pun membuka peluang lebih luas bagi pelestarian dan promosi tarian ke berbagai negara.

Makna Filosofis Tari Saman

Setiap elemen dalam Tari Saman memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Gayo. Gerakan, formasi, dan syair tidak sekadar pertunjukan, tetapi juga mengandung pesan moral dan spiritual. Tarian ini mengajarkan tentang pentingnya hidup bersama dalam harmoni.

1. Simbol Kebersamaan dan Kekompakan

Tari Saman menampilkan puluhan penari yang bergerak serentak. Kekompakan ini melambangkan kekuatan kolektif yang hanya bisa tercapai melalui latihan dan kepercayaan antar anggota. Tidak ada ruang untuk ego pribadi dalam tarian ini.

2. Ekspresi Religius dalam Gerakan Tari

Tari Saman merupakan ekspresi religius masyarakat Gayo yang kental dengan ajaran Islam. Syair-syair yang dilantunkan berisi pujian kepada Allah dan nasihat moral. Gerakan tangan dan badan juga mencerminkan ketundukan dan kekhusyukan.

3. Nilai Keharmonisan Masyarakat Gayo

Tari Saman mengajarkan nilai keharmonisan yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Gayo. Setiap penari harus saling mendengarkan dan menyesuaikan diri dengan irama kelompok. Nilai ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang menjunjung tinggi musyawarah dan gotong royong.

Makna Setiap Gerakan dalam Tari Saman

Gerakan dalam Tari Saman bukan sekadar estetika, melainkan simbol yang sarat makna. Setiap tepukan, kibasan, dan gerakan kepala memiliki filosofi tersendiri. Kombinasi gerakan ini menciptakan harmoni visual yang memukau sekaligus bermakna.

1. Gerakan Tepuk Tangan dan Maknanya

Tepukan tangan dalam Tari Saman melambangkan semangat dan kegembiraan dalam beribadah. Ritme tepukan yang cepat dan teratur menunjukkan kedisiplinan serta keteraturan hidup. Tepukan juga menjadi komunikasi non-verbal antar penari untuk menjaga sinkronisasi.

2. Gerakan Kepala sebagai Simbol Keteguhan

Gerakan kepala yang khas dalam Tari Saman melambangkan keteguhan iman dan pendirian. Kibasan kepala ke kanan dan kiri dilakukan dengan cepat namun tetap terkontrol. Gerakan ini menuntut konsentrasi tinggi dan kekuatan leher yang terlatih.

3. Formasi Penari yang Melambangkan Persatuan

Penari Tari Saman duduk bersimpuh dalam satu atau beberapa baris yang rapat. Formasi ini melambangkan persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan. Tidak ada penari yang lebih menonjol, semua memiliki peran sama penting dalam kesuksesan pertunjukan.