Konten dari Pengguna

Memahami Konsep Self Compassion dan Manfaatnya

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Self Compassion. Foto: Asier Romero/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Self Compassion. Foto: Asier Romero/Shutterstock

Self compassion jadi topik penting di dunia psikologi beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai menyadari bahwa menerima diri tanpa menghakimi bisa berdampak besar ke kesehatan mental. Di bawah ini, pembahasan seputar self compassion, manfaat, serta cara melatihnya.

Daftar isi

Apa Itu Self Compassion?

Self compassion adalah sikap welas asih kepada diri sendiri ketika mengalami kesulitan atau kegagalan. Konsep ini berarti memperlakukan diri dengan pengertian dan empati, tidak mudah menyalahkan diri, serta menerima kelemahan pribadi sebagai bagian alami dari hidup.

1. Unsur-Unsur Penting dalam Self Compassion

Ada beberapa unsur dalam self compassion, seperti keterbukaan melihat kekurangan diri, keinginan memberi dukungan kepada diri sendiri, dan perhatian penuh pada kondisi saat ini. Sikap ini juga mencakup kepekaan terhadap kebutuhan pribadi ketika sedang mengalami kesulitan.

2. Self Compassion vs Self Esteem

Self compassion dan self esteem sama-sama bicara soal hubungan dengan diri sendiri. Bedanya, self esteem lebih ke rasa percaya diri atau nilai diri, sedangkan self compassion fokus pada sikap menerima diri dengan hangat, khususnya saat menghadapi kegagalan.

Perkembangan Konsep Self Compassion

Konsep menerima diri bukan hal baru dalam psikologi, namun pendekatan ilmiahnya baru berkembang dalam dua dekade terakhir. Self compassion mulai dipopulerkan oleh peneliti asal Amerika Serikat, Kristin Neff, yang menyoroti pentingnya sikap lembut ke diri sendiri dalam mengatasi stres dan kekecewaan.

Dewasa ini, self compassion masuk dalam berbagai intervensi psikologi positif untuk meningkatkan kesehatan mental. Bahkan, konsep ini diaplikasikan dalam terapi untuk membantu orang yang sulit menerima diri atau perfeksionis.

Manfaat Self Compassion untuk Kesehatan Mental

Self compassion memberi banyak dampak positif bagi pikiran dan emosi. Dengan sikap ini, individu lebih mudah bangkit dari keterpurukan dan tidak terjebak dalam rasa bersalah.

1. Peningkatan Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis

Orang yang melatih self compassion cenderung punya daya tahan mental lebih kuat. Mereka lebih mudah pulih dari kegagalan atau tekanan, sesuai dengan penelitian terbaru di bidang psikologi kesehatan.

2. Hubungan Self Compassion dengan Emosi Positif

Sikap menerima dan memaafkan diri terbukti berkaitan dengan emosi positif seperti syukur, bahagia, dan tenang. Individu tidak mudah larut dalam kesedihan atau cemas ketika berbuat salah.

3. Self Compassion sebagai Intervensi Psikologi Positif

Self compassion sering dijadikan teknik intervensi dalam psikologi positif, misalnya untuk menangani stres kerja, kecemasan, dan burnout. Pendekatan ini juga efektif menekan pikiran negatif atau membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Melatih dan Mengembangkan Self Compassion

Mempraktikkan self compassion dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun konsisten.

1. Latihan Praktis Self Compassion Sehari-hari

  • Berbicara kepada diri sendiri dengan kata-kata yang positif dan dukungan.

  • Membiarkan diri beristirahat saat mengalami stres atau lelah.

  • Membiasakan refleksi diri untuk mengenali emosi, tanpa menghakimi.

  • Membuat jurnal rasa syukur atau jurnal pengalaman yang menantang.

  • Mengikuti latihan mindfulness untuk hadir penuh di saat ini.

2. Tantangan dan Tips Konsisten Menerapkan Self Compassion

Salah satu tantangan utama adalah rasa malu atau takut dianggap lemah jika bersikap lembut pada diri sendiri. Kunci menghadapi tantangan ini dengan menetapkan niat, belajar perlahan, dan tidak membandingkan kemajuan diri dengan orang lain.