Konten dari Pengguna

Membedah Sistem Administrasi Kerajaan Melayu Sriwijaya

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kerajaan melayu sriwijaya. Foto: saiko3p/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerajaan melayu sriwijaya. Foto: saiko3p/Shutterstock

Daftar isi

Sistem administrasi Kerajaan Melayu Sriwijaya dikenal amat terstruktur dan canggih. Sistem ini memungkinkan Sriwijaya mengontrol jalur perdagangan vital, mengelola wilayah kekuasaan yang luas, dan mempertahankan pengaruhnya selama berabad-abad. Tata kelola pemerintahannya juga melibatkan struktur birokrasi yang jelas, mulai dari pusat hingga daerah.

Apa Itu Kerajaan Sriwijaya dan Bagaimana Pusat Administrasinya?

Pusat administrasi Kerajaan Sriwijaya merupakan inti dari seluruh aktivitas politik, ekonomi, dan keagamaan. Berkat lokasi yang strategis dan konsep kekuasaan yang khas, segala kebijakan dapat disebarkan ke seluruh wilayah pengaruhnya.

Lokasi Pusat Pemerintahan

Para ahli sejarah meyakini pusat pemerintahan Sriwijaya tidak menetap di satu lokasi. Bukti arkeologis dan catatan kuno menunjukkan adanya pergeseran pusat kekuasaan. Lokasi utamanya sering dikaitkan dengan Palembang, Sumatera Selatan, namun pada periode tertentu pusatnya berpindah ke Jambi.

Kedatuan dan Konsep Pusat Kekuasaan Sriwijaya

Inti pemerintahan Sriwijaya dikenal dengan konsep "Kedatuan". Datu atau Raja bergelar Dapunta Hyang tidak memerintah sendirian. Ia dibantu oleh dewan penasihat serta para pangeran seperti yuwaraja dan kumararaja yang memegang kendali di wilayah strategis.

Struktur Birokrasi dan Sistem Administrasi Terpusat Sriwijaya

Struktur birokrasi dan sistem administrasi Kerajaan Melayu Sriwijaya bersifat terpusat dengan pembagian tugas yang jelas. Meskipun berpusat pada raja, sistem ini didukung oleh berbagai dewan dan pejabat yang memastikan roda pemerintahan berjalan lancar. Konsep kekuasaannya pun unik, menyesuaikan dengan karakter maritimnya.

Raja (Dapunta Hyang) sebagai Pusat Kekuasaan Tertinggi

Raja atau Dapunta Hyang merupakan pemegang otoritas absolut. Sebagai pemimpin tertinggi, ia bertanggung jawab atas kebijakan politik, hubungan luar negeri, dan urusan keagamaan. Titah raja menjadi hukum yang wajib dipatuhi oleh seluruh rakyat dan pejabat bawahannya.

Peran Penting Dewan Penasihat Kerajaan

Untuk menjalankan pemerintahan, raja dibantu oleh dewan penasihat yang terdiri dari para bangsawan, pendeta, dan pejabat senior. Dewan ini memberikan pertimbangan atas berbagai kebijakan strategis. Keberadaan mereka memastikan keputusan raja didasarkan pada informasi dan analisis yang matang.

Konsep Jaringan Kekuasaan yang Unik

Dalam buku Nusantara: Sejarah Indonesia (2008), Bernard H.M. Vlekke menguraikan bahwa Sriwijaya bukanlah kerajaan dengan batas teritorial kaku. Ia menggunakan sistem "Mandala", yakni sebuah konfederasi pelabuhan dan daerah bawahan yang terikat sumpah setia kepada Datu di pusat.

Siapa Saja Pejabat Penting dalam Administrasi Kerajaan Sriwijaya?

Efektivitas sistem administrasi Kerajaan Melayu Sriwijaya didukung oleh jajaran pejabat yang memiliki tugas spesifik. Para pejabat bertugas memastikan keamanan, hukum, dan ekonomi kerajaan berjalan dengan baik. Mereka adalah perpanjangan tangan raja dalam pengelolaan negara.

Yuwaraja dan Putra Mahkota Lainnya (Kumararaja, Rajakumara)

Posisi pewaris takhta sangat penting untuk menjaga suksesi. Yuwaraja adalah putra mahkota utama, sedangkan Kumararaja dan Rajakumara adalah pangeran lain yang juga sering diberi jabatan penting. Mereka dipersiapkan untuk memimpin dan menjaga stabilitas dinasti.

Senapati atau Panglima Perang dan Keamanan

Seorang Senapati bertanggung jawab atas angkatan laut dan keamanan wilayah. Mengingat Sriwijaya adalah negara maritim, peran panglima perang sangat krusial. Mereka bertugas melindungi jalur perdagangan dari ancaman perompak dan serangan musuh.

Samvyavaharika atau Hakim Agung dan Penegak Hukum

Penegakan hukum berada di tangan Samvyavaharika atau hakim agung. Pejabat ini memastikan keadilan ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku di kerajaan. Mereka menyelesaikan sengketa dan menjatuhkan sanksi bagi pelanggar hukum.

Hujung atau Pengawas Pelabuhan dan Perdagangan

Dalam buku Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid 2: Jaringan Perdagangan Global (1992), Anthony Reid menyoroti peran pejabat seperti Hujung. Mereka bertugas sebagai pengawas pelabuhan yang memastikan kelancaran aktivitas dagang dan pengumpulan bea cukai.

Bagaimana Sriwijaya Mengelola Wilayah Kekuasaannya?

Pengelolaan wilayah dalam sistem administrasi Kerajaan Melayu Sriwijaya dilakukan melalui struktur hierarkis. Pusat kekuasaan mengontrol daerah-daerah bawahannya melalui sistem upeti dan penempatan pejabat lokal. Dengan begitu, penguasa dapat memastikan loyalitas daerah dan kelancaran aliran pendapatan negara.

Sistem Daerah Bawahan (Kadātuan)

Wilayah kekuasaan Sriwijaya dibagi menjadi beberapa daerah bawahan atau Kadātuan kecil. Setiap daerah dipimpin oleh seorang datu lokal. Para datu ini tunduk dan setia kepada Dapunta Hyang di pusat kerajaan.

Peran Bhupati sebagai Penguasa Daerah

Di tingkat yang lebih kecil, terdapat penguasa daerah yang disebut Bhupati. Mereka bertanggung jawab atas administrasi lokal, pengumpulan pajak, dan pengerahan tenaga kerja untuk kepentingan kerajaan. Posisi ini mirip dengan bupati pada masa sekarang.

Pengumpulan Upeti sebagai Sumber Pendapatan Negara

Sistem administrasi Sriwijaya dirancang untuk memastikan loyalitas penguasa daerah melalui pembayaran upeti. Upeti ini menjadi sumber pendapatan utama negara dan jaminan keamanan bagi daerah bawahan untuk mengakses jaringan dagang internasional.