Mengenal Bekantan, Primata Asli Indonesia yang Terancam Punah

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bekantan menarik perhatian karena hidung besarnya yang unik dan sering dijadikan maskot fauna. Namun, di balik penampilannya, primata ini juga memiliki peran ekologis penting di Pulau Kalimantan. Mengetahui ciri biologi, habitat, hingga upaya perlindungan bekantan bisa memberi gambaran betapa bernilainya satwa endemik Indonesia ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Bekantan?
Bekantan adalah salah satu primata asli Indonesia yang kini menjadi simbol keanekaragaman hayati di Kalimantan. Primata ini juga sering disebut monyet Belanda oleh masyarakat setempat.
1. Pengertian Bekantan
Bekantan merupakan primata yang mudah dikenali berkat hidung panjang pada pejantan dewasa. Selain hidup di hutan rawa dan mangrove, bekantan juga terkenal karena kemampuannya berenang dan menyelam hingga kedalaman dua meter.
2. Klasifikasi Ilmiah Bekantan
Secara ilmiah, bekantan diklasifikasi sebagai Nasalis larvatus dari keluarga Cercopithecidae. Penamaan ini diambil dari ciri morfologi dan perilaku uniknya di antara primata Asia Tenggara.
3. Ciri Fisik dan Morfologi Bekantan
Bekantan jantan umumnya bertubuh besar dengan hidung yang menonjol dan rambut berwarna cokelat kemerahan. Sedangkan betina dan anakan, hidungnya lebih kecil dan badannya cenderung ramping. Ekor bekantan juga cukup panjang, hampir sepanjang badan mereka, membantu keseimbangan saat bergerak di pepohonan.
Habitat dan Persebaran Bekantan
1. Wilayah Asli dan Lingkungan Hidup
Bekantan hanya bisa ditemukan di Pulau Kalimantan. Menurut Jatna Supriatna dalam buku Melestarikan Alam Indonesia, bekantan umumnya ditemukan di hutan bakau, hutan rawa gambut, serta tepi sungai yang memiliki banyak pepohonan. Dialah penghuni utama ekosistem pesisir yang masih alami.
2. Pola Makan dan Kebiasaan Hidup
Bekantan merupakan pemakan daun, buah, serta pucuk muda. Mereka kadang juga memakan biji dan bunga. Bekantan hidup dalam kelompok berjumlah belasan ekor yang dipimpin satu jantan dewasa.
3. Peran Ekologis Bekantan di Alam
Sebagai pemakan dedaunan dan buah, bekantan berperan menyebarkan biji tumbuhan di ekosistem sekitar sungai dan hutan bakau. Ini membantu regenerasi tanaman dan menjaga kelestarian kawasan hutan di Kalimantan.
Status Konservasi Bekantan
1. Ancaman yang Dihadapi Bekantan
Ancaman utama yang dihadapi bekantan berasal dari perusakan hutan, alih fungsi lahan untuk perkebunan, dan penangkapan liar. Selain itu, pencemaran air sungai juga berdampak pada pakan alami dan interaksi sosial mereka.
2. Upaya Pelestarian dan Program Konservasi
Pemerintah bersama organisasi lingkungan melakukan program konservasi untuk menyelamatkan bekantan, seperti pembuatan kawasan suaka, perlindungan habitat, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya keberadaan bekantan.
3. Peran Komunitas dalam Menjaga Populasi Bekantan
Komunitas konservasi lokal dan relawan telah membuat berbagai inisiatif seperti patroli hutan, penyuluhan kepada warga, dan kampanye media sosial untuk mengurangi perburuan serta pembalakan liar.
Pentingnya Bekantan dalam Ekosistem Indonesia
Bekantan tidak hanya menjadi ikon fauna Kalimantan, tetapi memiliki dampak nyata dalam menjaga ekosistem sungai dan hutan yang menjadi rumahnya.
1. Dampak Kepunahan Bekantan
Jika bekantan punah, keseimbangan hutan rawa dan mangrove bisa terganggu. Penyebaran biji tumbuhan berkurang, sehingga berdampak pada keberlangsungan tumbuhan lain.
2. Alasan Perlindungan Bekantan oleh Hukum Indonesia
Bekantan termasuk hewan yang dilindungi undang-undang. Kehadirannya ditegaskan dalam berbagai aturan karena populasinya semakin langka dan hanya ada di wilayah terbatas di Indonesia.
