Konten dari Pengguna

Mengenal Moluska, Hewan Lunak dengan Keanekaragaman Tinggi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moluska dari genus Halgerda. Foto: California Academy of Sciences
zoom-in-whitePerbesar
Moluska dari genus Halgerda. Foto: California Academy of Sciences

Moluska merupakan salah satu kelompok hewan invertebrata yang paling beragam di dunia. Filum ini mencakup berbagai organisme mulai dari siput, kerang, hingga cumi-cumi. Keberadaan moluska sangat penting bagi ekosistem dan kehidupan manusia.

Daftar isi

Pengertian Moluska

Moluska adalah anggota Phylum Mollusca yang tersebar luas di berbagai habitat perairan dan daratan. Nama moluska berasal dari bahasa Latin "molluscus" yang berarti lunak, merujuk pada tubuhnya yang tidak memiliki tulang keras. Merujuk buku Invertebrate Zoology susunan Edward E. Ruppert, moluska merupakan filum terbesar kedua setelah Arthropoda dengan lebih dari 80.000 spesies yang telah teridentifikasi.

Definisi Phylum Mollusca

Phylum Mollusca mencakup hewan-hewan bertubuh lunak yang umumnya dilindungi oleh cangkang keras dari kalsium karbonat. Kelompok ini memiliki variasi bentuk tubuh yang sangat beragam, mulai dari yang sederhana hingga kompleks. Moluska telah ada sejak periode Kambrium, sekitar 500 juta tahun yang lalu.

Karakteristik Dasar Moluska

Moluska memiliki tubuh bilateral simetris dengan tiga bagian utama, yakni kepala, massa viseral, dan kaki. Sebagian besar spesies memiliki cangkang pelindung yang terbentuk dari sekresi mantel. Sistem pencernaan moluska umumnya lengkap dengan mulut dan anus yang terpisah.

Ciri-Ciri Umum Moluska

Tubuh moluska memiliki struktur khas yang membedakannya dari invertebrata lainnya. Organ-organ internal mereka cukup kompleks dengan sistem peredaran darah terbuka pada kebanyakan spesies. Moluska memiliki adaptasi morfologi yang memungkinkan mereka bertahan di berbagai lingkungan.

Mantel dan Fungsinya

Mantel adalah lapisan jaringan tipis yang menutupi massa viseral dan mensekresikan material pembentuk cangkang. Rongga mantel berfungsi sebagai ruang pernapasan yang menampung insang atau paru-paru. Struktur ini juga berperan dalam ekskresi dan reproduksi pada beberapa spesies.

Radula sebagai Alat Makan

Radula adalah struktur seperti lidah kasar yang dilengkapi dengan deretan gigi kitin untuk mengikis makanan. Alat ini menjadi ciri khas moluska meskipun tidak dimiliki oleh semua kelas. Bentuk dan fungsi radula bervariasi sesuai dengan jenis makanan yang dikonsumsi.

Klasifikasi Moluska

Filum Mollusca terbagi menjadi beberapa kelas berdasarkan karakteristik morfologi dan anatominya. Tiga kelas utama yang paling dikenal adalah Gastropoda, Bivalvia, dan Cephalopoda. Setiap kelas memiliki adaptasi unik yang memungkinkan mereka menempati relung ekologi berbeda.

Kelas Gastropoda

Gastropoda merupakan kelas terbesar dengan sekitar 70-80% dari seluruh spesies moluska. Kelompok ini mencakup siput dan keong yang memiliki cangkang spiral atau tanpa cangkang. Gastropoda dapat ditemukan di laut, air tawar, maupun daratan dengan berbagai pola makan.

Kelas Bivalvia

Bivalvia memiliki dua cangkang yang saling terhubung oleh engsel dan otot adduktor. Kerang, tiram, dan remis termasuk dalam kelas yang umumnya hidup sebagai filter feeder ini. Mereka tidak memiliki kepala yang jelas dan menggunakan insang untuk bernapas sekaligus menyaring makanan.

Kelas Cephalopoda

Cephalopoda adalah moluska paling kompleks yang mencakup cumi-cumi, gurita, dan nautilus. Kelompok ini memiliki sistem saraf yang sangat berkembang dan kemampuan bergerak aktif. Sebagian besar cephalopoda telah kehilangan cangkang eksternal atau memilikinya dalam bentuk tereduksi.

Habitat dan Distribusi Moluska

Moluska menempati hampir semua tipe habitat akuatik dan terestrial di seluruh dunia. Distribusi mereka sangat luas dari zona intertidal hingga laut dalam. Kemampuan adaptasi yang tinggi membuat moluska menjadi komponen penting dalam berbagai ekosistem.

Moluska di Perairan Laut

Laut menjadi habitat utama bagi sebagian besar spesies moluska dengan keanekaragaman tertinggi. Mereka menempati berbagai zona mulai dari terumbu karang, dasar laut berpasir, hingga kedalaman ribuan meter. Moluska laut berperan sebagai predator, herbivora, maupun detritivora.

Moluska di Air Tawar

Beberapa kelompok moluska berhasil beradaptasi di ekosistem air tawar seperti sungai dan danau. Keong air tawar dan kerang mutiara adalah contoh yang umum ditemukan. Populasi mereka sering menjadi indikator kualitas perairan karena sensitivitas terhadap polusi.