Konten dari Pengguna

Mengenal Seriwang Sangihe, Burung Langka dari Pulau Sangihe

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seriwang sangihe. Foto: Shiw Raj Singh/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seriwang sangihe. Foto: Shiw Raj Singh/Shutterstock

Pulau Sangihe di Sulawesi Utara punya satu burung yang sangat khas, yaitu Seriwang Sangihe. Burung ini dikenal karena hidupnya terikat dengan wilayah pulau, sehingga pembahasannya sering muncul dalam topik biologi, persebaran satwa, dan konservasi burung endemik.

Daftar isi

Apa Itu Seriwang Sangihe?

Seriwang Sangihe adalah burung endemik Pulau Sangihe dengan nama ilmiah Eutrichomyias rowleyi. Endemik berarti satwa ini secara alami hanya ditemukan di wilayah tertentu. Dalam konteks biologi, burung seperti ini menarik karena ruang hidupnya sempit dan sangat bergantung pada kondisi habitat setempat.

Nama Seriwang Sangihe biasanya dicari orang untuk memahami asal burung ini, nama ilmiahnya, serta mengapa keberadaannya sering dikaitkan dengan konservasi.

Kenali Identitas Dasarnya

Seriwang Sangihe masuk dalam kelompok burung pulau yang catatan persebarannya terbatas. Penyebutan nama ilmiah Eutrichomyias rowleyi membantu peneliti dan pembaca membedakannya dari burung lain yang mungkin punya nama lokal mirip. Nama ilmiah juga dipakai agar identitas spesies tetap sama di berbagai rujukan.

Mengapa Burung Ini Sering Dibahas?

Seriwang Sangihe sering dibahas karena keberadaannya terkait langsung dengan Pulau Sangihe dan kawasan hutan tertentu. Burung dengan sebaran sempit biasanya lebih rentan jika habitatnya berubah.

Sejarah Penemuan dan Habitat Seriwang Sangihe

Menurut N. J. Collar dalam buku Threatened Birds of Asia: The BirdLife International Red Data Book, Seriwang Sangihe atau Eutrichomyias rowleyi lama hanya diketahui dari spesimen tipe yang dikoleksi pada Oktober 1873 di dekat Tabukan, Pulau Sangihe, sebelum akhirnya ditemukan kembali pada 1998 di kawasan hutan Gunung Sahendaruman.

Pahami Jejak Penemuannya

Catatan dari Oktober 1873 memberi petunjuk awal bahwa Seriwang Sangihe sudah dikenal dalam kajian burung Asia sejak lama. Setelah itu, jarak waktu yang sangat panjang sampai penemuan kembali pada 1998 membuat spesies ini sering dianggap punya status yang sangat sensitif dalam pembahasan konservasi.

Pahami Lokasi Penemuannya

Tabukan dan hutan Gunung Sahendaruman menjadi dua nama lokasi yang lekat dengan Seriwang Sangihe. Keduanya berada di Pulau Sangihe, wilayah yang menjadi identitas utama burung ini. Karena itu, pembahasan habitat Seriwang Sangihe tidak bisa dilepaskan dari kondisi hutan di pulau tersebut.

Fakta Singkat Seriwang Sangihe

  • Nama umum: Seriwang Sangihe.

  • Nama ilmiah: Eutrichomyias rowleyi.

  • Wilayah asal: Pulau Sangihe, Sulawesi Utara.

  • Lokasi penting: sekitar Tabukan dan kawasan hutan Gunung Sahendaruman.

  • Catatan sejarah: spesimen tipe dikoleksi pada Oktober 1873, lalu spesies ini ditemukan kembali pada 1998.