Konten dari Pengguna

Mengenali Ciri-Ciri Hewan Ovipar dan Contohnya

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hewan ovipar. Foto: Dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hewan ovipar. Foto: Dok.Shutterstock

Hewan ovipar merupakan kelompok hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Sebagian besar hewan yang hidup di sekitar manusia termasuk kategori ini, mulai dari ayam hingga kupu-kupu. Agar tidak salah mengidentifikasi, simak ciri-ciri hewan ovipar di bawah ini.

Daftar isi

1. Apa Itu Hewan Ovipar?

Pengertian Hewan Ovipar

Ovipar berasal dari bahasa Latin "ovum" yang berarti telur dan "parire" yang berarti melahirkan. Ovipar merujuk pada hewan yang meletakkan telurnya di luar tubuh induk untuk berkembang hingga menetas. Proses perkembangan embrio terjadi di dalam telur yang berada di lingkungan eksternal.

Perbedaan Ovipar dengan Vivipar dan Ovovivipar

Vivipar melahirkan anak seperti manusia dan kucing. Ovovivipar menyimpan telur di dalam tubuh hingga menetas seperti ular boa. Sementara ovipar mengeluarkan telur yang kemudian dierami atau dibiarkan menetas secara alami di luar tubuh induknya.

2. Ciri-Ciri Umum Hewan Ovipar

Berkembang Biak dengan Bertelur

Menurut F. Harvey Pough dalam buku Vertebrate Life Pough 9th Edition, reproduksi ovipar memungkinkan hewan memproduksi banyak keturunan sekaligus dengan investasi energi yang lebih efisien. Telur diletakkan di tempat yang aman seperti sarang atau dikubur di pasir. Jumlah telur yang dihasilkan bervariasi tergantung spesiesnya.

Fertilisasi Internal dan Eksternal

Fertilisasi internal terjadi pada burung dan reptil di mana pembuahan berlangsung di dalam tubuh induk betina. Fertilisasi eksternal umum pada ikan dan amfibi yang melepaskan sel telur dan sperma di air. Kedua metode ini menghasilkan telur yang berkembang di luar tubuh induk.

Embrio Berkembang di Luar Tubuh Induk

Embrio mendapatkan nutrisi dari cadangan makanan dalam telur berupa kuning telur atau yolk. Perkembangan embrio berlangsung selama masa inkubasi hingga siap menetas. Induk tidak memberikan nutrisi tambahan selama proses ini berlangsung.

Memiliki Cangkang Telur sebagai Pelindung

Cangkang telur berfungsi melindungi embrio dari benturan dan predator. Telur burung memiliki cangkang keras dari kalsium karbonat, sedangkan telur ikan lebih lunak dan elastis. Cangkang juga memungkinkan pertukaran gas oksigen untuk respirasi embrio.

3. Jenis-Jenis Hewan Ovipar Berdasarkan Kelasnya

Hewan Ovipar dari Kelas Aves (Burung)

Semua jenis burung termasuk hewan ovipar tanpa kecuali. Burung betina mengeluarkan telur bercangkang keras yang dierami hingga menetas. Contohnya meliputi ayam, bebek, merpati, dan burung hantu.

Hewan Ovipar dari Kelas Reptilia

Banyak reptil seperti penyu, buaya, dan kadal yang berkembang biak dengan bertelur. Telur reptil umumnya memiliki cangkang yang lebih lentur dibanding telur burung. Induk biasanya mengubur telurnya di pasir atau tanah untuk melindungi dari predator.

Hewan Ovipar dari Kelas Ikan

Sebagian besar ikan melepaskan telur di air dengan jumlah yang sangat banyak. Ikan mas, ikan lele, dan ikan salmon adalah contoh ikan ovipar. Telur ikan tidak memiliki cangkang keras dan rentan dimakan predator.

4. Contoh Hewan Ovipar

Ayam

Ayam merupakan contoh paling umum dari hewan ovipar yang sering dijumpai. Ayam betina bertelur setiap hari tanpa perlu dibuahi oleh pejantan. Telur yang dibuahi akan menetas menjadi anak ayam setelah dierami selama 21 hari.

Penyu

Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur di pasir. Setelah menggali lubang, penyu meletakkan puluhan telur sekaligus lalu menimbunnya. Tukik atau anak penyu akan menetas sendiri dan mencari jalan ke laut.