Konten dari Pengguna

Mengungkap Cara Kerja dan Peran Penting Teknologi SONAR dalam Eksplorasi Laut

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laut. Foto: Kim Willems/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laut. Foto: Kim Willems/Shutterstock

Teknologi SONAR telah membawa revolusi besar bagi pemahaman lingkungan bawah laut. Sistem ini memanfaatkan prinsip akustik untuk mengirim dan menerima gelombang suara dalam air, sehingga memungkinkan deteksi objek yang tidak kasat mata. Artikel ini membedah prinsip kerja, jenis, hingga inovasi terbaru SONAR yang berkontribusi pada kemajuan eksplorasi kelautan.

Daftar isi

Pengertian dan Prinsip Kerja SONAR

SONAR (Sound Navigation and Ranging) merupakan teknologi yang berdasar pada prinsip bahwa gelombang suara dapat bergerak di dalam air dan akan kembali ketika mengenai suatu objek. Menurut buku An Introduction to Underwater Acoustics: Principles and Applications susunan Xavier Lurton, SONAR memakai transduser untuk mengubah energi listrik menjadi gelombang suara yang dikirim ke air.

Pancaran suara itu akan dipantulkan oleh objek di dalam laut, lalu gelombang pantul ditangkap penerima. Waktu tempuh gelombang dari pemancar ke penerima kemudian diolah menjadi data jarak dan karakteristik objek.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sistem SONAR terdiri dari transmitter (pemancar), receiver (penerima), dan unit pengolah sinyal. Data hasil proses ini dapat divisualisasikan menjadi gambar, grafik, atau sinyal audio yang membantu para operator memahami situasi bawah laut.

Jenis-Jenis SONAR dan Kegunaannya

SONAR hadir dalam beberapa varian agar sesuai dengan kebutuhan eksplorasi kelautan. Secara umum, dikenal dua jenis utama:

  • Active SONAR: Sistem yang mengirim pulsa suara buatan, kemudian mendeteksi pantulan dari objek sekitar. Teknologi ini sangat efektif untuk mengetahui letak benda diam di dasar laut atau mendeteksi rintangan yang tidak menghasilkan suara.

  • Passive SONAR: Sistem yang hanya memantau suara alami dari lingkungan atau objek di dalam laut seperti pergerakan kapal lainnya atau suara biota laut, tanpa mengirim gelombang suara. Jenis ini banyak digunakan pada pengawasan militer karena tidak mengungkapkan posisi pengguna SONAR.

Active SONAR unggul dalam mendeteksi benda yang pasif, sedangkan passive SONAR lebih peka untuk mengenali suara yang dihasilkan makhluk hidup atau mesin di air.

Teknologi SONAR juga diklasifikasikan berdasarkan mekanismenya, berikut rinciannya:

  • SONAR navigasi untuk membantu kapal menghindari tabrakan.

  • SONAR deteksi untuk menemukan keberadaan ikan atau benda asing.

  • SONAR pemetaan yang sangat penting dalam survei topografi dasar laut dan eksplorasi bawah laut lainnya.

Keunggulan dan Keterbatasan SONAR

Active SONAR mampu menciptakan peta dasar laut dan menemukan benda tersembunyi tanpa suara. Namun, gelombang suara buatan rentan terpengaruh gangguan (noise) di lingkungan dan dapat dideteksi pihak lain.

Passive SONAR menawarkan pengamatan yang tidak dapat dilacak, meskipun sangat tergantung pada tingkat kebisingan lingkungan laut dan intensitas suara dari objek yang diamati.

Aplikasi Teknologi SONAR di Laut

SONAR menjadi instrumen krusial bagi banyak aktivitas, mulai penelitian ekosistem hingga operasi besar di sektor industri. Para ilmuwan memanfaatkannya untuk studi distribusi ikan, arus, hingga pemetaan habitat.

Dalam dunia pelayaran dan pertahanan, SONAR membantu menjaga kapal atau kapal selam terhindar dari tabrakan. Dengan kata lain, teknologi ini membantu deteksi dini ancaman.

Industri pertambangan dan migas menggunakan SONAR untuk survei dan eksplorasi lokasi sumber daya bawah laut. Dalam sebuah operasi pengeboran, citra dasar laut hasil pemetaan SONAR membantu menentukan titik lokasi pengeboran yang aman serta efisien.

Tantangan dan Inovasi SONAR

Penggunaan SONAR dihadapkan dengan beberapa kendala, seperti gangguan suara dari mesin kapal, suhu, salinitas, serta keberadaan fauna laut yang dapat mendistorsi sinyal. Namun, perkembangan teknologi terus hadir untuk menanggapi tantangan ini.

Mulai dari peningkatan sensitivitas sensor, pengembangan perangkat lunak pemrosesan data, hingga integrasi sistem pencitraan yang menghasilkan data visual detail untuk menunjang pengambilan keputusan.

Penerapan SONAR kini semakin canggih berkat sistem komputerisasi yang mampu mengolah data secara real time dan memberikan panduan navigasi maupun eksplorasi laut dengan tingkat akurasi tinggi.