Perbedaan Growth dan Fixed Mindset, Menjawab Kenapa Ada Orang Mudah Menyerah

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah Anda bertanya kenapa ada orang yang cepat menyerah saat gagal, sementara yang lain justru makin semangat? Jawabannya terletak pada mindset atau pola pikir yang dimiliki. Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, menjelaskan bahwa ada dua jenis mindset yang sangat berbeda, yakni fixed mindset dan growth mindset. Simak perbedaan keduanya dalam ulasan di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Fixed Mindset?
Fixed mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan seseorang bersifat tetap sejak lahir dan tidak bisa diubah. Orang dengan pola pikir ini cenderung percaya bahwa kepintaran atau bakat adalah sesuatu yang sudah ditentukan. Carol Dweck dalam buku Mindset: The New Psychology of Success menjelaskan bahwa individu dengan fixed mindset sering menghindari tantangan karena mereka takut gagal dan menganggap kegagalan sebagai bukti keterbatasan permanen mereka.
Ciri Utama Fixed Mindset
Orang dengan fixed mindset biasanya mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Mereka melihat usaha keras sebagai hal yang sia-sia karena merasa kemampuan sudah terbatas dari awal. Selain itu, mereka juga cenderung defensif saat menerima kritik dan merasa terancam ketika orang lain sukses.
Apa Itu Growth Mindset?
Sebaliknya, growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha, latihan, dan pembelajaran. Pola pikir ini membuat seseorang lebih terbuka terhadap tantangan dan melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Dweck menyebutkan bahwa individu dengan growth mindset percaya otak dan talenta hanyalah titik awal yang bisa terus berkembang.
Ciri Utama Growth Mindset
Mereka yang punya growth mindset tidak takut mengambil risiko atau mencoba hal baru. Ketika menghadapi hambatan, mereka tetap gigih dan mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah. Kritik dipandang sebagai masukan berharga, bukan serangan pribadi. Bahkan, mereka terinspirasi oleh kesuksesan orang lain dan menjadikannya motivasi.
Perbedaan Utama Growth dan Fixed Mindset
1. Dalam Menghadapi Kegagalan
Bagi orang dengan fixed mindset, kegagalan adalah bukti bahwa mereka memang tidak mampu. Mereka cenderung berhenti mencoba dan menyalahkan faktor eksternal. Di sisi lain, orang dengan growth mindset melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
2. Dalam Merespons Kritik
Fixed mindset membuat seseorang mengabaikan feedback negatif atau bahkan marah. Mereka merasa diserang secara personal. Sementara itu, growth mindset membuat seseorang menerima kritik dengan lapang dada dan menggunakannya untuk perbaikan diri.
3. Dalam Melihat Kesuksesan Orang Lain
Ketika melihat orang lain berhasil, individu dengan fixed mindset sering merasa iri atau terancam. Mereka berpikir kesuksesan orang lain mengurangi peluang mereka sendiri. Sebaliknya, mereka dengan growth mindset justru terinspirasi dan termotivasi untuk belajar dari orang yang sukses tersebut.
Dampak Mindset Terhadap Kehidupan
1. Pengaruh pada Prestasi Akademik
Siswa dengan growth mindset cenderung memiliki prestasi akademik lebih baik. Mereka lebih rajin belajar, tidak mudah menyerah saat materi sulit, dan aktif mencari bantuan ketika butuh. Hal ini karena mereka percaya usaha akan membuahkan hasil.
2. Pengaruh pada Karier
Dalam dunia kerja, growth mindset membantu seseorang lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan teknologi baru. Mereka lebih terbuka untuk mengembangkan keterampilan dan tidak takut keluar dari zona nyaman. Akibatnya, peluang untuk naik jabatan atau meraih kesuksesan karier lebih besar.
Kabar baiknya, mindset bukanlah sesuatu yang permanen. Anda bisa mulai mengubah pola pikir dengan lebih terbuka terhadap pembelajaran dan menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari proses. Seperti yang ditekankan Dweck, perubahan kecil dalam cara berpikir bisa membawa dampak besar dalam hidup.
